My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 34 Hanya Kebetulan


__ADS_3

“Ehm...ya sebenarnya aku hanya kebetulan mampir saja.” jawab Elvis singkat dengan mata yang masih aktif menyisir ruangan di rumah Mark dan tatapannya pun berhenti pada Fiona. “Apa manekin mu itu juga sarapan pagi ?” melihat seperti makanan yang ada di tangan Fiona.


“Oh ya benar aku sedang terburu-buru kau tahu itu sampai aku menaruh sarapan pagiku sembarangan seperti ini.” Mark segera mengambil piring yang ada di tangan Fiona. “Apa kau mau sarapan pagi di sini ?” tawar Mark sembari menaruh piring itu ke meja dan memegang hadapnya yang terasa hampir lepas.


“Oh tidak kawan aku balik dulu saja, selamat sarapan pagi jika begitu.” Elvis pun malah terlihat terburu-buru keluar dari sana dan menutup kembali pintunya.


“huft... untung saja dia percaya pada apa yang ku ucapkan dan tak curiga padamu.” Mark berbalas kembali menghembuskan nafas lega.


“Tuan, aku rasa temanmu itu kemari punya maksud buruk pada mu, entah apa itu.”


“Sssts.... !” Mark segera menghampiri Fiona dan membekap mulutnya agar tidak bersuara lagi. “Jangan bicara dulu mungkin saja Elvis masih berada di luar.”

__ADS_1


Mark sampai lupa jika ia sebelumnya memegang handuknya yang hampir lepas kini malah bibir Fiona dengan kedua tangannya.


“OMG... tuan, handuk mu lepas, tuan.” Fiona tak bisa memberitahukan pada tuannya tentang hal itu karena di bekap. “Astaga...” Fiona seketika memejamkan matanya setelah melihat bagian tubuh Mark yang membuatnya menelan saliva dengan susah payah dan tak berani melihatnya lagi sebelum sesuatu yang aneh merasuki pikirannya.


“Kenapa kau memejamkan matamu sembari menginjak kakiku ?” tentu saja Mark bicara pelan sembari melihat ke bawah. “Argh...” ia baru menyadari handuk putih telah lepas dari tangannya. Ia pun segera melepas tangannya dari bibir Fiona, mengambil handuknya lalu memakainya sembari berlari menuju ke kamar.


“Bagaimana aku bisa seceroboh ini.” di kamar Mark segera memakai baju dengan lengkap dan masih berdebar karena Fiona sudah melihat semua bagian tubuhnya.


“Sepertinya tadi itu memang suara televisi bukan seorang gadis dan aku hanya salah dengar saja.” Elvis pun segera masuk kembali ke mobilnya dan melaju di jalanan. “Tidak mungkin Mark menyembunyikan seorang wanita di rumahnya.”gumamnya lagi masih memikirkan hal tersebut.


“Untung saja Fiona tak ada disini, jadi aku bisa makan dengan tenang.” gumamnya merasa lega dan segera menyantap sarapan paginya.

__ADS_1


“Ada apa tuan, aku mendengar tuan menyebut namaku ?” tiba-tiba Fiona menyembul dari arah belakang dengan tiba-tiba.


“uhuk.” Mark sampai tersedak melihat kemunculan Fiona yang mendadak. “Kau ini membuatku terkejut saja.” sambil mengelus dadanya.


“Maaf tuan.”


Mark pun tak membalasnya lagi dan segera meneruskan makannya meskipun ia merasa canggung berada di dekat Fiona setelah mengingat gadis itu sudah melihat bagian inti tubuhnya.


“Tuan hati-hati dengan temanmu yang bernama Elvis tadi. Dulu dia yang menyeramkan ke wajahku.” terangnya mengungkit kembali kejadian masa lalu.


“Fiona aku tahu temanku itu kau tak perlu memberitahu. Kami sudah berteman 5 tahun lebih dan selama ini dia selalu baik padaku.”

__ADS_1


“Setidaknya aku sudah mengingatkannya padamu, tuan.” Fiona merasa kesal lagi-lagi tuannya itu tak mempercayai ucapannya dan lebih membela temannya itu daripada dia, sehingga ia pun segera pergi dari sana.


“Setidaknya aku juga sudah menjelaskannya padamu karakter temanku itu.” jelas Mark bersikeras membela temannya itu karena Fiona sama sekali tak mengenal Elvis.


__ADS_2