
Puas menikmati panas nya matahari dan terpaan angin laut yang begitu menyegarkan, perlahan Lilly membuka mata nya.
Hal pertama yang ia lihat dan ia dapatkan adalah rambut sang suami yang sejak pembicaraan terakhir masih tenang pada posisi nya.
Mengusap pelan rambut yang berada di depan atau lebih tepat nya, kepala sang suami berada di dada nya. Lilly pun mulai bersuara.
"Bangun lah kepala mu berat, lama-lama napas aku sesak juga" Ujar nya.
Selama beberapa saat pria di atas nya itu tidak juga mengeluarkan suara nya atau pun bergerak, membuat Lilly mulai menduga-duga.
"Apa kamu tidur huh?"
Ingin melihat wajah sang suami pun tidak bisa karena kepala pria itu berada di dada nya yang sama-sama di posisi berbaring.
"Arlan?" Panggil Lilly mulai menepuk pipi itu. Tapi lagi-lagi tak ada respon. "Astaga kamu tidur?"
Matahari mulai terasa panas bagi Lilly, padahal memang sedari tadi matahari sudah berada di tengah-tengah langit biru itu.
"Arlan bangun lah..!!" Pekik kesal Lilly menepuk cukup keras pipi Arlan.
Mendapat tepukan yang mirip seperti tamparan pada pipi nya, perlahan tubuh pria itu menggeliat seakan baru tersadar dari alam bawah sadar nya.
"Hah,, cepat lah bangun. Napas ku sesak karena kepala berat mu!" Omel nya dengan helaan napas lega.
Seketika kepala pria itu terangkat, menatap kaget wajah Queen lalu tempat di sekitar nya. "Ini..?" Gumam nya masih dengan ekspresi kaget.
Melihat itu mata Queen pun memicing lantas bangun dari posisi nya dan menatap aneh pria di depan nya.
__ADS_1
"Ada apa dengan mu, seperti orang yang baru sadar dari koma saja" Celetuk Lilly menatap jengah Arlan.
"Sweety.."
Deg!
Napas Lilly tercekat sesaat mendengar panggilan itu, terlebih lagi kini mata nya menatap lamat netra pria itu yang tidak sepekat sebelum nya.
Tanpa Lilly sadari kini tangan pria itu sedang mengusap-usap pipi nya. "Aku.. Kita--"
"Erlan?" Potong Lilly saat mendengar nada terbata pria itu.
Pria di depan nya mengangguk, mata nya berkaca-kaca seakan menahan air mata di pelupuk mata nya.
Sedetik kemudian sang pemilik tubuh yang sudah kembali pada tubuh nya itu langsung memeluk erat Queen dan menumpahkan tangis nya di sana.
"Ini beneran Erlan?" Tanya Lilly memastikan dengan kedua tangan yang terangkat, berniat membalas pelukan pria itu tetapi ia menunggu jawaban dari pria di depan nya.
"Iya hikss,, aku Erlan, sweety. Maafkan aku hikss aku tidak mengingat apapun yang terjadi sampai kita bisa berada di sini hikss.."
Mendapat jawaban seperti itu, senyum tipis Lilly menghias di wajah nya. Tangan nya pun membalas pelukan pria itu.
Tentu ia tau bahwa penderita DID tidak sadar atas apa yang ia lakukan selagi alter ego menguasai tubuh nya.
"Bagus lah, dengan begini ucapan aku pada Arlan tadi tidak bisa di ingat dengan nya. Bukan?" Batin lega Lilly.
"Sebelum nya aku hanya mendengar samar-sama kamu berjanji tidak akan meninggalkan ku hikss.."
__ADS_1
'What?!' Lilly memekik histeris dalam hati nya begitu mendengar perkataan Erlan. Usapan nya pada bahu Erlan pun terhenti bersamaan dengan diri nya yang mengurai pelukan pria itu.
Menatap cukup nyalang pada wajah memerah yang saat ini tengah menangis. Lilly pun menakup kedua pipi Erlan.
"Mendengar bagaimana huh?"
Erlan menggeleng tidak tau, tapi ia benar-benar mendengar Lilly mengucapkan kata-kata tersebut.
"Hah,, itu pasti hanya mimpi mu" Elak Lilly.
"Tidak sweety, aku benar-benar mendengar nya dan itu terasa nyata hikss.." Sahut Erlan di sela isakan nya.
Merasa tidak ada celah lagi, Lilly pun menjauhkan tangan nya dan langsung berdiri. "Sudah lah ayo kembali ke villa" Ajak nya hendak berjalan.
Tetapi terlebih dulu Erlan menahan tangan nya lalu ikut berdiri, menyeka air mata nya pria itu pun menunjukkan senyum tipis nya.
"Jangan tinggalkan aku.." Ujar nya menarik pinggang Lilly, berniat kembali memeluk nya tetapi semua itu terhenti begitu mendengar dan melihat wajah kesakitan sang istri.
"Awww..!!" Pekik kesakitan Lilly.
"Kenapa? Ada apa?" Tanya panik Erlan.
Lilly menggeleng samar tetapi gerakan tangan nya yang mencoba menurunkan tangan Erlan dari pinggang nya dapat pria itu rasakan begitu jelas.
Dengan wajah panik dan khawatir, Erlan pun berjongkok dan menyingkap baju Lilly hingga menampilkan kedua sisi pinggang yang membiru itu.
"Ini..?!"
__ADS_1
...****************...