My Possessive Lecturer

My Possessive Lecturer
Part 37


__ADS_3

"No, I'm Erlan" Sahut Erlan yang jelas-jelas sorot mata itu adalah milik Arlan, sang alter ego nya.


Moon menggeleng, wanita itu mendekati kasur.


"Lilly istri ku, dan ini adalah rumah tangga ku" Ucap Erlan seraya mengangkat Lilly ke dalam gendongan nya.


Moon menggeram pelan, gerakan yang ingin menarik Lilly ke sisi nya terbaca oleh Erlan.


"Walaupun begitu, Lilly tetap anak saya. Kami mempercayakan Lilly pada mu untuk di bahagiakan bukan untuk di sakiti!" Sahut Erick.


"Turunkan Lilly!" Sentak Aili berniat mendekati kedua nya.


Namun terlebih dahulu Erlan memundurkan langkah nya membuat Lilly yang awal nya dia kini memberontak.


"Turun kan!!" Pekik Lilly memukul dada Erlan. Wanita itu tak menggerakkan bagian tubuh bawah nya karena rasa nyeri itu begitu menyiksa.


"Stt,, diam lah honey" Bisik Erlan.


Saat itu juga napas Lilly terasa tercekat, wanita itu mendadak membeku dan memang benar pria yang saat ini menggendong nya bukan Erlan, tetapi Arlan!.


"A-arlan.."


"Yeah ini aku, honey" Jawab berbisik Erlan, ralat maksud nya Arlan.


"Turunkan aku" Ujar terbata Lilly.


"Aku tidak akan menyakiti mu, honey maka diam lah" Bisik Arlan lagi.


Lilly menggeleng, mata nya kini beralih menatap kedua orang tua nya dan Mommy mertua nya.


"Turunkan Lilly, Erlan!" Sentak Erick mendekati kedua nya.


"Maaf Papa mertua, seperti nya aku harus mengajak Lilly jalan-jalan" Ujar Arlan dengan nada sulit diartikan.


"Tidak--"


Belum sempat Erick melanjutkan perkataan nya tiba-tiba saja Arlan menerobos tubuh mereka dan berjalan cepat keluar dari kamar dengan Lilly yang berada di gendong nya.

__ADS_1


"Tidak!! Ma, Pa tolong Lilly!!" Teriak Lilly.


"Tahan Erlan!" Pekik Moon pada penjaga di pintu masuk rumah nya.


Bugh! Bugh!


Secepat kilat walaupun ada Lilly di gendongan ala bridal style nya, Erlan pun menendang tubuh para penjaga itu.


Dugh!


"Aaaaa!!" Teriak kaget Lilly saat kaki nya di gunakan untuk menghantam beberapa wajah para penjaga itu.


"Erlan berhenti!!"


Terlambat, mereka terlambat. Kini Erlan dan Lilly sudah memasuki mobil dan tentu nya pria itu langsung melajukan mobil nya di atas rata-rata hingga menabrak beberapa penjaga yang menghalangi mobil nya.


Bahkan Arlan pun menerobos gerbang rumah nya yang hampir tertutup dan kini bebas lah pria itu bersama istri nya yang bergetar ketakutan.


Menatap ke segala arah melalui spion mobil nya, Arlan pun memekik bahagia dengan kecepatan mobil di atas rata-rata nya.


"Pe-pelan hikss,, pelan kan mobil nya hikss" Isak Lilly yang berada di pangkuan pria itu.


Sangat gila, berkendara memecah padat nya jalanan di kota itu dengan sangat kencang bahkan tanpa mengunakan seatbelt dan mendudukkan Lilly di pangkuan nya.


"Stt tenang lah honey, setelah ini kamu akan melihat keindahan dunia" Bisik Arlan seraya mengusap surai Lilly dengan tangan dingin nya.


Tubuh Lilly bergetar hebat, telinga nya di penuhi suara klakson mobil yang seperti nya menegur mobil Arlan dan hembusan napas berat pria itu.


Segila dan senakal-nakal nya Lilly, ia tidak pernah mengendarai mobil sekencang ini. Bahkan di jalan ini banyak sekali mobil truk besar yang mengangkut barang berat.


Napas Lilly terasa sesaat seiring dengan rasa melayang di tubuh nya hingga akhirnya kini wanita itu tidak sadarkan diri.


"Ya seperti itu, tenang lah dan kamu akan melihat keindahan dunia"


*


*

__ADS_1


Terpaan angin malam yang begitu dingin berhasil menyadarkan Lilly dari pingsan lama nya. Wanita itu kini menggeliat pelan mencoba mengedarkan pandangan nya.


"Shh,, dimana ini?" Gumam Lilly di iringi ringisan pelan saat merasakan sakit di kepala nya.


Kamar bercat warna hitam dipadukan dengan silver serta beberapa elemen emas itu menyadarkan Lilly dari rasa pusing nya.


Kepala nya pun langsung menoleh ke arah angin yang menerpa tubuh nya dan ternyata di balik jendela terbuka itu ada hamparan laut yang begitu luas.


Ceklek~


Pintu kamar di buka, sontak Lilly menoleh dan mendapati tubuh tegap Erlan yang kini berjalan mendekati nya.


"Er-Arlan.."


"Baru bangun hm?"


Lilly mengangguk takut, bahkan wanita itu diam saja saat Arlan mengusap pipi nya.


"Kembalikan Erlan.." Lirih takut Lilly.


"Huh? Apa?"


"Ja-jangan kuasai tubuh nya, kamu hanya alter ego yang bahkan tidak nyata"


Arlan geram, usapan itu berganti dengan cengkraman pada dagu Lilly.


"Katakan sekali lagi?!" Bentak tertahan Arlan.


Lilly diam, membungkam mulut nya menahan sakit pada cengkraman itu.


"Katakan sekali lagi, honey" Ujar Arlan semakin menekan.


Lilly masih diam tak berani mengeluarkan suara nya. Ia masih sayang nyawa dan tak mungkin membalas perkataan Arlan, bisa-bisa ia mati sia-sia di tempat yang tidak di ketahui ini.


"Katakan sekali lagi, brengsek!"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2