
"Sudah satu bulan berlalu, katakan jika kalian tidak mampu!"
"Apa yang kalian lakukan selama ini hah?!"
"Bagaimana bisa istri ku koma selama ini!"
Para tenaga medis itu hanya diam menerima omelan pria di depan nya yang terlihat sangat kacau.
"Jika kalian tidak mampu, aku akan memindahkan istri ku ke rumah sakit lain!"
Sontak saja sang kepala tenaga medis itu menatap Erlan dengan raut penuh penyesalan.
"Mau di pindahkan ke rumah sakit mana pun, nona Lilly mengalami anoksia akibat kecelakaan itu, tuan"
Anoksia merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan kadar oksigen. Penurunan kadar oksigen yang terjadi akan berdampak pada fungsi dan kinerja otak.
Akibatnya, seseorang akan kehilangan ingatan yang disimpannya. Untuk kondisi anoksia yang parah, dapat menyebabkan kehilangan ingatan secara permanen.
Erlan tau itu, Erlan sudah siap jika memang Lilly melupakan segala nya. Tetapi kenapa hingga saat ini istri tercinta nya itu tidak kunjung membuka mata nya?
"Kondisi nona Lilly semakin membaik, semua organ vital nya pun mulai berfungsi dengan baik kecuali otak"
Erlan yang semula meluapkan emosi nya pada para tenaga medis itu kini kembali terdiam dan terduduk lemas di sofa yang berada di samping ranjang rawat sang istri, Lilly.
"Kami akan terus berusaha untuk mencari penyebab lain yang menghambat kesadaran nona Lilly"
Erlan mengibaskan tangan nya sebagai kode agar para tenaga medis itu keluar dari ruang rawat Lilly.
"Baiklah kami permisi"
Sepeninggalan para tenaga medis itu, Erlan kembali menumpahkan air mata nya. Terisak pelan menyesali segala nya.
*
Flashback satu bulan lalu, malam kecelakaan Lilly.
Malam itu setelah membaca pesan grup dari para keluarga nya yang memikirkan ide konyol perceraian pura-pura itu demi membuat Lilly menyatakan perasaan nya pada Erlan.
Pria itu pun mengembangkan senyum nya begitu lebar sampai tak tau tempat dan lupa akan sosok wanita di sebelah nya.
"Ada hal membahagiakan seperti apa hingga membuat sahabat ku tersenyum seperti ini?" Tanya Victory dengan mata memicing.
Victory Aha Virz, benar wanita itu adalah seorang model kelas atas yang sekali potret pun bayaran nya bukan main.
__ADS_1
Wanita itu pula adalah sahabat kecil Erlan yang hingga saat ini masih menjalin hubungan persahabatan begitu erat.
"Kamu sudah membaca berita-berita itu, Ry?"
Victory mengangguk seraya memutar bola mata jengah. "Kamu memanfaatkan ku?"
"Sedikit, hahaha" Jawab Erlan dengan tawa nya.
"Ck, bagaimana jika berita ini sampai ke telinga kekasih ku?"
"Biarkan, lagi pula Jeff sudah mengenal ku cukup lama sebagai sahabat mu"
"Tetap saja pada akhirnya pria cuek itu akan mengamuk dan meraung-raung seharian seperti singa yang tidak di beri makan!"
"Ayo lah Ry, hanya hari ini demi kelancaran rumah tangga sahabat mu yang paling tampan"
"Sekarang baru mengaku, tadi saat di parkiran universitas kamu tidak mau mengaku dasar menyebalkan!"
Erlan menyengir tanpa dosa, itu semua ia lakukan agar sandiwara nya berjalan dengan mulus.
"Baiklah maafkan aku oke, dan aku pastikan besok pagi beritanya tidak akan muncul lagi"
Melihat wajah penuh permohonan itu Victory hanya menghela napas dan mengangguk. Pantas saja tiba-tiba Erlan menghubungi nya untuk datang ke universita tempat nya mengajar. Padahal saat itu Victory baru saja pulang sehabis melakukan pemotretan.
"Jangan lupa janji mu!" Peringat Victory.
"Astaga iya-iya, besok Liam akan mengirimkan surat kontrak untuk mu sebagai brand produk baru ku"
Victory tersenyum senang, mau bagaimana pun bekerja sama dengan perusahaan milik Erlan akan semakin meninggikan nama nya.
"Oke, ayo!" Sahut semangat Victory mengandeng tangan Erlan.
Sudah hampir satu jam Erlan dan Victory sampai di rumah besar milik pria itu. Tetapi sampai saat ini Lilly belum juga menunjukkan batang hidung nya.
Dan hal itu pun membuat Erlan cemas di tambah beberapa saat lalu bingkai foto pernikahan nya tiba-tiba saja terjatuh bersama dengan hancur nya bingkai itu.
Puk!
Victory menepuk punggung Erlan yang sedari tadi tak bisa diam. Wanita itu pun ikut cemas, bukan kah kejadian sebelum nya seakan menandakan sesuatu yang buruk telah terjadi?
"Lebih baik kamu telepon saja, aku takut istri mu kenapa-napa"
"Tapi--"
__ADS_1
Ting! Ting! Drrtt!!
Tiba-tiba saja handphone Erlan terus berdering menandakan beberapa pesan masuk di barengi oleh panggilan masuk.
'Papa Mertua' nama itu lah yang tertera pada layar handphone Erlan yang langsung di jawab oleh pria itu.
"Hal--"
"Lilly kecelakaan Lan! Cepat ke rumah sakit sekarang!!"
Saat itu tubuh Erlan melemas, begitu pun dengan Victory yang mendengar suara bergetar di sebrang sana di iringi isak tangis seseorang.
"Ayo ke rumah sakit, aku yang menyetir!" Ajak cepat Victory menarik lengan Erlan yang mematung dengan mata memerah.
Flashback Off..
*
"Sweety,, ayo bangun. Kamu ga pegel tiduran terus selama sebulan?"
"Maafin aku ya? Seharusnya aku ga usah ikut-ikutan rencana itu dan seharusnya kamu ga di tiduran di sini"
"Aku rindu masakan mu, aku lapar sweety..."
Erlan hanya bisa meratapi semua yang terjadi begitu saja dalam sekejap. Kepala nya ia rebahkan pada lengan Lilly.
Jari-jari nya mengusap lembut jari mungil Lilly yang terasa cukup dingin. "Setelah kamu sadar nanti, kita harus memulai nya dengan benar oke"
...----------------...
.
Hai hai jangan lupa mampir di karya baru aku!!
Season lanjutan dari novel "Don't Touch My Baby!" dengan judul..
Sinopsis:- "Jatuh hati pada seorang kasir di salah satu cabang Marmart milik nya? Mungkin hal ini akan menjadi lelucon di kalangan kelas atas.
Tapi salahkan paras dan perilaku gadis mungil itu yang terlewat menggemaskan di mata seorang Marvin Cargius Adam's pria berkarisma serta berpendidikan yang harus menggunakan cara kotor nya demi mendapatkan gadis pujaan nya.
*Penasaran? Yuk ikuti cerita nya, tinggal klik profil dan cerita tersebut sudah tersedia!!🤗
__ADS_1