
Beberapa saat setelahnya mereka kembali ke rumah. Terlihat Mark masih ketakukan jika gadis itu akan meninggalkannya.
Ia berjalan mengikuti Fiona masuk ke kamar.
“Fiona katakan padaku, apa kamu benar-benar ingin kembali ke masamu ?” Mark menarik wanita itu ke sisi dinding kamar dan memegang kedua tangannya dengan erat ke dinding.
Fiona hanya diam tak menjawab dan malah menunduk. Itu artinya gadis itu benar-benar ingin kembali ke masanya meskipun tak dia ucapkan.
“Fiona, aku tak akan membiarkanmu kembali ke masa mu. Aku tak bisa hidup tanpa mu.” ucap Mark mengangkat dagu Fiona ke atas karena gadis itu masih diam tak meresponnya.
Bahkan gadis itu diam saja saat Mark membuka kancing bajunya lalu melepasnya dan membuat kiss Mark di mana-mana.
“Jika aku menikahimu dan kau mengandung anakku, kau tak akan pernah punya pikiran untuk kembali ke masamu, bukan ?” tanya Mark sembari menyentuh perut Fiona.
“Mark, apa yang kau lakukan ?”
“Aku akan segera membuat mu hamil dan kita akan menikah setelahnya. Aku akan membuatmu setiap tahun melahirkan anak agar kau tak punya pikiran untuk pergi jauh dariku.” tambahnya lagi kemudian duduk di bawah kaki Fiona dan menjilat area sensitifnya.
“Aaah... Mark.” desah Fiona saat pria itu menggigit area sensitif nya dan berlendir setelahnya.
Mark serius tak ingin kehilangan Fiona. Ia berdiri kembali setelah melepas semua baju yang menempel di tubuhnya.
__ADS_1
Ia pun langsung menggendong Fiona dan membenamkan dirinya dalam-dalam.
“aah...” Fiona hanya bisa terus mendesah saat Mark terus memberikan kenikmatan yang luar biasa padanya.
“Aku mencintaimu Mark, aku tak akan pernah meninggalkan mu. Terlebih di saat seperti ini, aku benar-benar tak bisa jauh dari mu.” Fiona hanya bisa memeluk leher erat Mark saat pria itu menghisap dadanya.
“Janji ?”
“Ya, janji.” jawab Fiona dengan lemas.
Mark melihat Fiona yang lemas kemudian memindahkannya ke tempat tidur. Ia memeluk erat tubuh Fiona di bawah tubuhnya sembari melakukan penyatuan kembali memasuki Fiona.
“Aaah.” terdengar desah-an silih berganti yang menandakan percintaan panas mereka di ranjang.
“I love you.” ucap mereka berdua bersamaan dan tertidur setelahnya.
Keesokan harinya di pagi hari, Mark menjalani rutinitas harian seperti biasanya.
“Kau hampir terlambat, ayo cepat.” ucap Mark menunggu Fiona di depan kamar sembari memperhatikan jam yang tergantung di dinding.
“Ya, sebentar lagi selesai.”
__ADS_1
Fiona keluar tak lama setelahnya. Mereka berdua kemudian menuju ke mobil, berangkat ke Stark Model.
“Halo tuan Mark, apa kabar ?” ucap Scarlet yang menyapanya saat bertemu di lobby.
“Baik, nona. Bagaimana dengan kabarmu ?” balas Mark basa-basi.
Scarlet menatap Fiona yang dibawa oleh Mark.
“Rupanya manekin itu sudah diperbaiki. Sayang sekali. Padahal aku kira dia sudah terbakar habis.” gumamnya kesal dalam hati karena masih ada rival untuk Winnie, manekinnya.
“Tuan Mark, sepertinya kau terburu-buru. Bagaimana jika aku membantumu membawa Fiona masuk bersama Winnie ku ?” ucap Scarlet tiba-tiba menawarkan bantuan.
“Terimakasih nona Scarlet, aku bisa membawanya sendiri.” tolak Mark dengan tegas setelah mengetahui pelaku pembakar Fiona yang sebelumnya adalah wanita itu.
Mark kemudian segera masuk membawa Fiona menuju ke ruangan nona Pearl.
“Astaga bahkan manekin itu sekarang sudah pindah ke ruangan nona Pearl ?!” pekik Scarlet saat melihat Mark masuk ke ruangan itu, sedangkan Winnie masih berada di ruangan yang sama seperti biasanya.
“Mari nona Scarlet.” sapa Mark sana keluar dari ruangan itu dan melintasi wanita tersebut.
“Ya, tuan Mark.” jawab wanita itu tersenyum lebar namun mengutuk dalam hati. “Aku akan membuat Fiona benar-benar hancur lain kali.”
__ADS_1
Wanita itu tersenyum miring lalu masuk ke ruangan untuk menaruh Winnie.