My Possessive Lecturer

My Possessive Lecturer
Part 34


__ADS_3

"Sebenarnya apa yang terjadi, Erlan!" Bentak murka Moon saat Erlan tak kunjung memberikan penjelasan.


Begitu pun dengan Lilly yang saat ini tengah berbaring di kasur yang sudah sedikit rapih setelah dokter datang memeriksa nya.


Wanita itu terus memalingkan pandangan nya dengan selimut yang menutupi tubuh nya sebatas dada. Tidak menghiraukan ocehan sang mertua yang meminta penjelasan.


"Sudah lah Mom, kita tanyakan pagi nanti. Biarkan mereka berisitirahat dulu" Ucap Adam seraya mengusap bahu Moon, berniat menenangkan sang istri.


Mereka tentu nya kaget ketika pukul dua dini hari bell rumah berbunyi dan terdapat suara ricuh dari luar kamar mereka.


Menghembuskan napas kasar nya, lantas Moon pun berbalik dan berjalan ke arah pintu meninggalkan kamar sang anak dengan amarah.


"Papa tunggu penjelasan kamu, son" Ujar Adam sebelum berlalu menyusul sang istri.


Tokk.. Tokk.. Tokk..


Erlan menoleh ke arah pintu kamar terbuka nya saat mendengar ketukan yang bertepatan setelah kedua orang tua nya pergi.


"Maaf tuan, ini obat nya"


"Bawa sini Bi"


Pelayan tersebut pun masuk dengan membawa sekantung obat yang baru saja di tebus dan memberikan nya pada sang tuan muda.


"Terima kasih Bi, dan kembali lah untuk istirahat"


"Sama-sama tuan, Bibi permisi"

__ADS_1


"Tolong tutup pintu nya, Bi"


"Baik tuan"


Pelayan tersebut pun keluar dan menutup rapat pintu kamar tuan muda nya. Setelah kepergian pelayan tersebut suasana kamar semakin hening.


Erlan duduk di tepi kasur dan terus menatap punggung Lilly sedari tadi. Rasa bersalah menghantam hati nya melihat kondisi sang istri.


"Obati dulu, ya?" Ujar Erlan memecah keheningan seraya mengusap punggung Lilly.


Lilly hanya diam tak menyahut, mata nya terpejam tapi Erlan yakin wanita itu belum tertidur.


"Sweety.." Panggil Erlan.


Namun lagi-lagi Lilly tak menyahut.


Dengan ragu pria itu menyingkap selimut yang berada di tubuh Lilly dari bawah dan mata nya terus menatap tubuh Lilly yang tidak memberikan amukan nya.


"Maaf.." Ujar Erlan yang secara perlahan menuntun Lilly untuk terlentang.


Membuka kedua paha yang terdapat beberapa tanda merah akibat ulah nya. Pria itu pun dapat mendengar ringisan yang keluar dari sela bibir membengkak Lilly.


"Astaga kenapa semerah ini.." Ringis nyeri Erlan begitu melihat inti sang istri yang memerah dan seperti nya lecet.


Lagi-lagi Erlan menatap Lilly, menatap wajah tenang yang terus memejamkan mata itu sebelum akhirnya pria itu mengoleskan salep yang di rekomendasikan oleh dokter.


Dingin, itu lah yang di rasakan oleh Lilly begitu Erlan mengoleskan salep tersebut secara merata di pinggiran inti nya.

__ADS_1


Ia tak mau membuka mata nya. Malu dan Marah itu lah kata yang tepat untuk menggambarkan suasana hati Lilly saat ini.


"Maafkan aku, sweety.. Maaf.." Bisik sendu Erlan yang membaringkan tubuh nya di sebelah Lilly.


Tangan nya terangkat dan berniat memeluk perut Lilly, tetapi langsung di tepis begitu saja.


"Don't touch me!"


"Lilly.." Gumam sendu Erlan.


Tidak, Erlan tidak bisa seperti ini. Kurang dari satu jam ia di diami oleh Lilly rasanya seperti satu abad dan Erlan tidak bisa menahan nya!.


"Maaf honey maaf.. Seharusnya aku berhenti saat efek obat itu telah hilang, tapi aku.. Aku malah melanjutkan nya"


Lilly diam tak menyahut penjelasan pria di belakang nya. Erlan benar-benar keterlaluan dan kemarin malam mereka baru saja melakukan malam pertama atas paksaan pria itu karena kesalahpahaman nya.


Tak lagi mendapat respon, Erlan pun mengusap perlahan surai Lilly. "Maafkan aku,, tidur lah istri ku.."


Setelah mengucapkan kalimat tersebut Erlan pun bangun dari posisi nya. Terdengar langkah kaki nya yang kian menjauh seiring dengan pintu kamar yang terbuka dan tertutup kembali.


Selama beberapa saat Lilly masih memejamkan mata nya dengan pendengaran yang ia tajam kan. Seperti nya Erlan keluar dari kamar nya.


Perlahan kelopak mata wanita itu terbuka, menatap hampa gorden yang menutupi sinar bulan di luar sana.


Hingga akhirnya ia menoleh mencari keberadaan Erlan yang ternyata benar-benar tidak ada di kamar itu.


"Entah apa kesalahan ku di masa lalu hingga terjebak bersama pria seperti mu.."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2