
Kicauan burung dan sinar matahari yang menembus lewat gorden membangunkan Lilly dari tidur nyenyak nya.
Tangan wanita itu bergerak meraba kasur di sisi kiri dan kanan, mencari sesuatu hingga membuat kelopak mata nya yang masih terasa berat terpaksa harus terbuka saat tidak menemukan tubuh sang suami di atas kasur.
Lilly mengedarkan pandangannya mencari sosok Erlan di kamar itu, tetapi tidak ada. Mata nya pun tertuju pada jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.
"Erlan.." Panggil nya seraya turun dari kasur.
Baru saja Lilly melangkah, tiba-tiba sosok yang sejak bangun ia cari kini keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang di balut handuk kimono.
"Erlan?" Panggil Lilly dengan raut kaget saat melihat tubuh Erlan yang menggigil kedinginan.
"Sa-sayang hatchu..!"
"Astaga kamu kenapa?" Panik Lilly mendekati Erlan dan menuntun tubuh kekar itu untuk duduk di tepi kasur.
Setelah nya Lilly pun memegang kening Erlan yang terasa cukup hangat. "Kamu demam.."
"Hatchu..!" Erlan kembali bersin, hidung sudah memerah dan mata nya terlihat begitu sayu. Jangan lupa air yang masih menetes dari rambut nya.
"Aku gapapa sayang.." Ujar bergetar Erlan dengan tangan yang saling menggosok menghilangkan rasa dingin.
"Udah tau sakit, kenapa mandi huh?!" Kesal Lilly.
"Aku gapapa, bukti nya semalam aja aku baik-baik aja--Hatchu..!"
__ADS_1
"Ck, baik-baik mata mu!" Hardik kesal Lilly.
Setelah nya wanita itu masuk ke kamar mandi meninggalkan Erlan di tempat nya yang tengah menunduk.
"Andai kamu tau semalam aku tidak bisa tidur karena mu, dan pagi sekali aku harus menuntaskan nya. Itu tidak enak.." Batin Erlan di iringi helaan napas nya.
Memang benar, semalaman Erlan tidak bisa tidur karena Lilly. Lebih tepat nya karena wanita itu melepas piyama nya dan menyisakan kacamata penutup gunung nya saja.
Belum lagi Lilly memeluk tubuh nya begitu erat membuat Erlan harus menahan mati-matian hasrat nya. Mau bagaimana pun kondisi Lilly belum benar-benar pulih jadi ia harus menahan nya, menurutnya..
Dan berakhir lah Erlan yang memasuki kamar mandi sejak pukul empat dini hari dan baru saja keluar saat ini.
Erlan berniat mengangkat pandangan nya saat melihat kaki Lilly yang terhenti di depan nya, namun gerakan nya tertahan saat merasakan tangan Lilly bergerak menggosok rambut nya dengan handuk kecil.
"Jangan seperti anak kecil yang harus di ingatkan untuk tidak keramas saat sedang flu!" Celoteh Lilly masih dengan nada jengkel nya.
Selama mengeringkan rambut nya beberapa kali Erlan terus bersin, kelopak mata nya terasa berat untuk tetap terbuka dan kini berakhir pria itu memeluk perut Lilly dan membenamkan wajah nya di sana.
"Ga usah kerja, istirahat aja di rumah" Putus Lilly tak ingin di bantah.
Erlan mengangguk samar, mata nya sudah terpejam kala hidung nya menghirup aroma menenangkan dari luar piyama yang semalam Lilly lepaskan karena merasa gerah.
Sedangkan Lilly, wanita itu fokus pada rambut Erlan. Mengeringkan rambut pendek yang kini sudah berantakan itu dengan handuk kecil di tangan nya.
Hingga beberapa saat kemudian di rasa rambut Erlan sudah kering Lilly pun menghentikan gosokan nya.
__ADS_1
"Pakai baju dulu sana, setelah itu kita sarapan" Ujar Lilly yang tidak mendapatkan respon. "Erlan?" Panggil nya menepuk pelan bahu Erlan.
Dengan gerakan malas Erlan melepaskan pelukan nya dan mendongak menatap Lilly lewat sela kelopak mata nya yang terbuka begitu kecil.
"Tolong ambilkan pakaian nya sayang.." Pinta Erlan dengan nada manja nya.
"Hm, tunggu sebentar" Lilly pun berlalu, memasuki Walk in Closet guna mengambil pakaian sang suami.
Setelah nya Lilly pun datang membawa celana pendek sebatas lutut bersama dengan kaos hitam dan tak lupa dal*man pria milik itu.
"Pakai" Ujar Lilly dengan santai nya seraya menaruh pakaian yang ia bawa di samping Erlan.
Sejenak Erlan ternganga kaget saat melihat Lilly mengambilkan nya dal*man juga, mata nya pun terbuka lebar menatap tak percaya Lilly.
"Kenapa?" Tanya Lilly. "Cepat pakai" Lanjut nya saat mendapat gelengan dari Erlan atas pertanyaan sebelum nya.
"Sana kamu keluar dulu" Ujar ragu Erlan.
"Kenapa harus keluar?" Sahut Lilly.
Erlan kembali ternganga, astaga ia lupa bahwa Lilly di hadapan nya bukan lah Lilly yang sebelum nya.
"Ck, sudah cepat pakai baju. Aku mandi dulu bentar" Putus Lilly saat melihat Erlan yang terus terdiam.
Pada akhirnya wanita itu meninggalkan Erlan yang masih terdiam di tempat nya menuju kamar mandi, membersihkan tubuh nya terlebih dahulu agar lebih segar.
__ADS_1
"Astaga lama-lama aku merasa seperti bocah yang akan di nodai oleh tante-tante girang.." Gumam Erlan.
...****************...