
Tubuh Lilly menekuk menahan rasa sakit pada pinggang nya yang di cengkraman begitu kuat oleh Arlan. Tanpa belas kasihan bahkan kini Arlan memepetkan tubuh Lilly ke tembok lalu menekan nya di sana.
"Erghh,, Sa-sakit.. Maaf hikss.." Isak nya tak kuat lagi menahan sakit.
"Jangan bermain dengan ku, honey" Bisik Arlan. "Bahkan dari napas mu saja aku sudah tau kamu ingin melumpuhkan ku"
Lilly menggeleng pelan. "Maaf hikss.. A-aku hanya ingin pulang dan aku harus kuliah hikss.."
"Kuliah? Sejak kapan kamu memikirkan kuliah?" Tanya sinis Arlan. "Bahkan selama kuliah tidak ada satu pun materi yang menyarang di otak cantik mu itu!"
Lilly tak mampu berkata-kata, tangan nya mencoba menahan cengkraman Arlan pada pinggang nya. "Sakit hikss.."
Sebelah tangan Erlan melepaskan cengkraman pada pinggang Lilly kemudian berganti mengumpulkan rambut Lilly ke sebelah kiri leher nya.
Menghirup dalam aroma tubuh itu melalui leher putih di hadapan nya, perlahan cengkraman di sebelah nya pun terlepas berganti dengan belitan pada perut nya.
"Jangan memancing emosi ku, honey. Aku benar-benar sedang marah saat ini" Bisik nya.
Lilly tidak tak berkutik, pipi nya dan tubuh nya menempel dengan tembok di depan nya. Lalu di belakang tubuh nya ada tubuh Arlan yang terus memepet nya.
Sesaat hanya terdengar deru napas berat Arlan yang berada tepat di samping telinga Lilly dan Lilly yang terus menenangkan diri nya, menahan tangis nya.
"Beri aku ruang, napas ku sesak" Ucap Lilly yang terdengar seperti bisikan.
"Beri aku ciuman, baru setelah itu aku lepaskan" Sahut Arlan.
Lilly kembali diam dan hal itu pun membuat Arlan mendecih kesal.
__ADS_1
"Sudah lah biar aku saja yang memberikan ciuman untuk mu!"
Secepat kilat Arlan membalik tubuh Lilly hingga menghadap nya, tidak memberikan celah sedikit pun Arlan langsung melahap bibir tipis tanpa polesan lipstik itu.
"Eemhhh..!!" Erang kaget Lilly menahan dada Arlan.
Tangan nya pun di tahan di atas kepala oleh Arlan agar tidak menganggu kegiatan nya. Suara decapan khas antar dua bibir itu memenuhi ruang makan villa pribadi tersebut.
"Emmmhh!!" Lilly memberontak, pasokan napas nya semakin menipis karena rakus nya lum*tan Arlan.
Menghentikan kegiatan nya Arlan pun menyatukan kening mereka lalu mengusap bibir Lilly yang sedikit membengkak akibat ulah nya.
"Ternyata sangat manis.." Bisik nya berat. Untuk pertama kali nya Arlan merasakan bibir yang terus bergerak membantah nya.
Lilly mengacuhkan segala ucapan dan bisikan Arlan, diri nya sibuk menetralkan napas nya yang terasa sesak itu.
"Aku lapar"
Arlan terkekeh, bibir nya yang seharusnya menempel dengan bibit Lilly kini malah mengecup pipi itu.
"Baiklah ayo makan" Putus Arlan.
Berbalik merengkuh pinggang Lilly yang langsung di hadiahi rintihan kesakitan dari bibir itu. Arlan pun menghentikan gerakan nya.
"Sakit?"
Wajah menahan sakit itu seketika berubah sinis, masih perlukah pria itu bertanya rasa nya seperti apa?
__ADS_1
Tetapi belum sempat Lilly menyahut tiba-tiba saja tangan Arlan mengangkat baju nya hingga terekspos lah perut nya dan kedua sisi pinggang yang membiru.
"Hei--"
"Ini akibat nya karena melawan ku" Potong Arlan mengusap pinggang membiru itu.
Menyentak tangan Arlan laly merapihkan kembali baju nya, Lilly pun berjalan lebih dulu ke arah meja makan.
"Honey.." Panggil Arlan penuh peringatan.
Pasrah, Lilly pun memutar langkah nya dan menghampiri pria yang masih diam di posisi nya.
Tanpa di duga, senyum yang tak pernah terlihat di wajah itu ketika alter ego menguasai tubuh Erlan seketika terukir di wajah tampan itu.
"Mari kita makan!" Seru alter ego itu dengan nada riang.
Menggandeng tangan Queen dan menuntun nya ke arah meja makan dan hal itu pun membuat Lilly menganga kaget.
"Astaga jangan bilang kepribadian ganda nya bukan cuma satu alter ego.." Batin takut Lilly.
Karena pernah ia membaca informasi terkait gangguan DID, dimana penderita nya bisa memiliki kepribadian lebih dari dua.
"Nah,, ayo makan setelah itu kita bermain di pantai" Seru Arlan lagi seraya mendudukkan Lilly di sebelah nya.
...****************...
.
__ADS_1
Maaf author jarang up, soalnya lagi fokus buat namatin novel sebelah "Don't touch my baby!"