My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 57 Tetangga Baru


__ADS_3

Tetangga depan rumah Mark sampai mengucek matanya untuk memastikan apa yang dilihatnya barusan.


“Yang dia bawa memang manekin. Apa iya tadi yang diciumnya adalah manekin ?” tetangga Mark itu mengira penglihatannya yang salah. “Mungkin aku hanya berhalusinasi saja.”


Pria itu pun tak melanjutkan rasa penasarannya dan masuk ke rumah karena tak ingin mencampuri urusan orang.


Berapa hari berlalu.


Elvis yang dalam pelarian akhirnya menemukan sebuah tempat sementara untuknya bersembunyi.


Pria itu bersembunyi di luar kota juga merubah penampilannya agar tidak dikenali siapapun.


“Sial gara-gara Mark sekarang aku menjadi buron.” gerutunya di sebuah rumah kecil yang Elvis sewa. “Lalu bagaimana nanti aku akan mengikuti pameran lukisan jika seperti ini ?”


Elvis terlihat pusing sendiri dengan masalahnya hingga ia memegang kepalanya mencari solusi.


“Ya, sementara begitu saja.” celetuk pria itu setelah terpikirkan sebuah ide. “Aku akan menjual lukisanku secara online saja.” ia pun tersenyum lebar setelah sebelumnya sempat bingung bagaimana caranya mendapatkan penghasilan.


Satu jam berikutnya terlihat Elvis mengambil foto semua lukisannya.


“Semoga saja lukisanku masih bernilai tinggi dan laku keras meski aku menjualnya secara online.” pria itu menutup kembali laptopnya setelah selesai memasarkan semua lukisannya secara online.


Sesekali Elvis keluar rumah sekedar untuk menghirup udara segar.

__ADS_1


“Lumayan juga udara di sini tak buruk juga.” ucap pria itu duduk di kursi yang ada di teras menatap pemandangan hijau di sekitarnya.


Seorang pria yang merupakan tetangga depan Elvis saat itu juga keluar rumah untuk menyirami bunga dan pepohonan di teras.


“Pria yang duduk di rumah depan itu aku seperti pernah melihatnya.” gumam pria itu sembari menatap lurus tepat ke arah Elvis. “Siapa ya dia orang baru itu ?” mencoba mengingat kembali tetangga baru yang ia. Lihat satu minggu menempati rumah kosong itu.


“Aku tidak tahu.” gumamnya lalu kembali menyirami bunganya.


“Sepertinya tak ada yang mengetahui aku di sini. Jadi aku aman berada di sini.” gumam Elvis kembali menatap ke sekitar melihat beberapa orang tetangganya yang menatap ke arahnya dengan acuh.


ding


Bunyi notifikasi masuk pada ponsel Elvis.


“Oh baru aku pasang beberapa jam yang lalu sudah ada yang order lukisanku.” pekiknya dengan girang membaca ada dua pembeli online.


Ia kemudian segera bergegas masuk ke rumah untuk mempersiapkan barang yang dipesan.


Ding.


Bunyi notifikasi dari ponsel Elvis lagi.


“Oh ada pembeli online lagi.” gumamnya setelah memeriksa ponselnya dan ada 5 pembeli online.

__ADS_1


Elvis kemudian mempersiapkan lukisan yang dipesan oleh pembeli online tadi dan segera mem-packing nya.


Tok-tok


Beberapa waktu kemudian dari luar ada suara seseorang yang mengetuk pintu.


“Pasti itu jasa ekspedisi yang akan mengambil paket.” Elvis segera bergegas menuju ke pintu depan.


Benar saja di depan rumahnya terlihat seorang pria yang menoleh ke belakang menetap temannya yang sedang menunggunya di sebuah van bertuliskan jasa ekspedisi yang dipesan oleh Elvis.


“Tuan kami mau mengambil paketan yang mau dikirim, apa semua paketan sudah siap ?” tanya seorang pria menggunakan baju setelan serba hijau.


“Tentu saja. Tolong tunggu sebentar.”


Elvis kemudian kembali masuk ke dalam untuk mengambil beberapa paketan yang sudah siap kirim.


“Ini paketnya tolong dibawa.” ucapnya lalu menyerahkan semua paket pada kurir tadi.


Pria tadi kemudian kembali ke van setelah membawa semua paketan milik Elvis.


Tetangga sebelah Elvis yang kebetulan saat itu berada di depan rumah tak sengaja melihat van di samping rumahnya.


“Kenapa tetangga baru itu mengirim paketan banyak sekali ?” gumamnya setelah melihat tetangga barunya itu kembali masuk ke rumah dan mempersiapkan dan keluar kembali dengan membawa beberapa paket menunggu jasa ekspedisi datang.

__ADS_1


“Apa dia penjual online ?” gumam tetangga Elvis itu namun segera masuk ke rumah begitu melihat Elvis menyapanya.


__ADS_2