
Dimana ada Lilly, di situ ada Erlan. Tidak tertinggal selangkah pun termasuk ke kamar mandi dan jangan lupa dengan bujukan pria itu, seperti saat ini.
"Sweety, ayo.." Bujuk Erlan kesekian kali nya. "Janji deh pelan-pelan" Lanjut nya memainkan rambut Lilly.
Sedangkan sang pemilik rambut yang terus di ganggu, lama-kelamaan ia menjadi jengah. Kini dengan tatapan tajam nya Lilly arahkan pada Erlan.
"Ngerti bahasa manusia ga sih?!" Sentak tertahan Lilly.
"Aku ngerti nya bahasa cinta"
Mendengar jawaban Erlan, Lilly meraung kesal. Arlan memang kejam dan sering menyakiti nya, tetapi Erlan sang pemilik tubuh kenapa sangat mesum!
"Sayang ayo.." Ajak Erlan lagi tak menghiraukan raungan sang istri.
"Ga--"
"Menolak keinginan suami dosa lho, terlebih lagi ini kewajiban kamu" Potong Erlan.
"Nyeri Erlan, milik aku masih nyeri!"
Pada akhirnya Lilly mengucapkan kata-kata yang sejak awal selalu ia tahan karena malu untuk mengucapkan nya.
Sedangkan Erlan? Kini pria itu langsung diam dengan tatapan yang terlihat menyedihkan di mata Lilly
"Terus gimana?" Tanya Erlan sendu.
Ia takut, sangat takut menghadapi kedua mertua nya nanti. Hamil adalah cara paling efektif agar mereka tidak di pisahkan.
Lilly memalingkan wajah nya saat melihat tatapan sendu itu. Entah kenapa melihat tatapan tersebut seperti ada sesuatu yang mengguncang hati Lilly.
"Apa benar, aku sudah mencintai nya?" Batin Lilly bertanya-tanya.
__ADS_1
Saat Lilly sibuk bertengkar dengan perasaan nya, helaan napas berat Erlan menyadarkan nya. Lantas wanita itu kembali menatap Erlan yang ternyata sudah bersandar lemas di sandaran sofa yang mereka duduki.
"Sekarang aku hanya bisa menunggu keajaiban" Gumam nya menatap langit-langit ruangan itu.
"Huh?" Beo bingung Lilly.
Erlan menoleh menatap Lilly, lalu pria itu tersenyum hangat dan menarik sang istri untuk bersandar di dada nya.
"Sudah lah, sekarang kita nikmati waktu kita selama di sini" Ujar Erlan memecah keheningan sesaat itu. "Rabu depan kita akan kembali dan aku harus bersiap menerima segala nya"
Lilly mendongak menatap wajah Erlan yang tentu nya mengundang tawa kecil dari pria itu.
"Iya aku tau, aku tampan tapi liatin nya biasa aja dong" Goda nya.
"Ih apaan, jelek banget!" Celetuk Lilly kembali meluruskan pandangan nya.
Cukup lama kedua nya saling diam dengan mata Erlan yang terpejam dan Lilly yang entah menatap apa.
Lilly pun menegakkan tubuh nya. "Keliling?"
"Hm, sejak datang kamu hanya diam di sini kan?"
Lilly mengangguk begitu cepat saat mendengar itu mata nya berbinar antusias. "Bentar aku ganti baju--"
"Ga usah ganti baju, hanya ada kita dan beberapa pengurus pulau di sini"
"Baiklah ayo!"
Dengan begitu semangat nya Lilly berdiri dan menarik lengan Erlan agar berdiri juga, tak sampai di situ wanita itu juga langsung menarik Erlan ke pintu utama Villa tersebut.
Dan Erlan? Pria itu hanya mengikuti dengan perasaan bahagia. Melihat Lilly yang antusias dan bahagia seperti ini tentu ia pun ikut merasakan nya.
__ADS_1
Tetapi saat Lilly hendak menginjakkan kaki nya di halaman itu tiba-tiba saja Erlan menarik nya dan berputar arah.
"Lho katanya--"
"Ga jalan juga sayang, nanti kamu kelelahan" Potong Erlan yang seakan tau apa yang ingin Lilly ucapkan.
"Lalu pakai apa?"
Erlan tak menjawab lagi, pria itu terus menuntun Lilly ke halaman belakang Villa tersebut hingga terlihat lah beberapa kendaraan atau lebih tepat nya Motor ATV.
"Woahhh.." Decak kagum Lilly.
"Ayo kita naik itu" Erlan kembali menuntun Lilly mendekati ATV tersebut hingga tiba-tiba wanita itu melepaskan tangan nya dari genggaman Erlan.
"Aku mau naik yang ini!" Seru nya antusias seraya mendekati salah satu ATV berwarna merah.
"Oke kita naik yang itu" Putus Erlan ikut mendekat.
"Wait!" Hardik Lilly membuat Erlan menghentikan langkah nya menatap bingung Lilly. "Aku mau naik sendiri, kamu juga sendiri"
Erlan terkekeh pelan. "Iya aku tau kamu bisa. Tapi cara mengoperasikan ATV ini berbeda dengan yang biasa kamu pakai di pantai"
"Sama aja ah. Cuma beda nya dan ATV ini lebih bagus dari yang biasa orang-orang sewakan di pantai" Elak Lilly.
"Baiklah-baiklah, bagaimana kalau kamu yang mengendarai nya dan aku yang jadi penumpang nya" Tawar Erlan.
"Lalu untuk apa ATV-ATV ini jika kita masih harus berboncengan?" Tanya kesal Lilly.
Erlan tak lagi menyahut, pria itu kembali melanjutkan langkah nya mendekati Lilly dan dalam sekali gerakan pria itu sudah mengangkat tubuh sang istri ke atas ATV itu.
"Menurut pada ku karena aku tidak mau kamu terluka" Ujar lembut Erlan seraya naik di belakang Lilly.
__ADS_1
...****************...