My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 84 Di Ujung Asa


__ADS_3

Hari-hari berlalu sejak setelah kejadian penangkapan Elvis. Hidup mark sekarang damai karena tak ada yang mengganggu. Namun ada masalah lain yang mengganggu dan itu cukup berat bagi Mark.


Setiap hari ia melalui hidupnya seperti bagai di neraka saja. Bagaimana tidak seperti neraka jika setiap hari, ia terus merindukan Fiona.


Sedangkan Fiona asli yang terbakar pun sudah ia perbaiki dan kembali utuh seperti semula namun tetap saja. Manekin itu tak bisa kembali hidup seperti dulu.


Mark berada di ruang tengah dimana dia menempatkan Fiona berdiri di sampingnya yang sedang duduk di sofa.


“Fiona... bagaimana bisa aku mencarimu ? Bagaimana caranya agar kau bisa kembali lagi kemari ?” tanyanya menatap manekin yang kini ia buat duduk di sampingnya.


Matanya menatap sayu manekin yang duduk di sampingnya. Bahkan ia pun sampai memeluk erat Fiona.


“Aku tahu kau hanya tidur. Dan sebentar lagi akan terbangun.” hibur Mark.


Ia sering mengulangi kata itu berulang kali untuk menghibur dan menyemangati dirinya sendiri dari kesedihan yang berkepanjangan ini.


Tiga bulan berlalu udah sampai saat ini manekin Fiona tetap sebuah manekin. Ia tetap tak bisa hidup kembali seperti dulu apapun yang dilakukan Mark, meski menangis darah sekali pun itu tetap tidak akan merubah wujudnya.


“Kau jahat Fiona, kau janji akan melahirkan banyak anak untukku. Jangankan mengandung anakku, bertemu denganmu saja aku tak bisa.” ucapnya penuh kerinduan pada manekin Fiona yang ia peluk dalam satu tempat tidur yang sama dengannya.


Mark terlihat sedih sekali sembari memeluk dan mencium bibir lilin Fiona, barulah dia bisa tidur.

__ADS_1


Di luar sana banyak wanita yang kini jatuh hati pada Mark karena parasnya yang tampan, fisiknya yang bagus dan tentu saja karena skill melukisnya yang kini sudah di akui semua.


Di suatu pagi yang cerah saat pameran lukisan berlangsung. Terlihat Mark datang pagi sekali ke sana untuk mempersiapkan semuanya.


Tanpa ia ketahui ada seorang wanita dan merupakan salah satu fans nya datang mengikutinya.


“Tuan Mark, tunggu !” panggil seorang wanita turun dari mobil dan berlari mengejar Mark.


Mendengar suara seseorang memanggilnya maka Mark pun berhenti.


“Nona Michelle, ada apa ?” tanya Mark.


“Tuan, ada yang ingin ku sampaikan padamu.” ucapnya dengan malu-malu.


“Ya, nona katakan saja.”


Mark yang saat itu membawa lukisannya sampai menurunkannya demi menghargai lawan bicaranya.


“Begini tuan, aku memanglah fans mu tapi aku juga menaruh rasa padamu. Aku menyukai mu. Apakah kau mau menjadi kekasih ku ?” ucapnya dengan lancar meskipun detak jantungnya tak beraturan saat mengucapkannya.


Mark tersenyum simpul mendengarkan pengakuan gadis tersebut.

__ADS_1


“Nona Michelle, terimakasih sudah menaruh hati padaku tapi maaf aku sudah ada seseorang yang mengisi hatiku dan aku tak bisa menerima cintamu itu. Aku harap doakan bertemu dengan pria impianmu dalam waktu dekat ini.” ucapnya panjang lebar dengan halus tanpa menyinggung perasaan gadis itu.


Michelle merasa hancur saat pria yang disukainya menolaknya namun Ia tetap tegar di hadapannya dan tak ingin terlihat lemah.


“Baik, tuan Mark. Senang mengenal mu. Gadis yang mendapatkan dirimu benar gadis yang beruntung.” ucapnya singkat sembari tersenyum.


Ia pun langsung berbalik dan pergi dari sana. Setelah agak jauh, ia pun menangis jadinya atas penolakan Mark.


“Maaf, hanya Fiona yang akan mengisi hatiku selamanya tak ada yang bisa menggantikan dia.” gumam Mark merasa sedih menyakiti perasaan gadis itu tapi Ia juga tak bisa membohongi dirinya sendiri.


Satu bulan berlalu, karena setiap hari dia tak bisa melupakan sosok Fiona yang meskipun hanya sebentar kehadirannya namun berhasil mencuri semua ruang hatinya, membuat Mark mengambil langkah tegas yang menuai banyak kritikan pedas dan juga tajam untuknya.


“Fiona, hari ini kita menikah. Kita resmi sebagai pasangan suami istri.” ucapnya setelah pulang dari gereja dan melangsungkan pernikahannya yang hanya dihadiri oleh pendeta saja.


Namun ternyata berita pernikahannya itu tercium oleh media massa dan tersebar dengan cepat ke seluruh penjuru.


“Kau adalah istri ku selamanya.” ucapnya lagi lalu mencium bibir lilin Fiona.


Tak hanya itu, ia pun mengambil foto-fotonya bersama Fiona lalu mem-postingnya di media sosial.


Ia senang sekali pada hari ini dan tak memikirkan hal lainnya, atau pun pandangan serta komentar dunia nantinya setelah acara pernikahannya selesai.

__ADS_1


__ADS_2