My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 63 Menguping


__ADS_3

Sore harinya Mark pulang ke rumah seperti biasa. Dia turun dari mobil dengan membawa Fiona dalam wujud patung lilin masuk ke rumah.


“Apa hari ini tidak melukis ?” tanya Fiona menghampiri Mark ya duduk di ruang tengah setelah keluar dari kamar mandi.


“mmm.” Mark tak menjawab perkataan Fiona. Ia malah menelan salivanya menatap baju tipis Fiona dan tak berkedip.


“Kau tidak melukis ? Aku akan menemanimu nanti.” ulangnya bertanya karena tak ada respon.


“Oh, apa barusan yang kau ucapkan ?” Mark kini sadar dari lamunannya dan mencoba untuk fokus.


“Kau ini jadi melamun. Kenapa ?” Fiona beralih duduk di samping Mark.


“Aku tidak melamun, hanya menatap mu saja tadi.” jawabnya kemudian bergeser sedikit menjauh dari Fiona karena ia merasa bagian tubuhnya mulai bereaksi hanya dengan duduk berdekatan saja dengan kekasihnya itu.


Bahkan Mark sampai memalingkan mukanya demi menghindari hal yang diinginkannya terjadi saat melihat lekuk tubuh molek Fiona di balik bagian tipis dan mini yang dikenakannya dan juga pernah dirasakannya.


“Fiona, aku belum mandi. Nanti malam saja kau temani aku melukis. Sekarang aku mau mandi dulu.” ucap Mark segera mencari alasan saat Fiona bergeser mendekat kembali padanya.


“Aneh sekali kenapa dia buru-buru pergi ?” Fiona menatap punggung kekasihnya yang sudah berlalu. “Aku merasa dia seperti menjauhiku. Tapi kenapa ? Apa mungkin karena dia belum mandi ?” pikirnya menebak sendiri.


Dua jam kemudian Mark berada di ruang kerjanya. Ia mulai melukis namun dia sendirian di sana tanpa ditemani Fiona, karena ia memang sengaja tak memberitahunya.


Fiona dari tadi masih duduk di ruang tengah dan melihat tayangan berita di televisi.


“Dimana Mark, kenapa dia tak kunjung kembali kemari ?” gumamnya menetap jam yang tergantung di dinding dan sudah 2 jam lebih berlalu. “Mungkin dia masih istirahat. Biarkan saja dulu, nanti aku akan menyusulnya.”


Ia tak mau mengganggu waktu istirahat Mark karena ia tahu pria itu juga lelah seharian melukis selama beberapa hari ini nonstop.

__ADS_1


Banyak orderan datang setelah viralnya lukisan bunga perawan Mark beberapa waktu yang lalu.


“Dia tidak kembali juga, apa mungkin sudah tidur ?” gumamnya lagi yang masih menunggu Mark.


Karena merasa sudah lelah menunggu maka ia pun mematikan televisi kemudian berjalan menuju ke kamar Mark.


“Kosong.” ucap Fiona setelah membuka pintu dan mendapati ruangan itu kosong.


Langsung saja ia menuju ke ruang kerja Mark. Karena di sanalah pria itu berada jika tak ada di kamar.


“Fiona ?” Mark terkejut melihat kedatangan Fiona yang mendadak bahkan gadis itu merangkulnya dari samping. “Kau belum tidur ?” menatap intens Fiona.


“Kau bilang aku boleh menemanimu melukis tapi sudah lama aku tunggu kau tak kunjung memanggil ku juga.” ucapnya dengan nada sedikit manja dan tersenyum kecil.


“Kau bisa lihat sendiri semuanya sudah selesai sekarang.”


“Oh, jika begitu sebaiknya kita istirahat.” Fiona langsung saja menarik tangan kekasihnya itu keluar dari sana dan masuk ke kamar Mark.


Setelah mereka berubah jadian Fiona pindah kamar dan tidur di kamar Mark atas permintaan pria tersebut.


Mereka berdua berbaring dengan posisi saling berhadapan.


Api ditubuhnya yang sudah padam kini kembali mulai bergejolak saat berdekatan dengan Fiona.


“Fiona... aku tak bisa tidur.” ucap Mark berbisik lirih di telinga gadis itu yang langsung memerah.


“Kenapa ?”

__ADS_1


Mark tak menjawab dunia langsung menunjukkannya dengan mencium bibir merah Fiona.


“Kau tampak cantik dan seksi malam ini aku benar-benar tak bisa menahannya lagi.” ucapnya melepas tautan bibir lalu beralih mencium dada Fiona.


“Aaah...” desah Fiona saat semua bajunya sudah tanggal dari tempatnya dan Mark membuat tanda di mana-mana di tubuhnya.


“Mark, aku juga tak tahan sekarang.” Fiona balas menanggalkan semua pakaian Mark dan menarik pria itu ke atas tubuhnya.


“Kau yang meminta.”


Sesuatu di bawah sana sudah mengeras dan siap untuk di luncurkan.


“Aah...” Fiona mulai men-desah saat rocket Mark meluncur memasuki dirinya.


Berulang kali Fiona mendesah karena merasakan nikmat yang tiada tara.


Tanpa mereka ketahui suara ******* mereka yang bergantian terdengar sampai ke rumah tuan Gilbert.


“Suara itu...” karena penasaran, pria itu pun sampai keluar rumah dan berjalan mengendap-ngendap menuju ke samping kamar Mark.


Dan benar saja suara di sana terdengar nyaring.


“Jadi dia punya kekasih sungguhan.” tentu saja itu ia ucapkan dalam hati.


Pria itupun lalu kembali masuk ke rumahnya.


Keesokan paginya sengaja tuan Gilbert duduk di teras menunggu untuk melihat wanita yang semalam menjadi teman tidur Mark.

__ADS_1


“Aneh kenapa dia hanya keluar bersama manekin Fiona lagi. Lantas ke mana wanita yang Mark tiduri semalam ?” batinnya lebih penasaran lagi.


__ADS_2