My Possessive Lecturer

My Possessive Lecturer
Part 23


__ADS_3

"Untuk sementara waktu, kalian akan tinggal di rumah kami" Ujar tegas Adam menatap bergantian Erlan dan Lilly.


"Terserah Daddy saja" Pasrah Erlan.


Lebih baik Erlan mengikuti kemauan orang tua nya dari pada ia harus di pisahkan dengan Lilly karena takut dia muncul kembali dan menyakiti Lilly lagi.


"Barang-barang nya sudah di kemas semua, tuan"


"Hum terima kasih, dan bawa barang-barang itu ke mobil satu nya" Sahut Adam.


Wanita yang menjadi pelayan di rumah nya itu mengangguk patuh. Di bantu dengan seorang penjaga kini pakaian Erlan dan Lilly pun telah di bawa oleh mereka.


"Ada yang perlu di bawa lagi?" Tanya Adam memastikan.


Erlan menggeleng, namun tidak dengan Lilly yang sejak pagi tadi keluar dari rumah sakit terus diam.


"Ly?"


Lilly masih diam, seperti nya gadis itu sedang memikirkan sesuatu. Alhasil kini tangan Erlan menepuk pelan bahu Lilly dan memberikan usapan pada punggung nya saat gadis tersentak kaget.


"Daddy tadi tanya, ada yang mau di bawa lagi?" Ucap Erlan mengulang perkataan Adam.


Lilly menggeleng dan menatap Adam. "Tidak ada, Dad"


Adam pun mengangguk. "Baiklah ayo"


Dua pasang suami-istri itu berjalan beriringan keluar dari rumah besar milik Erlan. Tak bisa di pungkiri untuk sampai ke pintu utama saja memakan waktu sekitar tiga menit.


"Aku bawa mobil sendiri 'ya Dad sama Lilly"


Adam mengangguk, kemudian pria itu masuk ke mobil nya. Begitu pun dengan Erlan dan Lilly.


"Kamu mikirin apa hum?" Tanya Erlan seraya membawa tangan Lilly ke dalam genggaman nya.


"Tidak ada"


Erlan melirik Lilly lewat ekor mata nya. Mobil pria itu terus melaju mengikuti mobil orang tua nya di depan sana.

__ADS_1


Tiba-tiba saja pria itu mengecup punggung tangan Lilly, membuat sang pemilik langsung menatap nya.


"Kamu pasti lagi mikirin sesuatu. Ga biasa nya kamu diam seperti ini"


Lilly menghempaskan punggung nya pada sandaran jok mobil itu. Helaan napas yang terdengar berat itu keluar dari sela bibir Lilly.


"Mommy memberi pilihan untuk ku" Ujar Lilly pada akhirnya. Mata nya menerawang begitu jauh ke luar mobil.


Sedangkan Erlan? Begitu mendengar perkataan Lilly seketika fokus nya terpecah. "Pilihan apa?"


"Berpisah dengan mu"


Ckitt..!! Dugh!!


"Awwstt.." Ringis Lilly begitu kening nya terbentur dashboard mobil karena Erlan yang tiba-tiba saja menghentikan mobil nya.


"Apa maksud mu?" Desis geram Erlan memegang kedua bahu Lilly.


"Kamu gila!" Sentak marah Lilly. "Bagaimana kalau di belakang ada mobil lain? Bagaimana--"


"Jelaskan Lilly!" Potong membentak Erlan.


Pegangan pada bahu Lilly mengendur, seketika tubuh Erlan rasa nya seperti tak bertulang. Ada apa dengan Mommy nya? Bukan kah dari awal dia memang tau bahwa Lilly tidak menyukai nya?


Lalu kenapa sekarang malah begini? Apa karena dia menyakiti Lilly? Atau kenapa? Erlan butuh penjelasan!


"Setelah aku pikirkan, memang lebih baik kita berpisah secara baik-baik agar--"


"Tidak! Tidak akan pernah!" Potong Erlan berteriak. "Kita tidak akan pernah berpisah sampai mau memisahkan!"


"Tapi--"


"Aku tidak peduli untuk saat ini kamu mencintai aku atau tidak, dan aku percaya bahwa suatu saat nanti kamu akan sangat mencintai ku!"


Lilly terdiam, mata nya menelisik wajah memerah karena marah suami nya. Tangan Erlan pun kini sudah meremat kuat setir nya.


"Aku akan bicara pada Mommy!" Ujar berat Eelan sebelum pada akhirnya pria itu kembali melajukan mobil nya.

__ADS_1


*


"Apa maksud Mommy ngasih pilihan seperti itu untuk Lilly?" Tanya Erlan yang baru saja mengantarkan Lilly ke kamar nya.


"Lilly sudah bilang pada mu?"


Erlan hanya mengangguk tipis dengan tatapan datar nya. Sungguh ia ingin memarahi sang Mommy tetapi dia tidak bisa seperti itu.


"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya bingung Adam.


"Hum singkat saja, pagi itu Mommy mengajak Lilly untuk bersantai di taman rumah sakit dan kita bertemu dengan kekasih Lilly--"


"Mantan kekasih" Potong Erlan menahan kekesalan nya.


"Hah.. Entah lah, Lilly saja tidak bilang Mantan Kekasih berarti mereka masih menjalin hubungan"


Tangan Erlan terkepal, jadi hari itu dia merasakan perbedaan pada Lilly dan Mommy nya karena bertemu dengan Nico?


"Bahkan sampai saat ini Lilly masih menjalin hubungan dengan pria lain, lalu bagaimana dengan mu?"


"Sejak awal aku tidak peduli, selagi Lilly sudah menjadi milik ku. Maka aku tidak peduli akan hal itu!"


Moon menggeleng pelan, mata nya menatap miris sang putra yang jatuh hati pada seorang perempuan yang jelas-jelas tidak bisa membuka hati untuk nya.


"Sampai kapan kamu akan menjadi pria bodoh, Lan?"


"Aku percaya, Lilly akan mencintai ku sangat mencintai ku!"


Sedangkan di dalam kamar Erlan, lebih tepat nya di balik pintu kamar itu..


Lilly menangis, gadis itu menangis seraya memegang dada nya yang terasa sesak. Obrolan macam apa yang tadi ia dengar?


Apa sekarang Moon membenci nya? Apa diri nya sekejam itu pada Erlan? Dan Erlan, kenapa pria itu bersikeras untuk mempertahankan nya?


Padahal sudah jelas-jelas ia menyelingkuhi Erlan dan tak memperdulikan pria itu selama pernikahan mereka.


"Kenapa rasa nya sesak hikss.. Harus nya aku merasa lega hikss dengan begini aku tidak perlu memikirkan alasan untuk mengajukan surat perceraian itu hikss.."

__ADS_1


Tubuh Lilly meluruh ke lantai, tangan nya memukul pelan dada nya. "Kenapa sesak sekali hikss.."


...****************...


__ADS_2