My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 48 Mood Kembali Hilang


__ADS_3

Sore hari Mark datang menjemput Fiona. Tak sengaja ia bertemu dengan Scarlet.


“Jadi anda pemilik dari manekin ini ?” ucap Scarlet menyapa saat ia keluar dari dress room setelah melihat Winnie, tapi ia meninggalkan manekin miliknya itu di sana tidak membawanya pulang seperti Mark.


“Oh ya, nona.” jawab Mark tersenyum tipis menatap wanita belensa abu-abu di hadapannya itu. “Maaf, anda...” Mark mengurutkan kening karena tak mengenal dan baru pertama kali bertemu wanita itu.


“Perkenalkan, aku Scarlet pemilik dari manekin Winnie.” wanita itu memperkenalkan dirinya.


Mark hanya mengangguk saja mendengarnya. “Yang mana Winnie itu ?” batinnya sama sekali tak mengenal manakin yang dimaksud karena ia tahu semua manekin di sana tak ada pemiliknya selain dirinya. Toh meskipun ada pemilik manekin seperti dirinya itu tak ada sangkut pautnya dengan dirinya.


“Mark.” pria itu balas menyebut namanya meskipun sebenarnya tak ingin memperkenalkan dirinya hanya sebuah formalitas untuk menghargai wanita saja. “Permisi nona Scarlet aku ada urusan yang harus segera selesaikan. Aku permisi dulu.”


“Ya, tuan Mark silakan. Sampai jumpa lagi.”


Scarlet pun berlalu pergi dari Stark Model setelah keluar dari sana.

__ADS_1


Mark terkihat sudah duduk di dalam mobil dan mengendarai menuju ke rumah.


“Jadi setiap manekin yang ada di sana mempunyai nama juga seperti dirimu ?” tanya Mark tiba-tiba di tengah jalan.


“Ya, tuan. Setiap manekin di sana memang mempunyai nama. Ada apa memangnya ?” Fiona malah bertanya balik dan penasaran.


“Tidak, kau tahu wanita bersama Scarlet tadi yang mengaku sebagai pemilik Winnie ?”


“Ya, tidak begitu mengenalnya tapi dia sering datang ke sana juga melihat Winnie tiga hari sekali.” Fiona merasa aneh saja tiba-tiba tuannya bertanya tentang wanita itu. “Apa tuan tertarik pada Scarlet ?”


Fiona pun ikut diam, entah kenapa dia merasa tak suka saja pria itu bertanya tentang wanita lain.


“Bagaimana dengan pesanan lukisan, apa tuan sudah mengerjakannya ?” Fiona mengganti topik pembicaraan daripada ia merasa tak nyaman.


“Sudah semua tinggal menunggu mereka mengambil pesanannya saja.”

__ADS_1


“Lalu tuan tidak kembali ke galeri ?” tanya Fiona menanyakan kejelasan kapan tuannya itu akan kembali ke galeri melukisnya.


“Galeri itu masih ditutup oleh polisi karena belum ditemukannya pelaku pembakar galeri ku.” Mark terlihat menghembuskan nafas panjang. Ingin dia kembali ke sana tapi ia takut juga trauma seseorang yang belum ditemukan itu akan kembali melakukan hal yang tidak menyenangkan pada dirinya.


“Jadi tuan akan vacuum melukis dalam waktu yang tak bisa ditentukan ?”


“Sepertinya begitu.” jawab Mark singkat meskipun beberapa waktu mendapatkan itu namun kali ini moodnya kembali hilang untuk melukis.


“Tuan jika terlalu lama vacuum akan membuat klien pergi dan mungkin saja ada pelukis lain yang akan menggantikan tempatmu.” Fiona sangat menyayangkan sekali jika hal itu sampai terjadi dan ia mencoba menyemangati tuannya itu.


“Aku tidak tahu. Mungkin jika secepatnya mood ku pulih, aku akan kembali melukis.”


Fiona terdiam dan tak membahasnya lagi. Ia memikirkan cara untuk me-rebooster mood tuannya lagi.


Malam hari mereka agaimana bentuk di ruang tamu dan bersantai. Tiba-tiba Fiona meninggalkan tuanya sendiri dan masuk ke kamar.

__ADS_1


“Fiona, apa yang kau lakukan ?” pekik Mark terkejut saat melihat gadis itu kembali dengan pakaian senam yang seksi.


__ADS_2