
"Lala, adik mu" Ujar sendu Aili dengan kedua tangan yang memegang bahu Lala.
"Adik ku?" Ulang Lilly seraya menatap bergantian wajah orang-orang di depan nya
Aili mengangguk begitu pun dengan yang lain, tetapi yang paling Lilly tunggu adalah jawaban dari Erlan.
"Iya sayang, ini Lala adik mu" Timpal Erlan.
Lilly tersenyum tipis dan mengangkat tangan nya hendak menyentuh tangan Lala, tetapi gadis itu memundurkan diri nya.
Melihat itu Lilly terdiam, mencoba mencerna sesuatu yang terjadi di sini.
"Lala.." Gumam sedih Aili.
"Kenapa? Sebelum nya kita tidak musuhan kah?" Tanya Lilly begitu saja karena terselip perasaan sedih saat melihat Lala menjauh dari nya.
Sedangkan mata Lala yang semula menatap Lilly penuh kekecewaan kini beralih menatap sang Mama.
"Jangan seperti ini, Mama sedih" Bisik lirih Aili. Tak kuat jika harus melihat kedua anak nya tidak akur.
"La.."
Mata Lala pun beralih menatap Erlan yang tengah menatap nya dengan tatapan lembut penuh permohonan.
"Apa aku ada salah sana kamu sebelum nya?" Tanya Lilly lagi. "Kalau ada aku minta maaf ya.."
Mendengar dan melihat ekspresi Lilly membuat air mata Aili yang baru saja berhenti menetes itu kembali menetes.
Tatapan lembut, ekspresi yang murung dan nada yang terdengar putus asa yang keluar dari mulut Lilly itu membuat Aili semakin terluka kala mengingat kerasnya Lilly pada diri nya dan Alm.suami nya dahulu.
Lilly terdiam memperhatikan semua nya, kenapa hatinya terasa begitu sesak? Tanpa sadar air mata wanita itu menetes dan hal itu yang di sadari oleh Erlan pun dengan cepat Erlan memeluk kepala Lilly dan mengusap surai nya.
__ADS_1
"Stt,, jangan pikirkan apapun. Lala hanya terlalu senang karena akhirnya kamu sadar" Ucap lembut Erlan.
"Peluk kakak mu, La. Dia merindukan mu hikss.." Isak Aili mencoba meruntuhkan kebencian putri bungsu nya kepala kakak nya sendiri.
"Semua ini sudah takdir sayang, sudah jalan nya seperti ini jangan buat Papa tidak tenang hikss.." Aili berbisik begitu lirih mengusap surai Lala penuh kasih sayang.
Sampai akhirnya gadis itu terisak dan langsung memeluk erat tubuh Lilly yang baru sama terlepas dari pelukan Erlan.
"Hikss,, kak Lilly hikss.."
Lilly terdiam sesaat, mata nya melirik Erlan dan pria itu pun langsung mengangguk dengan senyum tipis nya.
Perlahan Lilly membalas pelukan Lala dan mengusap punggung gadis belia itu, Lilly dapat merasakan perasaan hangat sama seperti saat Aili memeluk nya.
"Adik ku..?"
"Iya hikss,, Lala adik kak Lilly hikss.." Jawab Lala terisak. "Jangan sakit lagi kak, jangan terluka lagi hikss.."
*
Usai sudah kesedihan itu dengan ikhlas nya si bungsu atas kepergian sang Papa yang memang sudah takdir dan jalan nya.
Yang membuat Lala sadar karena perkataan Erlan dan kondisi sang Mama, jelas Lala tau Mama nya tidak ingin melihat diri nya seperti ini.
"Bagaimana kondisi mu, Ly?" Tanya Adam membuka percakapan.
"Emm, baik Dad" Jawab Lilly belum terbiasa akan panggilan itu.
"Kondisi Lilly semakin membaik tetapi tetap saja jika dia memaksa untuk mengingat sesuatu maka itu akan mempengaruhi kondisi tubuh nya" Timpal Erlan.
"Kamu tidak perlu memikirkan apapun sayang, kami keluarga mu dan Erlan suami mu" Sahut Aili mengusap surai Lilly yang duduk di atas ranjang rawat itu.
__ADS_1
Lilly mengangguk mengerti, tetapi mata nya menunjukkan sesuatu yang ingin ia tanyakan namun ia ragu untuk menanyakan nya.
"Ada apa, tanyakan saja" Ujar Erlan yang peka terhadap tatapan Lilly.
"Emm,, kalau Daddy dan Mommy mertua ku lalu Mama dan Lala adik ku.. Emm dimana Papa ku?"
Deg!
Saat itu juga mereka terdiam membisu, cukup sudah tangis dua hari ini bahkan tanah kuburan Erick pun masih basah.
"Papa mu--"
"Papa sudah tiada"
"Lala!" Pekik mereka bersamaan. Kaget tentu nya mereka kaget mendengar ucapan Lala.
"Tiada?.." Ulang Lilly, wajah nya seketika murung dan hal itu membuat para keluarga khawatir.
"Hm, Papa sudah tiada dua hari yang lalu" Jawab Lala.
"A-apa?"
Kacau sudah, memang sebaiknya mereka menyuruh Lala untuk tetap di rumah dari pada ikut ke rumah sakit ini.
"A-apa maksud nya? Jelaskan pada ku" Lilly menatap para keluarga nya yang hanya diam hingga mata nya terhenti pada sosok suami siaga nya itu. "Erlan, jelaskan pada ku..!"
Erlan tak langsung menjawab, pria itu menatap keluarga nya yang hanya diam membungkam. Sampai akhirnya Lala kembali bersuara.
"Papa memiliki riwayat penyakit jantung dan semenjak kak Lilly koman penyakit itu terus kambuh sampai akhirnya Papa terkena serangan jantung karena mendengar kondisi kak Lilly yang semakin kritis tiga hari lalu"
Menit itu juga tubuh Lilly melemas dan hampir terbaring begitu saja jika Erlan tidak menahan nya. "Papa.."
__ADS_1
...****************...