
Lilly terkapar lemas di atas kasur yang berantakan itu, mata nya terpejam bersamaan dengan napas nya yang berangsur teratur.
Sedangkan di belakang nya, Erlan pun ikut memejamkan mata nya namun sesekali bibir nya terus mengecupi tengkuk Lilly.
"Jangan tidur dulu, honey. Ayo mandi dan makan" Ujar Erlan seraya mengangkat setengah tubuh nya.
Merapihkan surai Lilly yang menutupi wajah nya, lalu Erlan mengecup pipi berisi itu. "Ayo bangun"
"Sana ah jangan ganggu" Ucap parau Lilly, menarik selimut hingga menutupi kepala nya.
"Sweety.." Erlan menarik selimut tersebut dan kembali mengecupi pipi sang istri. "Kalau ga mau mandi, ayo makan dulu bentar"
"Ish Erlan!!" Raung kesal Lilly. Terlebih lagi saat tiba-tiba saja pria itu mengangkat tubuh nya hingga dengan terpaksa Lilly membuka kelopak mata nya yang terasa begitu menempel.
"Mau mandi atau makan aja?" Tanya Erlan membuyarkan tatapan tajam sang istri.
"Mandi!" Sahut ketus Lilly.
Erlan yang mengerti pun langsung melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi lalu mendudukkan tubuh Lilly di wastafel.
"Tunggu bentar, aku siapin air hangat nya dulu"
Lilly hanya mengangguk malas, kepala nya menunduk mencoba mengurangi rasa ngantuk nya. Tubuh nya pun tak bergerak karena terasa begitu sakit dan nyeri di bagian inti nya.
"Ayo mandi"
Lilly kembali mengangkat pandangan nya dan saat itu juga Erlan menurunkan tubuh nya dari wastafel.
"Buka baju nya"
Mendengar perkataan Erlan sontak saja kedua tangan Lilly menyilang di depan dada di iringi tatapan tajam nya.
Melihat hal itu berhasil membuat Erlan terkekeh pelan. Ayolah Erlan sudah melihat semua nya, tidak tertinggal sejengkal pun.
"Tunggu apa lagi? Sana keluar!" Usir ketus Lilly.
"Aku juga mau mandi, honey" Jawab lembut Erlan yang berniat melepaskan kancing kemeja milik nya yang tadi ia pakai kan di tubuh Lilly.
Namun langsung di sentak begitu saja oleh Lilly. "Apaan sih, sana keluar! Mandi nya gantian!"
__ADS_1
"Kelamaan, aku sudah sangat lapar"
Tanpa rasa malu Erlan melepaskan boxer nya dengan begitu santai di hadapan Lilly hingga kini tubuh nya tidak tertutup apapun sehelai benang pun.
"Erlan!!" Pekik Lilly memalingkan wajah nya.
Tanpa berkata-kata lagi Erlan kembali mengangkat tubuh Lilly dan membawa nya di dalam bathtub yang sudah di isi air hangat itu.
"Shhh.." Ringis Lilly begitu merasakan air hangat tersebut.
Tak sulit bagi Erlan melepaskan kemeja kebesaran di tubuh Lilly yaitu dengan menarik nya paksa hingga kancing kemeja itu berhamburan.
"Ya!!" Lilly kembali memekik, tangan nya langsung menyilang menutupi gunung nya saat kemeja itu sudah tergeletak di lantai sana.
"Kamu kelamaan, udah tau aku orang nya ga sabaran" Dengus Erlan yang ikut masuk ke dalam bathtub itu.
Lagi-lagi Lilly memekik, posisi nya dengan Erlan begitu rapat karena pria itu duduk di belakang nya.
Tangan Erlan pun melingkar di perut polos Lilly di dalam air sana, dan dagu nya bersandar di bahu Lilly.
"Jangan kurang ajar ya! Lepasin!" Geram Lilly
"Gapapa kurang ajar sama istri sendiri" Sahut cepat Erlan yang mulai mengecupi bahu putih itu.
"Iya-iya maaf, ayo mandi dengan benar"
.
.
Usai sudah drama di dalam kamar mandi itu, kini sepasang suami-istri tersebut sudah berada di ruang makan.
"Lho bibi kok belum istirahat?" Tanya bingung Erlan saat melihat kepala pelayan di rumah nya belum kembali ke paviliun khusus yang telah di sediakan untuk para pelayan beristirahat.
"Bibi menunggu tuan dan nona"
Sejenak Erlan dan Lilly saling bertatapan hingga akhirnya Lilly memutus tatapan itu dan menatap tak enak ke arah pelayan tersebut.
"Kenapa bibi nunggu kami? Harusnya bibi istirahat saja"
__ADS_1
"Nona dan tuan belum makan, jadi bibi sengaja menunggu untuk memanaskan makanan nya"
"Astaga bi, aku bisa melakukan nya sendiri"
"Tidak apa nona, bibi panaskan makanan nya dulu 'ya?"
Pada akhirnya Lilly mengangguk, sungguh ia merasa tidak enak. Walaupun Lilly terkenal dengan ketidaksopanan nya, tetapi jika pada para pelayan terutama yang sudah berumur akan menjadi pengecualian untuk Lilly.
"Ada makanan tambahan yang ingin tuan atau nona makan?"
"Tidak bi" Sahut pasutri itu secara bersamaan.
Makanan pun kembali di panaskan, tak butuh waktu lama kini makanan tersebut sudah tersaji di meja makan.
"Bibi boleh beristirahat, nanti Lilly yang akan membereskan ini" Ujar Erlan.
Walaupun Lilly sempat melayangkan tatapan kesal nya pada Erlan, tetapi begitu melihat pelayan tersebut senyum tipis langsung terukir di wajah Lilly.
"Iya bi, istirahat saja" Timpal Lilly.
"Baiklah selamat menikmati makanan nya tuan, nona. Bibi pamit untuk istirahat"
Erlan dan Lilly mengangguk, pelayan tersebut pun sudah berlalu meninggalkan ruang makan. Kini yang tersisa hanya sepasang pasutri yang kelaparan di jam sembilan malam itu.
Tanpa basa-basi lagi Lilly langsung menyendok makanan nya dengan menahan rasa nyeri yang masih menyerang nya.
Baru saja berniat untuk menyuap, tiba-tiba deheman Erlan menghentikan gerakan nya.
"Makanan untuk ku, mana?" Tanya Erlan.
"Makanan di depan mu banyak, ambil sendiri!" Ketus Lilly yang kembali mengangkat sendok berisi makanan tersebut.
Namun arah tangan nya langsung berubah begitu Erlan menarik lengan nya dan pria itu lah yang memakan makanan yang ada di sendok tersebut.
"Mau sepiring berdua hum?" Tanya Erlan di sela kunyahan nya.
Lilly yang kesal pun lantas mengambil piring kosong pria itu. Menyendok begitu banyak nasi beserta lauk pauk nya hingga piring Erlan benar-benar penuh.
Ting!
__ADS_1
Lilly menaruh kasar sendok di piring Erlan. "Silahkan di makan dan di habiskan, tuan!"
...****************...