
Seharian penuh Lilly menunggu kedatangan Erlan ke rumah nya kerena beberapa hari ini pria itu terus datang dan mengajari adik nya.
Namun hari ini bahkan hingga pukul delapan malam Lilly tak juga melihat batang hidung pria itu. Pria yang tadi pagi ia lihat bersama seorang wanita cantik nan dewasa.
"Erlan ga akan datang" Ujar tiba-tiba Erick yang entah sejak kapan duduk di samping Lilly di teras rumah besar itu.
Seketika Lilly menoleh dan menatap wajah sang Papa yang menatap langit gelap itu. "Papa ngapain di sini?" Tanya nya bingung.
"Lalu kamu ngapain di sini?" Tanya balik Erick.
"Aku sedang bersantai saja dan perlu aku tekan kan kalau aku tidak menunggu Erlan!"
Erick beralih menatap putri nya. "Yakin hanya bersantai? Tidak biasa nya kamu bersantai di teras"
Selama beberapa saat Lilly terdiam. "Hanya ingin"
Erick yang mendengar jawaban itu pun terkekeh pelan dan kembali menatap langit, begitu pun dengan Lilly.
"Bagaimana? Kenapa surat nya belum di kembalikan ke pengadilan?"
"Nanti saja sekalian sidang"
"Kalau begitu kita harus menunggu beberapa jam lagi"
"Tidak apa"
Suasana kembali hening, dua orang yang biasa nya terus bertengkar dan bicara tenang hanya di hadapan Erlan. Malam ini kedua nya mengobrol begitu damai tanpa nada ketus dan emosi dari Lilly.
"Papa lihat di salah satu berita, Erlan jalan dengan seorang perempuan ke mall ya?"
"Mall?" Ulang Lilly menatap serius sang Papa.
__ADS_1
"Coba lihat, seperti nya kali ini Erlan cukup teledor karena bahkan sampai sekarang berita itu menjadi trending"
Dengan cepat Lilly menghidupkan handphone nya yang sejak tadi menganggur di samping nya. Membuka situs berita dan benar saja, bahkan media sosial pun ramai dengan foto-foto Erlan bersama wanita itu langsung trending dan menjadi perbincangan hangat.
'Erlan Dallin Harrison, CEO sekaligus pemilik real estate Harrison Property Group tertangkap kamera oleh salah satu awak media di dalam La Lilacnas Mall bersama seorang wanita'
'Setelah melihat beberapa foto lebih jelas, ternyata wanita itu adalah Victory Aha Virz yang merupakan seorang model kelas dunia'
'Hubungan apakah yang di miliki kedua nya?'
Seperti itu lah topik-topik yang menjadi pertanyaan para awak media dan masyarakat yang tentunya mengenal siapa Erlan.
"Huu,, sayang nya saat menikah dengan Erlan kamu memilih acara privat, jika tidak mungkin saat ini ada alasan untuk kita menuntut Erlan di pengadilan" Ujar lesu Erick.
Lilly kembali mematikan handphone nya dan berdiri dari posisi nya tentu dengan handphone yang berada di saku nya. "Pa.."
"Hum? Kenapa? Mau kemana?"
Erick pun ikut bangun. "Mau Papa antar?" Tawar nya.
Lilly menggeleng. "Ga usah Pa, Lilly masuk duluan mau ngambil kunci mobil" Pamit nya kemudian langsung masuk ke dalam rumah.
Menyisakan Erick yang mengeluarkan seringai tipis nya melihat keadaan sang putri. "Maafkan Papa, Ly. Jika tidak begini kamu akan bertambah egois, belum lagi kondisi Erlan sangat tidak memungkinkan" Batin nya.
Selang beberapa saat Lilly kembali keluar dengan tubuh yang sudah di balut hoodie namun masih menggunakan celana bahan sebatas lutut itu.
"Papa masuk sana, Mama nyariin tuh" Ujar Lilly.
"Iya nanti, sana kamu jalan dulu. Nanti Papa titip martabak spesial ya, tapi jangan rasa kacang"
Lilly mengangguk seraya mengacungkan ibu jari nya. Setelah nya wanita itu langsung pergi ke garasi dan mengeluarkan mobil nya.
__ADS_1
Setelah melihat mobil Lilly menghilang di balik gerbang menjulang yang kembali di tutup oleh penjaga itu, Erick pun mengeluarkan handphone nya dan mengetik sesuatu di dalam room chat.
^^^'Pos satu, target izin keluar untuk membeli makanan. Tapi seperti nya dia akan datang ke rumah tersangka'^^^
Pesan tersebut terkirim, tak lama kemudian beberapa orang yang terdapat di room chat tersebut menyahut.
'Pastikan semua berjalan sesuai rencana!'
'Pengakuan cinta nomor satu, prioritas kita saat ini membuat target menyatakan perasaan nya pada tersangka!'
@Menantu Freak! Jangan sampai lalai, tahan diri mu!'
Erick mengangguk-anggukan kepala nya saat melihat balasan ramai dari kedua besan serta istri nya yang berada di dalam rumah.
Melihat nama Erlan di sebut dalam grup itu agar pria itu nongol membuat Erick terkekeh pelan. "Astaga bisa-bisa nya aku menamai kontak Erlan seperti ini"
*
Sedangkan di sini lain, lebih tepat nya di dalam mobil.
Tangan Lilly terus meremat setir dengan mulut yang terus mengumpat, bahkan tak henti-henti nya wanita itu membunyikan klakson padahal lampu di depan sana masih merah.
"Brengsek! Sialan! Cepat hijau!!" Maki nya pada lampu merah.
Begitu lampu berganti hijau, tanpa menunggu lagi Lilly langsung menginjak gas dan melesat begitu saja membelah padat nya jalan di malam ini.
"Hakim belum ketuk palu dan seenak nya aja lo jalan sama wanita lain? Lo mau permaluin diri gue di depan hakim hah?!"
"Awas aja lo, Erlan! Sialan!" Umpat nya terus-menerus.
...****************...
__ADS_1