My Possessive Lecturer

My Possessive Lecturer
Part 67


__ADS_3

"Suami?" Gumam Lilly untuk ke sekian kali nya.


Wanita itu termenung, mata nya menatap lurus mencerna apa yang di katakan oleh pria di depan nya.


"Masih ga percaya?" Tanya Erlan membuat Lilly kembali menatap nya. "Lihat ini" Lanjut nya.


Erlan menggenggam tangan kanan Lilly dan mengangkat nya ke depan wajah wanita itu. Seketika mata Lilly terfokus pasa cincin di jari manis nya dan juga di jari manis Erlan.


"Aku beneran sudah menikah?" Ujar nya tak percaya.


"Astaga apa perlu aku bawa buku nikah kita kehadapan mu?" Celetuk kesal Erlan.


Pasal nya sudah hampir setengah jam Erlan meyakinkan Lilly akan status mereka. Mulai dari foto dan video saat pernikahan mereka pun Erlan tunjukkan.


"Emm,, baiklah aku percaya" Lilly melepas genggaman Erlan pada tangan nya, merasa tidak nyaman. "Tadi siapa nama aku?" Ulang nya bertanya.


"Lilly, Lilly Harrison" Jawab Erlan ke sekian kali nya seraya mengusap pipi Lilly. "Dan aku Erlan, suami kamu yang sangat kamu cintai bahkan kamu tidak mau jauh dari ku"


"Huh?" Alis Lilly mengerut mendengar penuturan itu. "Benarkah?" Lanjut nya tak percaya.


Erlan mengangguk cepat, walaupun sebenarnya dia lah yang tidak bisa jauh dari Lilly dan sangat mencintai Lilly. Maka kali ini biarkan Erlan berbohong agar wanita itu benar-benar mencintai nya.


"Lalu bagaimana aku bisa kecelakaan?"


"Malam itu kamu berniat menyusul aku ke kantor karena aku lembur, tetapi di jalan mobil kamu tabrakan dengan truk di persimpangan jalan sampai mental beberapa meter dari tempat" Jelas Erlan dengan wajah sedih.


Melihat raut dan tatapan Erlan membuat Lilly percaya, tidak ada kebohongan di mata pria itu maka seharusnya Lilly mempercayai nya 'bukan?


Lagi pula suara pria di depan nya ini sangat tidak asing di telinga nya, Lilly selalu mendengar suara ini berkeluh kesal di samping telinga nya.


"Ma-maafkan aku membuat mu sedih" Ujar terbata Lilly memegang punggung tangan Erlan yang berada di pipi nya.


Erlan terdiam sesaat mendengar hal itu. Baiklah, setelah Lilly sadar Erlan akan menjadi pembohong dalam cinta mereka!

__ADS_1


Erlan berjanji akan memulai semua nya dari awal bersama Lilly, dan seperti ini lah awal yang ia mulai. Hanya agar wanita di depan nya percaya bahwa sebelum nya ia mencintai Erlan.


"Berjanji pada ku untuk tetap bersama ku, ini yang pertama dan terakhir kali nya oke?" Pinta sendu Erlan dengan mata berkaca-kaca.


Lilly tersenyum dan mengangguk. "Aku janji"


Setelah nya Erlan langsung memeluk kembali tubuh mungil sang istri, mendekap nya begitu erat menyalurkan segala kerinduan nya.


Tidak ada bosan nya Erlan mengendus aroma tubuh sang istri, bahkan sudah setengah jam berlalu dan kedua nya masih di posisi yang sama. Duduk di atas ranjang rawat dan saling memeluk.


Tok.. Tokk.. Tok..


"Permisi.." Ujar seseorang mengetuk pintu ruangan yang terbuka itu.


Sontak Lilly melepaskan pelukan nya, namun berbeda dengan Erlan yang mendengus kesal terlebih dahulu baru setelah nya melepaskan pelukan nya.


"Maaf menganggu waktu nya, saya hanya akan memeriksa kondisi nona Lilly sebentar" Ujar seseorang tersebut yang ternyata adalah dokter yang menangani Lilly.


"Hm, masuk lah" Erlan bangun dan berdiri di samping Lilly setelah membantu istri tercinta nya untuk kembali berbaring.


"Baik dok, hanya saja kepala saya sangat sakit"


"Apa nona mencoba mengingat sesuatu?" Tebak dokter yang langsung mendapat anggukan dari Lilly. "Saya sarankan agar nona jangan terlalu banyak berfikir atau mencoba mengingat sesuatu. Sekeras apapun usaha nona, semua memori dan kenangan itu telah hilang selama nya"


Mendengar itu Lilly menghela napas, sebelum nya saat pertama kali sadar ia sudah mendengar kalimat ini dari sang dokter.


"Baiklah dok" Pasrah Lilly, oke mulai sekarang wanita itu tidak akan memaksakan ingatan nya untuk mengingat sesuatu dari pada merasakan sakit seperti ini.


"Saya akan periksa terlebih dahulu oke?"


Lilly mengangguk tanda memberi izin, dokter pun dengan senyum yang menghias wajah nya mulai memeriksa Lilly.


Namun belum sempat stetoskop itu mendarat di dada Lilly, tiba-tiba saja tangan kekar Erlan menahan lengan sang dokter.

__ADS_1


"Tuan..?" Bingung dokter pria itu.


"Jangan sentuh istri ku!" Geram Erlan dengan gigi yang saling beradu saking geram nya.


Dokter pria itu semakin bingung, ada apa dengan pria di depan nya? Bukan kah sebelum nya saja dia yang memeriksa dan menangani Lilly? Kenapa sekarang pria itu bersikap seperti ini?


Melepaskan genggaman cukup erat pada lengan sang dokter, Erlan pun berdehem pelan. "Mulai sekarang biarkan dokter perempuan yang memeriksa istri saya"


Mulut sang dokter hendak mengumpat, namun ia ingat tempat dan posisi nya saat ini.


"Maaf tuan Erlan, tetapi saya tidak bisa menyerahkan tanggung jawab saya pada dokter lain. Sejak awal yang menangani nona Lilly adalah saya, jadi hanya saya yang mengerti kondisi nona Lilly saat ini"


"Ck, anda bisa memberikan rekam medis istri ku pada dokter itu. Aku yakin dia akan mengerti!" Decak kesal Erlan.


Dokter pria itu menghela napas pelan. Baru saja berniat kembali bersuara tetapi suara lembut pasien nya menghentikan gerakan bibir nya.


"Kamu selalu di samping ku 'bukan?" Tanya Lilly pada Erlan.


"Tentu" Jawab cepat Erlan.


"Jadi biarkan dokter ini yang memeriksa ku, kan ada kamu yang selalu di samping ku"


Bibir Erlan maju beberapa centi tanda kesal. "Tapi aku tidak suka melihat pria lain menyentuh mu"


"Banyak drama sekali pria ini, dimana letak kharisma nya seperti yang di beritakan media dan orang-orang bicarakan?" Batin kesal dokter muda itu.


"Ada kamu.." Ulang Lilly menggenggam tangan Erlan dan tersenyum tipis penuh keyakinan.


Setelah diam beberapa saat akhirnya Erlan kembali mendengus pelan. "Baiklah, periksa dan jangan menyentuh yang lain nya!"


Dokter tersebut tersenyum tipis lalu mengangguk. "Baik tuan" Jawab nya. "Jika pun aku ingin menyentuh istri orang, maka sudah aku lakukan saat dia koma" Lanjut nya dalam hati.


...****************...

__ADS_1


*Jangan lupa dukungan nya🥰


__ADS_2