My Possessive Lecturer

My Possessive Lecturer
Part 47


__ADS_3

Bohong! Semua itu bohong dan sekarang bisa kah Lilly memutar waktu lalu mengatakan yang sebenarnya di hadapan para keluarga?.


Lilly benar-benar sudah mencintai Erlan, dan siall nya Lilly baru menyadari nya setelah tiga hari ini berpisah dengan pria itu.


Tidak lagi satu rumah, satu kamar, apalagi satu tempat tidur. Setelah perdebatan terakhir kali walaupun Erlan menolak keras tetapi keputusan sudah bulat di tambah dengan perkataan Lilly yang menjadi boomerang untuk nya.


"Cukup Ly, hentikan semua ini selagi masih awal dan ayo kembali bersama Nico. Dia masih mencintai mu dan yang pasti dia tidak pernah menyakiti mu" Peringat nya pada diri sendiri.


Dimana saat ini wanita itu tengah berdiri di depan kaca full body dan menatap diri nya melalui pantulan kaca tersebut.


Masa cuti Lilly telah berakhir dan hari ini wanita itu akan kembali kuliah menyelesaikan semester ini dengan perasaan yang campur aduk.


"Kak Lilly, ayo sarapan!!" Teriak Lala begitu melihat sang kakak yang sedang menuruni satu persatu anak tangga.


"Jangan teriak-teriak sayang, kakak mu bisa marah jika mendengar teriakan mu"


Lala hanya menyengir sampai akhirnya kursi di sebelah gadis itu bergeser dan duduk lah sosok sang kakak di samping nya.


"Pagi kak" Sambut Lala yang hanya mendapat deheman dari wanita itu.


"Kamu mau kuliah?" Tanya Aili.


Lilly mengangguk.


"Mama kira kamu mau berhenti kuliah" Sambung nya.

__ADS_1


"Kenapa aku harus berhenti?"


"Sebenarnya Mama sudah malas jika nanti Mama di panggil oleh dekan karena kelakuan mu"


"Ck, tenang saja Ma. Kalau pun aku berulah lagi Mama tidak akan mendapat panggilan"


"Kenapa tidak?"


"Mama hanya akan mendapatkan surat dari universitas bahwa aku telah di keluarkan"


"Hah?" Aili dan Lala membeo bersamaan. "Jadi kamu benar-benar tidak punya kesempatan lagi?" Tanya Aili yang mendapat anggukan dari Lilly.


"Bukan kah bagus jika kamu di keluarkan" Sahut tiba-tiba Erick yang baru saja memasuki ruang makan.


Erick terkekeh pelan dan meny*sap singkat kopi di dalam cangkir untuk nya. "Setidaknya kamu tidak akan bertemu Erlan dan mantan kekasih mu itu yang ternyata menghamili junior nya dan sudah menikah beberapa bulan lalu"


Tk!


Saat itu juga sendok di tangan Lilly terjatuh ke lantai bersamaan dengan mata nya yang menatap Erick penuh tanda tanya.


"Maksud Papa?"


"Apa? Bukan kah benar kamu tidak akan bertemu--"


"Bukan itu, setelah nya..!" Potong geram Lilly karena lagi-lagi Erick mengingatkan nya.

__ADS_1


"Ah itu, sudah lima hari ini universitas di hebohkan dengan berita itu. Cindy Hoston nama perempuan yang di hamili oleh Nico sang ketua BEM sekaligus mantan kesayangan putri ku yang terlihat baik dan teladan namun kelakuan nya sungguh di luar nurul" Jelas Erick dengan gaya bahasa kekinian sekaligus menyindir sang putri.


Lilly tak menanggapi sindiran itu, saat ini diri nya benar-benar shock dan berusaha mengingat nama perempuan yang baru saja di sebut oleh Papa nya.


"Tidak mungkin Nico seperti itu, dia--"


"Tetapi nyata nya Nico memang seperti itu dan nanti kamu lihat saja sebesar apa kandungan perempuan itu. Tetapi Papa takut perempuan itu tidak melanjutkan kuliah nya karena terus mendapat bully"


Lilly berdecak pelan. "Papa tau dari mana? Jangan-jangan cuma ngarang aja!"


"Buka mata mu lebar-lebar dan lihat laman kampus!" Kesal Erick.


"Sudah-sudah ayo sarapan dulu, baru lanjutkan pembicaraan nya"


Lilly bangun dari duduk nya, mood nya untuk sarapan hilang begitu saja. "Aku mau berangkat sekarang"


"Cih, pasti mau cari perempuan itu atau mantan kekasih kesayangan nya" Cibir Erick yang langsung mendapat tatapan tidak suka dari Lilly.


"Papa sangat cocok berhubung dengan ibu-ibu komplek tukang gosip di depan sana!" Celetuk nya sebelum pada akhirnya Lilly meninggalkan ruang makan dengan tas kecil di bahu nya.


"Bawa mobil mu, jangan merepotkan sopir!" Teriak Erick.


"Iya pak tua!!" Sahut Lilly berteriak yang entah dimana keberadaan nya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2