
Scarlet keluar dari Stark Model dengan mengendap-endap. Ia membawa Fiona dengan hati-hati sekali agar tidak ada yang melihatnya.
“Akhirnya aku bisa membawamu dari sini dan ada yang melihatnya.” gumam wanita itu tersenyum miring.
Saat akan masuk ke mobil, ia teringat jika tasnya masih ada di dalam kantor.
“Sial ! Kenapa bisa sampai lupa ?Ck, aku harus masuk kembali untuk mengambil tasku.” gerutunya kesal.
Ia pun lalu kembali masuk ke Stark Model dan meninggalkan Fiona begitu saja di luar mobilnya. Pikirnya dia hanya akan masuk sebentar dan segala kembali.
“Mau apa wanita hina ini ?! Seseorang tolong aku. Aku tak mau berakhir di tangan wanita gila ini.” batin Fiona tak berdaya setelah wanita itu pergi. “Mark, kau ke mana ?! Tolong aku, Mark. Kenapa kau meninggalkanku pulang ?” jerit Fiona hampir menangis.
Seandainya saja ia bisa menolong dirinya sendiri atau Seandainya saja jalanan saat ini sepi tentunya dia bisa kabur sendiri.
“Dimana tas ku ? Tadi aku menaruhnya di sini ? Sial ! Apa ada yang memindah atau parahnya mengambil tasku ?” Scarlet
Seketika ia panik tak menemukan tasnya. Akhirnya dia pun mencari tasnya karena di dalamnya ada barang penting termasuk dompet beserta kartu atm-nya.
Scarlet masih mencari tasnya dan itu memerlukan waktu yang tentunya tak sebentar.
__ADS_1
Di luar beberapa saat setelahnya keadaan benar-benar sepi. Tak ada seorang pun yang lewat saat itu.
“Astaga, aku berubah ke wujud manusia.” ucap Fiona tak percaya dirinya kembali ke wujud manusia saat ini. “Aku harus memanfaatkan kesempatan yang ada saat ini untuk kabur sejauh mungkin. Aku tidak tahu kapan akan ada orang lagi di sini dan aku akan kembali menjadi manekin.”
Fiona kemudian segera berlari cepat mungkin yang dia bisa kabur dari sana. Dia baru berhenti setelah sampai di jalan raya, itu pun karena celana saat itu ramai dan secara otomatis dia berubah ke wujud manekin kembali.
“Aku masih jauh sekali dari rumah Mark, semoga saja Aku beruntung dan bertemu dengannya di sini.” batin Fiona terus memanggil nama Mark.
Dari arah jalanan lain terlihat mobil Elvis meluncur dengan cepat.
Pria itu menjalankan rencananya untuk menculik Fiona dan melakukan sesuatu entah merusaknya atau apa saja yang bertujuan untuk menyayat hati Mark.
Karena ia tahu jika Fiona bekerja di Stark Model, maka pria itu keluar pagi-pagi sekali dari rumahnya yang jauh berada di luar kota sana menuju ke agensi model tersebut.
Ck
Elvis berdecak kesal sembari menunggu lampu menyala hijau kembali. Tak sengaja ia melempar pandangan ke sisi timur jalanan.
“Astaga, patung itu terlihat seperti Fiona. Apakah itu dia ?” gumamnya.
__ADS_1
Tepat di saat lampu menyala hijau pria itu segera melanjutkan mobilnya kembali menuju ke sisi timur jalanan untuk memastikannya.
Klak
Elvis turun dari mobil dan berlari menyeberang jalan karena patung itu ada di seberang jalan.
“Ya, dia benar Fiona.” gumamnya tersenyum lebar seperti mendapat durian runtuh. Tak perlu susah payah mengambilnya ia malah menemukannya di jalanan seperti ini.
“Aku kira Mark yang datang tapi ternyata pria brengsek ini. Seseorang tolong selamatkan aku. Lepas dari mulut buaya aku masuk ke mulut singa.” batin Fiona ingin menangis saja rasanya seandainya saja dia bisa berubah wujud menjadi manusia di tengah keramaian, pastilah dia bisa kabur.
“Kau pasti berjalan sendiri sampai kembali saat tak ada orang, bukan ?” ucap Elvis mengajak bicara Fiona.
Fiona sendiri terkejut bagaimana bisa pria itu tahu jika dirinya bisa berubah ke wujud manusia dalam keadaan sepi.
“Tak masalah, kau justru malah membantuku. Sekarang ikut aku dari sini ke tempat yang jauh.” ucapnya dengan tersenyum lebar dan penuh kemenangan.
Elvis membawa Fiona menyeberang jalan dan memasukkannya ke mobil lalu segera mengemudikan mobilnya kembali ke luar kota.
“Akhirnya tasku ketemu juga dan untung saja semuanya lengkap tak ada yang hilang. Betapa beruntungnya aku.” ucap Scarlet lalu bergegas keluar.
__ADS_1
Sesampainya di luar dia tidak mendapati Fiona.
“Dimana dia ?!” teriaknya histeris saat mencari ke mana-mana namun tak menemukannya juga.