My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 49 Pernyataan Cinta


__ADS_3

Fiona tak menjawab dan dia kembali berjalan lalu memutar musik.


“Tuan tentu saja aku akan mengajakmu menari bersamaku kembali.” Fiona menghampiri tuannya lalu mengulurkan pita panjang yang di bawanya untuk menjerat pria tersebut.


“Fiona apa yang kau lakukan ?” Mark tertarik ke sisi Fiona oleh jeratan pita merah yang kemudian dilepas oleh gadis itu.


“Aku ingin tuan bisa kembali melukis lagi dan sebelumnya mood mu kembali setelah menari bersamaku.”


Fiona mulai menggerakkan kaki dan tubuhnya menari yang membuat Mark ikut menari bersamanya.


“Fiona kau...” Mark terkejut saat gadis itu mengajaknya menari berpasangan.


“Aku tidak bisa.” Mark berhenti dengan menatap intens gadis yang terlihat sangat cantik di depannya dengan tubuh seksinya yang menggoda dan membuat dadanya bergemuruh hebat dekat dengannya.


“Tuan pasti bisa, aku akan mengajarimu.” kali ini ia menarik pria itu dengan tangannya lalu membawanya dalam pelukannya kembali menari.


“Fiona kau cantik sekali.” ucap Mark tak bisa menahan lagi tidak memujinya saat wajah mereka sangat dekat sekali.

__ADS_1


Fiona kali ini hanya fokus menari dan hanya mengangguk saja menanggapi perkataan tuannya juga mengalihkan segala pikiran yang ada saat pikiran nakal terlintas di benaknya.


“Seperti ini tuan gerakannya.” Fiona mengajari Mark dan berdiri di belakang pria itu sambil memegang pinggangnya juga tangannya, bergerak dengan Mark yang mengikuti semua gerakan yang diajarkan oleh Fiona.


“Sekarang tuan paraktikkan sendiri.” ucap Fiona berhenti mengajari.


Mark berdiri di belakang Fiona kemudian memeluk pinggangnya. Entah kenapa kali ini dia dapat menguasainya dan tidak mengalami kesulitan lagi.


“Aku senang tuan sudah menguasainya.” Fiona tersenyum kecil saat Mark mengangkatnya ke atas dengan pipi bersemu.


Karena malu, Fiona melepaskan tautan tangan mereka yang membuatnya jatuh ke lantai dan refleks ia menarik tuannya untuk berpegangan.


Mark ikut terjatuh karena semuanya sangat mendadak dan begitu cepat hingga membuatnya jatuh di atas tubuh Fiona.


Lama pria itu menatap intens gadis di bawah tubuhnya dan musik lembut membuatnya terbawa suasana.


“Fiona...” ucapnya lembut dengan tatapan mata yang dalam.

__ADS_1


Fiona tak menjawab saat melihat tatapan aneh tuannya pada dirinya terlebih tatapan itu membuat jantungnya berdetak hebat serasa mau copot saat wajah mereka sangat dekat sekali.


“Fiona...” Mark mengusap lembut pipi Fiona dan setelahnya ia mendaratkan ciuman di bibir merah gadis itu karena begitu menggoda dan membuatnya tak tahan sekali ingin merasakannya kembali setelah beberapa waktu yang lalu.


“mmm...” Fiona bisa merasakan ciuman pria itu yang hangat bukan karena nafsu dan entah kenapa ia malah menyambut ciuman itu sambil memejamkan matanya. “Tuan, kenapa kau mencium ku seperti ini, membuat ku meleleh saja.”


Mark baru melepaskan tautan bibir mereka setelah merasa bibir Fiona mulai bengkak sembari menatap intens.


“Tuan kau...” Fiona menyentuh bibirnya sembari menatap intens Mark.


“Fiona aku... menyukai mu.” Mark langsung mengungkapkan isi hatinya karena memang dari awal dia sudah menyukai gadis idaman buatannya itu.


“Tuan aku...” Fiona merasa lidahnya kalau dan pikirannya kosong mendengar pernyataan cinta yang mendadak seperti itu sedangkan dia tak tahu harus menjawab apa. “Hanyalah sebuah patung lilin saja.” lanjutnya yang seketika membuat suasana hangat saat itu menjadi dingin kembali di iringi Mark yang menarik tubuhnya dan segera turun dari tubuh Fiona.


“Maaf... tak seharusnya aku mengatakan hal itu padamu.” Mark merasa mendapatkan penolakan dari Fiona dan ia pun sekarang pergi dari sana masuk ke kamarnya.


“Tuan, jangan pergi. Dengarkan aku dulu.” panggil Fiona tapi pria itu tetap tak mendengarnya juga tak mau membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


Fiona menatap dengan sedih ke pintu kamar tuannya.


__ADS_2