My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 53 Tambalan Sementara


__ADS_3

Ujung jari Fiona mulai meleleh setelah terkena api menjadi pemantik api Scarlet. Bahkan ia pun sampai menangis menahan rasa panas dan sakit di tubuhnya.


“klak.” untung saja selama berapa detik setelahnya seseorang membuka pintu ruang ganti.


“Asap apa ini ?” nona Pearl masuk ke ruang ganti dengan membawa baju ganti untuk manekin lainnya melihat sedikit asap dari salah satu manekin. “Astaga Fiona terbakar.”


Karena melihat asap itu berasal dari sana maka ia pun segera berlari ke sana. “Astaga, bagaimana ini bisa terjadi ?” pekiknya terkejut saat melihat api di ujung jari tangan kiri Fiona.


Wanita itu pun segera mengambil segelas besar air dari dispenser yang ada di ruangan kemudian menyiramkannya pada ujung jari tangan Fiona.


“Untung saja apinya segera padam dan hanya membakar sedikit jarinya saja.” nona Pearl merasa lega lalu segera menaruh kembali gelas itu ke tempatnya.


Ia kembali lagi ke hadapan Fiona dan terkejut saat melihat ada darah di lantai tepat di bawah jari tangan Fiona yang terbakar.


“Darah siapa ini ?” pekiknya terkejut melihat sedikit darah segar itu. “Aneh sekali, tak ada siapapun di sini lalu ini darah siapa ?”


Tepat di saat wanita itu akan mengambil darah tersebut untuk memastikannya apa itu memang darah atau cat, tiba-tiba Diana masuk.

__ADS_1


“Nona Peal 10 menit lagi acara pameran model peragakan dimulai apa semuanya sudah siap ?” tanya Asisten wanita tersebut karena tak biasanya nona Pearl belum mendisplay para manekin di ruangan show yang sudah dipersiapkan.


“Kebetulan kau datang. Kemari dan bantu aku ada sedikit masalah.” panggilnya dan Diana buru-buru menghampirinya.


Wanita itu kemudian menceritakan pada Diana jika ujung jari Fiona terbakar dan meminta asistennya itu untuk mengurusinya.


“Baiklah aku akan membawa semua manekin ini sekarang ke ruang show. Kuharap saat aku kembali aku sudah bisa membawa Fiona.” nona Pearl segera keluar dari dress room dengan membawa beberapa manekin.


“Apa yang bisa kulakukan dengan jari tangan Fiona yang sedikit melepuh seperti ini ?” Diana bingung dan memutar otak untuk mencari ide ia paksa keluar dengan cepat.


“Sudah kering.”Diana kemudian segera mengambil kuteks merah untuk menutupi tambalan itu agar tak terlihat, ia juga mengoles kuteks di kuku jari tangan Fiona agar terlihat serasi.


“Diana apakah Fiona sudah bisa kubawa ?” tanya nona Pearl yang masuk lagi setelah membawa semua manekin ke ruangan Show dan hanya tinggal Fiona yang harus ia bawa.


“Ini, nona.” Diana mengambil Fiona dan menyerahkan pada nona Pearl.


“Aku suka sekali pekerjaan mu.” puji wanita itu melihat jemari Fiona yang terbakar terlihat utuh kembali dan bahkan terlihat lebih cantik dari sebelumnya.

__ADS_1


Ia kemudian membawa Fiona ke ruang show dan 5 menit setelahnya reporter Dan wartawan datang untuk meliput show kali ini.


Sore harinya Mark datang menjemput tapi awal dari sebelumnya seperti janjinya.


“Tuan Mark, ada sedikit masalah dengan Fiona.” ucap nona Pearl saat menemui pria itu sembari menyerahkan Fiona padanya. “Aku tidak tahu kenapa, tiba-tiba mencari tangan Fiona terbakar dan meleleh.”


Mark terkejut sekali mendengar cerita dari wanita itu. “Baik nona tak masalah bagiku, aku akan memperbaikinya sekarang juga.”


Mark segera membawa pergi Fiona sembari melihat ujung jari tangan Fiona yang di tunjuk oleh nona Pearl setelah berpamitan dan pergi dengan buru-buru.


Di dalam mobil, Fiona menangis sejadinya melihat jari tangannya yang kembali melepuh setelah tambahan krim tadi lepas.


“Tenang kan dirimu, aku akan memperbaiki diri mu.” hibur Mark untuk menghentikan tangis gadis itu. “Tapi bagaimana bisa sampai tanganmu terbakar seperti itu ?” tanya Mark penasaran.


“Scarlet. Wanita itu tiba-tiba masuk ke ruang ganti lalu membakar tanganku.” jawab Fiona menjelaskan sembari menghapus air matanya.


“Scarlet ?” Mark terkejut mendengar penjelasan dari Fiona.

__ADS_1


__ADS_2