My Possessive Lecturer

My Possessive Lecturer
Part 31


__ADS_3

"Ada apa?" Tanya Erlan begitu ruangan nya terasa hening.


Bukan nya menjawab tetapi Lilly malah menghembuskan napas nya yang terdengar kasar.


Niat hati wanita itu ingin mengomel pada Erlan karena tugas nya tadi, tetapi setelah di pikir-pikir untuk apa dia mengomel? Harus nya ia berterima kasih!


"Tadi mau marah-marah 'kan?" Tanya Erlan lagi. "Ayo lanjutkan"


"Ck, udah ga mood!" Ketus Lilly.


Erlan terkekeh pelan, entah lah melihat wajah Lilly saat ini membuat ia ingin tertawa. Bukan tawa meledek tapi tawa bahagia apalagi jika mengingat kejadian semalam.


Ah, mengingat hal itu Erlan jadi ingin melakukan nya lagi..


"Terima kasih"


Erlan menerjab, menghentikan kekehan dan bayangan nya. "Apa?" Beo nya kaget.


"Terima kasih, Mr.Erlan" Ulang menekan Lilly.


Erlan menahan senyum nya dan memperlihatkan wajah tanpa ekspresi nya. "Untuk?"


"Ah sudah lah, aku malas!" Celetuk Lilly kesal. Baru saja bangun dan berniat untuk pergi tetapi tangan nya langsung di tarik.


Alhasil kini tubuh Lilly terjatuh tepat di pangkuan Erlan dengan posisi menyamping. Tentu nya kedua tangan Erlan pun melingkar di perut nya.


"Sama-sama, istri ku" Bisik Erlan. "Dan maafkan aku karena tadi malam terlalu membuat ku kelelahan"


Tiba-tiba saja pipi Lilly memerah mendengar kalimat yang baru saja Erlan ucapkan. Pikiran nya melayang pada kejadian liar semalam di atas kasur.


Padahal yang Erlan maksud bukan hanya itu, tentang pembelajaran dan tugas nya juga. Namun begitu melihat gelagat Lilly, Erlan pun langsung mengerti.

__ADS_1


"Mikir apa hum?"


"Tidak!" Sentak kaget Lilly seraya menahan tangan Erlan yang masuk ke dalam baju nya.


"Aku sudah membantu kamu untuk mengerjakan tugas dan malah aku juga yang mengerjakan tugas yang aku berikan pada mu"


"Aku tidak meminta kamu untuk mengerjakan nya tuh"


"Lalu jika tidak di kerjakan bagaimana nasib mu hari ini, istri ku? Apa kamu benar-benar mau tinggal di semester ini?"


"Cih tidak!"


"Jadi, mana imbalan untuk ku hum?"


Mata Lilly mendelik, menatap tidak suka ke arah Erlan.


"Aku tipe manusia yang selalu meminta imbalan atas apa yang aku lakukan lho. Jadi berikan aku imbalan karena telah mengerjakan tugas mu"


Tangan Erlan yang berada di dalam pakaian Lilly pun merayap ke atas hingga menyentuh kacamata lembut itu bahkan mer*mas nya.


"Tutup mulut mu sayang, apa kamu mau para mahasiswa dan dosen datang ke sini lalu memergoki kita?"


Sulit di definisikan seperti apa lagi kekesalan Lilly saat ini, yang pasti wajah nya sangat memerah mengingat kelakuan Erlan yang semakin hari semakin mesum pada nya.


"Ayolah, aku hanya meminta imbalan ku" Ucap Erlan penuh tipu muslihat nya.


Pria itu pun menarik-narik lengan Lilly agar sang istri kembali duduk, namun secepat mungkin Lilly menghempaskan tangan Erlan.


"Aku lapar mau ke kantin!" Sentak Lilly berniat melangkah.


"Setidaknya berikan aku ciuman sebagai tanda terima kasih mu"

__ADS_1


Gerakan Lilly terhenti, wanita itu menoleh menatap sinis Erlan yang saat ini tengah menaik-turunkan alis nya.


"Come on, sweety.." Erlan merentangkan kedua tangan nya dengan bibir yang maju beberapa senti. Mengode agar Lilly memeluk dan mencium nya.


Dan benar saja, wanita itu kembali mendekat. Membungkukkan tubuh nya hingga wajah kedua nya sejajar lalu Lilly menahan tangan Erlan yang hendak merengkuh pinggang nya.


"Tutup mata mu, suami ku" Bisik Lilly.


Dengan penuh keantusiasan dan rasa bahagia Erlan pun memejamkan mata nya. Dapat ia rasakan kini jari-jari mungil Lilly tengah mengusap rahang nya.


"Siap?" Tanya Lilly yang langsung mendapat anggukan antusias dari Erlan bersamaan dengan bibir pria itu yang kembali di monyongkan.


Melihat hal tersebut sebisa mungkin Lilly menahan tawa nya, tangan nya pun semakin aktif mengusap-usap wajah tegas yang tidak pernah tersenyum di dalam kelas.


"Ayo sayang cepat" Gumam Erlan tidak sabar.


"Aku tau kamu mengintip"


Erlan yang memang sebelumnya mengintip begitu kecil, kini langsung memejamkan mata nya erat demi tercapai nya tujuan.


"Kamu ga boleh teriak oke?" Bisik Lilly menggoda.


Erlan kembali mengangguk. Pria itu dapat merasakan deru napas Lilly dan aroma khas strawberry yang berasal dari tubuh Lilly.


Puas menggoda Erlan hingga napas pria itu memberat, Lilly pun kembali menegakkan tubuh nya dan menampar gemas bibir monyong itu hingga sang pemilik memekik.


"Erghh Lilly!!" Erlan membuka mata nya bersiap menarik Lilly, tetapi ternyata wanita itu sudah berada di pintu sana.


"Itu ciuman versi ku, hahahaha" Ledek Lilly sebelum pada akhirnya keluar dari ruangan Erlan dan berlari begitu saja.


Ah, seperti nya wanita itu sudah melupakan rasa nyeri pada intinya hingga berlari layaknya seekor rusa yang tengah di kejar oleh pemburu.

__ADS_1


"Dasar nakal!"


...****************...


__ADS_2