My Possessive Lecturer

My Possessive Lecturer
Part 77


__ADS_3

Menaburkan bunga di atas gundukan tanah yang di hiasi rumput hijau itu, Lilly pun berjongkok dan menaruh buket bunga Lily di samping batu nisan sang Papa.


"Lilly datang lagi membawa bunga kesukaan Papa.." Ujar Lilly seraya mengusap nisan bertuliskan nama sang Papa yang telah berpulang dua bulan yang lalu.


"Maafin Lilly ya Pa. Seterusnya Lilly akan terus meminta maaf karena kelakuan Lilly yang membuat Papa seperti ini"


"Sayang.." Erlan mengusap bahu Lilly tidak suka mendengar penuturan sang istri yang terus menyalahkan diri nya di hadapan rumah baru Papa mertua nya.


"Lala bilang Lilly yang sering membuat penyakit Papa kumat, dan sekarang Lilly benar-benar menyesal karena kehilangan Papa sebelum Lilly meminta maaf secara langsung.." Air mata nya menetes.


Sedih mengingat semua cerita Lala tentang diri nya yang benar-benar jauh dari kata baik.


"Tadi di rumah janji nya ga akan nangis lho" Peringat Erlan menyeka air mata Lilly.


Wanita itu menggeleng samar. "Maaf.." Isak nya.


Erlan pun memeluk tubuh Lilly yang tangan nya terus mengusap-usap rerumputan itu.


Cukup lama kedua nya berada di makan tersebut hingga kini jam telah menunjukkan pukul sebelas siang dan matahari pun semakin naik.


Baru lah kedua nya memutuskan untuk pulang meninggalkan tempat tersebut.


...----------------...


James Island.

__ADS_1


Pulau yang sempat menjadi tempat untuk Arlan menyembunyikan Lilly saat perdebatan dengan keluarga nya saat itu, hari ini pulau pribadi milik Erlan itu resmi menjadi tempat untuk nya honeymoon bersama Lilly.


Dua minggu lama nya Erlan dan Lilly akan menetap di pulau ini, menikmati bulan madu yang tertinggal satu tahun lama nya dan melupakan pekerjaan untuk sesaat.


"Ini tempat nya?!" Tanya Lilly penuh binar antusias.


Erlan mengangguk, ia sangat senang melihat wajah antusias Lilly walau sebelum nya saat di dalam helikopter wajah wanita itu masih murung karena mereka berangkat tepat setelah pulang dari makam sang Papa.


"Woah.. Indah!" Puji nya dengan mata yang terus berkeliling menikmati pemandangan di depan nya.


Hap!.


Erlan menangkap pinggang Lilly dan memeluk nya begitu posesif. "Pulau ini memang indah, tetapi kamu jauh lebih indah" Bisik nya.


"Ish jangan mulai deh, aku sedang menikmati suasana di sini" Geram Lilly menepuk lengan Erlan.


"Erlan!!" Raung Lilly kesal, pipi nya bersemu merah dan jantung nya berdebar begitu cepat.


"Dasar suami mesum!" Dengus nya menghentakkan kaki kala melihat Erlan sudah bersantai di kursi pantai dengan mata yang tertuju pada nya.


Melupakan tatapan Erlan, entan kenapa melihat pantai di depan nya membuat suasana hati Lilly begitu membaik.


Tanpa segan wanita itu melangkah hingga kaki nya terkena sapuan air laut. Semakin senang, Lilly pun bermain dengan pasir basah itu membentuk sesuatu. Mirip seperti bocah berusia lima tahun!.


Hari mulai gelap, tetapi Lilly masih asik dengan pasir-pasir itu membuat Erlan menghampiri nya untuk kedua kali. Setelah sebelum nya memberikan minum karena wanita itu bahkan lupa untuk minum saking asik nya.

__ADS_1


"Ayo kembali ke villa" Ajak Erlan yang sudah berdiri tepat di samping istana pasir yang berhasil Lilly buat.


"Nanti" Tolak Lilly yang sedang fokus membuat benteng pertahanan untuk istana tersebut.


"Lanjut besok sayang, ini sudah hampir malam"


"Sebentar lagi"


Lilly benar-benar mengabaikan Erlan bahkan seja tangan nya memegang pasir basah itu. Sedangkan Erlan hanya bisa menghela napas sesaat sebelum memperhatikan sunset di depan nya dan kembali menatap Lilly.


Sebuah ide dan keinginan terbesit di otak nya membuat pria itu kembali menjauh dan mengelus ke handphone dari saku nya.


Cekrek~


Erlan memotret Lilly dengan views yang begitu menakjubkan di depan nya. Begitu indah walau hanya sekali potret membuat Erlan langsung membuka salah satu media sosial nya dan memposting foto tersebut dengan caption 'Little Wife'


"Sedang apa?" Tanya kepo Lilly seraya melirik handphone Erlan yang membuat pria itu tersenyum sendiri.


Erlan yang kaget pun langsung mematikan handphone nya dan mengantongi nya. "Sudah?" Tanya nya balik.


Lilly mengangguk tetapi mata nya memicing penuh kecurigaan pada Erlan. "Habis ngapain? Kenapa senyum-senyum gitu liat handphone nya? Punya selingkuhan ya?" Cerocos nya.


"Em,, ada deh" Sahut menyebalkan Erlan seraya berlalu meninggalkan Lilly.


"Yak tunggu!" Pekik kesal Lilly mengejar langkah Erlan.

__ADS_1


"Ga mau wlee" Sahut Erlan menjulurkan lidah nya sebelum pada akhirnya terjadi lah kejar-kejaran bak di dalam film india bergenre romance.


...****************...


__ADS_2