
Mark duduk bersandar di dekat semua lukisannya yang sudah menjadi abu bersandar ke dinding. Ia jadi teringat pada ucapan Fiona tadi pagi saat ia mengantarkan gadis itu ke Stark Model.
“Fiona tadi bilang jika ia melihat Elvis menatap aneh ke galeri ku juga jam berapa waktu lalu dia bilang aku harus waspada padanya. Apa itu benar ?” gumamnya mencoba menghubungkan Elvis dengan perkataan Fiona.
“Tapi jika memang Elvis berniat buruk padaku mestinya ia tak akan memberitahu kan padaku telah terjadi kebakaran, bukan ?” gumamnya lagi karena orang pertama sekaligus yang banyak membantu saat kejadian tadi adalah Elvis.
Mark merenung dan berpikir tidak mungkin seorang Elvis yang sangat di percayainya juga baik hati padanya yang membakar galeri ini.
“Itu tidak mungkin. Elvis tidak seperti itu.” sanggahnya lagi dengan yakin.
Mark merasa sedih melihat galerinya yang sudah terbakar dan memerlukan renovasi, terlebih lagi tak ada satu pun lukisannya yang selamat dalam peristiwa kebakaran ini. Karena tak mau larut dalam kesedihannya jika terus berada di sana maka ia pun memutuskan untuk pulang ke rumah sambil menunggu waktu untuk menjemput Fiona pulang.
Berita tentang peristiwa kebakaran galeri Mark pun cepat beredar bahkan ada beberapa reporter yang meliputi kejadian tersebut dan berita itu kali ini tayang di semua stasiun televisi.
“Astaga... bukankah tuan Mark adalah owner dari Fiona ?” gumam Pearl terkejut saat tak sengaja melihat tayangan berita kali ini dan sangat menyayangkan sekali hal itu.
__ADS_1
Ia pun kemudian kembali masuk ke dressroom untuk mengganti baju para patung lilin yang ada di sana karena sebentar lagi akan ada reporter yang datang untuk meliput desain khusus Stark Model yang bertemakan Winter.
“Fiona aku ikut merasa sedih dengan peristiwa kebakaran yang menimpa galeri owner mu, tuan Mark.” ucap Pearl sembari mengganti baju Fiona saat ini dengan mantel tebal desainnya.
Fiona tampak terkejut mendengar cerita dari desainer nya. “Tuan apa benar yang dikatakan oleh nona Pearl ? Aku harap itu tidaklah benar.” batinnya ikut merasa sedih jika hal itu benar terjadi karena ia tahu hari ini Tuhannya itu banyak membawa lukisannya ke galeri.
Sore hari Mark menjemput Fiona setelah beberapa reporter mendatangi rumahnya dan melakukan interview terkait peristiwa kebakaran yang terjadi pada galerinya untuk mengklarifikasinya.
“Permisi nona, aku mau mengambil Fiona.” ucap Mark setibanya di Stark Model pada salah satu staf yang ada di sana.
“Baik, terima kasih.” Mark segera menuju ke ruangan yang ditunjuk oleh staf tadi dan segera membawa Fiona yang masih memakai mantel biru tebal yang membuatnya terlihat cantik.
“Tuan, aku mendengar desas-desus tentang kebakaran galerimu apa itu benar ?” tanya Fiona setelah mobil melaju di jalanan.
Mark meskipun berusaha menyembunyikan kesedihannya namun sisa kesedihannya itu masih tampak di raut wajahnya.
__ADS_1
“Ya, itu bukan sekedar desas-desus saja. Galeri ku terbakar dan semua lukisanku tak ada yang tersisa.” jelas Mark berusaha tegar di depan Fiona. Bukan karena banyaknya materi yang harus ia tanggung karena kerugian atas peristiwa kebakaran itu, melainkan tak ingin terlihat lemah di depan Fiona.
“Tuan bagaimana dengan penyelidikannya apakah itu murni kebakaran karena korsleting atau hal lainnya ataukah mungkin ada seseorang yang sengaja membakarnya ?” tanya Fiona mencecar pertanyaan.
“Belum ada hasil penyelidikan terkait dari kepolisian dan aku masih menunggunya.”
“Tuan aku yakin Mungkin itu bukanlah kecelakaan tapi ada seseorang yang sengaja membakar galerimu. Mungkin saja itu Elvis.” ucap Fiona lagi.
Mark sudah menduga apa yang akan gadis itu ucapkan padanya yang selalu mencurigai temannya dan ia memilih tak meresponnya.
Setibanya mereka di rumah tiba-tiba Mark mendapatkan telepon yang ternyata adalah dari kantor kepolisian.
“Tuan Mark kami sudah menemukan penyebab terjadinya kebakaran pada galeri anda. Ada seseorang yang dengan sengaja membakar galeri anda.” ucap seorang petugas kepolisian dalam sambungan telepon namun mereka belum bisa memastikan siapa tepatnya pelakunya.
Mark terdiam tak percaya setelah panggilan telepon terputus dan ia menatap Fiona dengan tatapan kosong.
__ADS_1
“Tuan ada apa ?”