My Magnificent Doll

My Magnificent Doll
Eps. 82 Fiona Berpamitan


__ADS_3

Sontak saja Mark segera turun dari mobil bahkan berlari menuju ke butik tersebut karena mendengar teriakan minta tolong.


Api berkobar dalam butik tersebut membakar setiap benda maupun sesuatu yang ada di sana.


“Argh... ada kebakaran, bagaimana ini ?” pekik Fiona melihat api yang mulai berkobar. “Seandainya saja ada Mark di sini. Dia pasti menyelamatkan ku.” ratapnya dalam hati sedih sekaligus hanya bisa melihat kobaran api yang mulai menjalar.


Mark masuk ke butik namun tempat itu bahkan kelihatan penuh asap. Api ada di mana-mana dan membakar semua baju di sana.


“Tuan, tolong tuan !” teriak nyonya Adelle sembari melambaikan tangan begitu melihat Mark sudah ada dalam butik.


Ia merasa beruntung sekali ada seseorang yang menyelamatkan dirinya.


Mark menatap ke seisi butik, masih menyempatkan diri untuk mencari manekin Fiona.


“Asapnya tebal dan mengganggu penglihatan.” gumamnya kesulitan mencari di sana.


“Tuan, tolong aku !” Nyonya Adelle kembali berteriak saat melihat api menjalar ke arah tempatnya berada.


Karena takut mereka itu bersembunyi di balik meja untuk menghindari dari api yang akan menyambar dirinya.


“Oh, nyonya itu perlu diselamatkan terlebih dulu.”


Mark pun kembali melangkah.


“Tenang nyonya aku akan menyelamatkan dirimu !” teriak Mark.

__ADS_1


Ia melihat api berada di depannya membakar beberapa baju di sana. Beberapa api menjalar di lantai membakar beberapa kayu dan bahan lainnya yang ada.


Mark tiba di tempat Nyonya Adelle berada.


“Ayo Nyonya ikuti aku.” ajak Mark setelah ia memadamkan api yang menghalangi jalan wanita tersebut dengan mengibas-ngibaskan jaket Besok itu dipakainya untuk memadamkan api di sana.


“Terimakasih tuan.”


Nyonya Adelle kemudian segera mengikuti Mark keluar dari sana.


Fiona yang berada di sana mendengar suara yang sangat familiar sekali di telinganya.


“Apakah itu Mark ?” batinnya tersenyum tipis. “Jadi dia mencariku sampai kemari ?” batinnya merasa senang karena akhirnya mereka bisa bertemu kembali.


“Berati aku harus memanggilnya baru dia akan mengerti keberadaanku di sini.” pikir Fiona.


Tepat di saat Mark berada di pintu dan akan keluar, Fiona mencoba segala upaya untuk mengeluarkan suaranya.


“Mark ! Mark ! Mark aku di sini tolong aku !” teriak Fiona yang akhirnya berhasil mengeluarkan suara setelah berusaha keras.


Mark Berhenti sejenak mendengarkan suara yang sangat familiar baginya.


“Fiona, apa itu kau ?” jawabnya ketika mengedarkan pandangan ke sekitar. Namun masih tetap tak bisa melihatnya dengan jelas karena terhalang oleh asap.


“Nyonya, keluarlah dulu. Aku akan mencoba memadamkan api di sini.” pintanya.

__ADS_1


Nyonya Adelle menganggukkan kepala. Wanita itu kemudian berlari keluar dari butiknya.


“Di sana alat pemadam kebakaran nya.” Mark mencari keberadaan alat tersebut dan menemukannya di sudut ruangan.


Dengan cepat ia mengambil alat tersebut dan menyemprotkan ke seisi ruangan.


Klang.


Alat pemadam kebakaran di tangannya ketika jatuh ke lantai setelah api padam dan semua di sana sudah mulai terlihat.


“Fiona !” Mark segera berlari menuju ke tempat Fiona yang sebelumnya berada di tengah kobaran api. “Tidak !” teriak Mark histeris saat menemukan kekasihnya itu dalam kondisi terbakar.


Bagian separuh tubuhnya sudah meleleh menyisakan bagian separuh badan ke atas.


“Fiona....” Mark sampai terjatuh di lantai. Lemas seketika. “Kenapa, kenapa ini terjadi padamu ?” Mark menangis sesenggukan sambil memeluk Fiona.


“Mark, aku senang bisa hadir dalam hidupmu. Maaf aku tak bisa menemanimu sampai akhir. Jika saja diberi kesempatan kedua di kehidupan berikutnya Aku berharap ingin kembali bertemu denganmu dan menjadi istrimu melahirkan banyak anak untukmu.” ucap Fiona dengan sisa-sisa kekuatan yang masih ada bersama dengan deraian air mata yang mengalir sampai memeluk erat Mark.


“Fiona, pulanglah bersama ku. Aku akan memperbaiki mu lagi seperti dulu.”


Fiona menggelengkan kepala sembari tersenyum kecil dengan buliran air mata yang makin deras mengalir.


“Tidak Mark, aku merasa seluruh tubuh ku sakit semua. Mungkin ini sudah waktunya. Jaga diri mu baik-baik untukku. Aku berharap kau segera menemukan wanita pendamping hidup mu.”


Setelah berkata demikian Fiona memejamkan mata. Ia tak bangun meski Mark mengguncang tubuhnya keras.

__ADS_1


“Tidak Fiona ! Jangan pergi !” teriaknya dengan menyayat hati bagi siapa saja yang mendengarnya. “Fiona...”


Mark kemudian keluar membawa tubuh Fiona dengan rasa sedih dan duka yang mendalam.


__ADS_2