My Possessive Lecturer

My Possessive Lecturer
Part 61


__ADS_3

Ujian akhir semester telah usai, para mahasiswa di universitas ternama itu kini masing-masing sibuk merapihkan buku-buku nya untuk di bawa pulang selama libur semester ini.


Sama hal nya dengan Lilly beserta sahabat nya. Bukan hanya membereskan buku tetapi ketiga perempuan itu sangat antusias membahas persiapan apa saja yang akan di bawa ke pulau jeju, namun tidak dengan Lilly.


Wanita itu semakin hari terlihat semakin pendiam, jelas itu bukan lah Lilly sang Queen Bullying yang di segani oleh para mahasiswa.


"Kamu jadi ikut 'kan Ly?" Tanya Alena memastikan Lilly yang tidak menyahut obrolan mereka sama sekali.


Lilly mengangguk. "Ikut"


"Beneran lho 'ya?" Ulang Brita tak yakin.


Lilly memutar bola mata nya jengah. "Iya Brita, iya aku ikut"


"Oke lah, kalau gitu aku pesan tiket nya dari sekarang!" Putus nya antusias.


"Aku--"


Lilly yang hendak kembali bersuara itu seketika terhenti kala suara ribut segerombolan wanita yang baru saja memasuki kelas mengusik nya.


"Gila ga sih? Tadi kekasih Mr.Erlan?"


"Ga tau anjirr! Gue kesel nih liat nya!"


"Gaya nya elegan banget, belum lagi semua yang dia pakai tadi kayak nya brand ternama semua gilaa!!"


"Tangan Mr.Erlan itu lho, seharusnya ngerangkul pinggang gue bukan pinggang wanita itu!"


"Mending lo sadar diri deh, body wanita itu mirip gitar spanyol sedangkan lo?"


Tangan Lilly seketika terkepal mendengar bisik-bisik tetangga yang begitu panas itu. Bukan hanya segerombolan wanita itu, tetapi hampir satu kelas nya membicarakan hal tersebut.

__ADS_1


"Gila? Beneran!" Hardik Brita yang entah sejak bergabung dengan para wanita tukang rumpi itu dan kini kembali ke tempat nya.


"Apa?" Tanya Alena penasaran.


"Barusan mereka liat perempuan katanya cantik, dia nyariin Mr.Erlan dan pas ketemu Mr.Erlan ngerangkul mesra pinggang tuh perempuan!"


Lilly diam mendengarkan semua ucapan orang-orang di depan, samping dan belakang nya dengan rahang mengetat.


Selama beberapa saat Lilly harus bisa mengontrol emosi nya jangan sampai ia mengamuk saat ini juga yang membuat harga diri nya jatuh.


"Ly?" Panggil Elena menyadarkan Lilly dari keterdiaman nya.


"Hm"


"Kamu gapapa?"


Lilly menggeleng samar. "Gapapa, kenapa?"


"Kita akan berpisah tiga hari lagi, jadi terserah dia" Potong Lilly dengan nada santai.


Setelah nya wanita itu langsung bangun dengan tas di punggung nya dan beberapa buku di tangan nya.


"Eh Ly--"


"Aku ke toilet dulu kalian kalau mau pulang duluan aja" Potong Lilly sebelum Brita melanjutkan perkataan nya.


*


Toilet? Tidak! Saat ini Lilly tidak berada di toilet melainkan berada di dalam mobil nya yang masih terparkir di parkiran kampus nya.


"Beneran ingin berpisah dengan ku, huh?" Gumam geram Lilly meremat setir nya dengan tatapan lurus ke depan.

__ADS_1


Bukan tanpa arah, tetapi kini mata elang itu tengah menangkap sosok pria dan wanita yang berdiri di depan mobil yang Lilly yakini milik si wanita tersebut.


Erlan dan wanita yang di bicarakan teman sekelas nya 'ya itu lah pria dan wanita tersebut. Terlihat dengan jelas Erlan bercanda dan tertawa bersama wanita itu.


Sesekali Erlan merapihkan rambut wanita di hadapan nya yang tertiup angin nakal hingga menutupi wajah cantik nan dewasa nya.


Semakin terbakar api cemburu tanpa sadar Lilly menekan bagian klakson hingga menimbulkan suara yang cukup keras.


Dan hal itu pun berhasil mengalihkan pandangan dua manusia itu dan juga beberapa mahasiswa yang sebelum nya memperhatikan Erlan dan wanita tersebut.


"Siall!!" Umpat malu Lilly.


Tanpa menunggu lagi wanita itu langsung menghidupkan mesin mobil nya dan berlalu meninggalkan parkiran kampus saat mata Erlan tertuju pada mobil nya yang Lilly yakinkan bahwa Erlan tau diri nya lah yang berada di dalam mobil.


"Siapa itu?" Tanya wanita itu kala melihat mobil Lilly membelah padat nya para mahasiswa yang sedang berjalan keluar dari universitas tersebut.


"Entah lah" Jawab Erlan.


Wanita itu pun kembali menatap wajah tampan Erlan yang mata nya terus tertuju ke arah mobil tadi melaju.


"Your wife?" Tebak wanita itu membuat Erlan langsung menatap nya.


Lama tak menjawab sampai akhir nya Erlan kembali mengeluarkan suara nya namun bukan jawaban atas tebakan wanita itu.


"Sudah lah sekarang kamu masuk mobil lebih dulu, aku harus mengambil tas dan handphone di ruangan ku"


"Jadi kamu beneran mau nemenin aku?"


Erlan mengangguk dan menepuk-nepuk bahu wanita itu.


"Iya Yasmine.."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2