
Mark masih mengusap wajah Fiona dengan sebuah kapas dan menyapunya dengan lembut.
“Kau benar-benar cantik, Fiona. Hidung mu, mata mu, bulu matamu lesung pipit mu juga bibir mu.” Mark memuji dalam hati kesempurnaan Fiona tinggallah dalam imajinasinya sendiri.
“Tuan apakah sudah selesai ?” tanya Fiona karena sudah satu jam lamanya tuannya itu membersihkan wajahnya dan masih belum selesai.
“Ah ya... sebentar lagi selesai.” Mark segera tersadar dan segera mengakhiri membersihkan wajah Fiona. “Sudah.”
Fiona segera duduk kembali dan mengambil cermin yang ada di meja. “Noda itu sudah hilang.” pekiknya senang melihat wajahnya yang sudah bersih kembali meskipun baunya tak enak.
“Untunglah noda ini bisa hilang jika tidak akan jadi apa aku besok ?” Fiona kembali bercermin sebelum berbaring di tempat tidur.
Setelah puas memandangi dirinya dalam cermin maka ia pun merebahkan diri di tempat tidur karena besok ia harus bekerja.
Keesokan paginya Fiona bangun pagi sekali, bahkan dia bangun lebih dulu daripada Mark.
__ADS_1
“Sedang apa ya, tuan ?” iseng ia menuju ke kamar tuannya dan mengintip dari balik pintu yang terbuka. “Rupanya ia masih tidur.”
Karena masih tidur maka ia pun mencoba masuk ke kamar dan berdiri di samping tuannya sambil mencondongkan tubuhnya mendekat.
“Bahkan dalam keadaan tidur seperti ini kau masih terlihat sama seperti saat terjaga, tuan.” batin Fiona menatap dan mengagumi wajah Mark.
Tanpa ia sadari ada seekor kecoa yang merayap di kakinya.
“Kaki ku rasanya geli.” Fiona beralih menatap ke bawah dan mendapati kecoa hampir masuk ke bajunya. “ihh...” dengan jijik Fiona mengibaskan kaki dan juga bajunya hingga kecoa tersebut pergi dari tubuhnya namun karena ia tak bisa menjaga keseimbangannya, ia jatuh ke belakang menimpa Mark.
“chu...” tanpa sengaja ia pun berada di atas tubuh tuannya juga tak sengaja mencium bibir pria itu.
“Tu-tuan... aku tidak sengaja kemari dan ada kecoa lalu--”
“Kenapa kau mengintipku tidur ?” potong Mark dengan cepat.
__ADS_1
Fiona menggelengkan kepala sembari turun dari tubuh tuannya. “A-aku tidak bermaksud mengintipmu tuan tapi aku kemari ingin membangunkanmu karena sarapan sudah siap.” jelasnya sambil menyentuh bibirnya bekas ciuman tuannya dengan pipi bersemu merah lalu beralalu pergi dari sana.
“Hey Fiona aku belum selesai bicara.” panggil Mark namun gadis itu tak berlalu dan tak kembali. “Aneh sekali, dia kenapa ?”
Mark perjalanan keluar dari kamar sambil menyentuh bibirnya. “Bibir mu sangat menggoda, Fiona.”
60 menit setelahnya mereka berdua sudah ada di mobil setelah sarapan pagi dan berangkat menuju ke Stark Model.
Sontak saja Manajer Willie yang sudah menunggu sedari tadi segera menyambut kedatangan mereka.
“Manajer Willie, aku titip Fiona padamu.” Mark menyerahkan Fiona pada pria tersebut. “Nanti sore aku akan menjemputnya.”
“Ya, tentu saja tuan Mark. Senang berkerja sama denganmu.”
Mark kemudian keluar dari agency model itu kembali ke mobilnya.
__ADS_1
“Pearl segera dandani Fiona.” Manajer Willie memanggil desainer bajunya.
“Baik, tuan.” seorang wanita seksi dengan tampilan stylish itu kemudian segera membawa Fiona dan menggantinya pakaian yang dikenakan patung lilin itu dengan pakaian desain terbarunya saat ini.