
"Lilly.."
"Sayang.."
"Sweety.."
"Honey.."
Erlan terus memanggil sang istri dengan segala macam panggilan nya. Tetapi, Lilly tak kunjung menjawab atau pun merespon.
Wanita itu kini sedang bersandar di kepala kasur dengan mata yang terfokus pada handphone nya.
"Lilly.." Panggil Erlan lagi, nada nya kali ini terdengar begitu lemah.
Tidak, Lilly tidak tersentuh dengan nada panggilan itu.
"Jangan gini dong" Ujar Erlan lagi. "Maafin aku ya? Aku janji ga akan ngulangin lagi"
Lagi dan lagi, Lilly tak menjawab nya hingga akhirnya Erlan merampas handphone wanita itu dan melihat apa yang membuat istri nya sangat fokus pada layar pipih itu.
Seketika mata nya melotot sempurna kala melihat room chat sang istri dengan Mama mertua nya, Aili.
Baru saja Lilly berniat kembali merampas handphone nya, tetapi terlebih dahulu Erlan melempar nya asal hingga terdengar bunyi prang!.
Melihat itu, Lilly tak berteriak atau pun mengamuk seperti sebelum nya. Yang terlihat kini hanya tatapan datar tanpa arti itu.
"Kenapa kamu cerita ke Mama?" Tanya Erlan mulai berkaca-kaca. "Kenapa minta jemput?" Sambung nya. "Kamu mau tinggalin aku?"
Memang benar, di dalam room chat itu terdapat chat Lilly yang bercerita pada sang Mama dan meminta untuk di jemput setelah berdebat kecil.
Lilly pun masih diam, mata nya kini mulai menatap sosok pria dewasa di depan nya yang baru saja menggenggam tangan nya dan mengusap-usap punggung tangan nya.
"Sweety.. Jawab aku.." Ucap lirih Erlan.
"Kamu sudah liat sendiri 'bukan? Seharusnya sampai sini sudah mengerti" Jawab Lilly yang akhirnya mengeluarkan suara serak itu.
__ADS_1
Erlan menggeleng dan langsung memeluk tubuh Lilly. "Aku mohon jangan kemana-mana, maafin aku. Aku khilaf"
Lilly kembali diam, tak mendorong tubuh Erlan atau pun membalas pelukan pria itu.
"Hikss.. Aku mohon Lilly, beri aku kesempatan lagi hikss.."
"Pernikahan ini memang dari awal sudah tidak sehat" Ucap tiba-tiba Lilly membuat Erlan mengurai pelukan nya dan menatap wajah sang istri.
"Aku di paksa, aku di kekang, aku tidak punya kebebasan dan satu lagi aku tidak mencintai mu"
Erlan menggeleng pelan dan menakup kedua pipi Lilly. "Aku tidak mengekang kamu sayang, bukti nya sebelum nya kamu sering keluar dan bahkan lupa dengan ku--"
"Tapi setelah nya kamu menghukum ku, melecehkan ku!" Potong Lilly mengingat saat-saat dimana ia pulang larut dan Erlan selalu menghukum nya dengan hal tidak wajar.
"Aku tau kamu mencintai ku, Lilly. Aku tau" Ujar Erlan dengan tatapan egois nya. "Jadi aku tidak akan melepaskan mu, oke!"
"Jangan egois Erlan!" Teriak murka Lilly di depan wajah pria itu.
"Iya aku egois, aku mau jadi pria egois yang tidak mau kalah!" Balas Erlan tak kala tinggi.
"Pernikahan ini bukan mainan Lilly, jadi aku tidak akan melepaskan mu sampai mati pun!" Lanjut nya sebelum pada akhirnya pintu kamar terbuka.
Menampilkan sosok wanita setengah baya dengan raut cemas nya.
"Ada apa ini?"
"Kenapa kamu teriak-teriak Erlan!"
Kepala Lilly menunduk, wanita itu meremat cemas jari-jari nya. Kehidupan nya benar-benar di luar rencana dia.
"Mommy dan Daddy bilang, aku harus mengurus masalah ku sendiri 'bukan?" Tanya Erlan dengan tatapan tak biasa nya. "Jadi aku minta tolong jangan ikut campur" Lanjut nya.
"Tapi tidak dengan berteriak seperti itu, Erlan!" Bentak Moon.
Erlan menyugar kasar rambut nya dan bangun dari posisi nya. "Kalau gitu, bujuk menantu Mommy agar tidak meninggalkan ku!"
__ADS_1
Moon terdiam, mata nya kini beralih menatap Lilly yang masih di posisi nya tidak bergerak sedikit pun.
"Bukan kah ini sudah kelewatan?"
Mata ketiga manusia di dalam kamar itu seketika menatap asal suara yang berada di ambang pintu sana.
"Papa, Mama.." Gumam Lilly.
Siall! Erlan lupa bahwa rumah mertua nya tak jauh dari rumah orang tua nya, pantas saja mereka begitu cepat sampai ke sini.
"Kami akan menjemput Lilly" Ujar Erick lagi.
"Erick, Aili, bisa kita bicarakan terlebih dahulu?" Ujar Moon dengan nada sedikit memohon.
"Ini benar-benar sudah keterlaluan, terlebih lagi ternyata Erlan memiliki gangguan" Hardik ketus Aili.
Erlan menggeleng, kepala nya terasa pening dan yang pasti ia tidak akan membiarkan Lilly di bawa pulang oleh kedua mertua nya.
"Tunggu Erick, tolong tunggu Adam pulang aku akan menghubungi nya dulu" Tahan Moon.
"Tunggu apa lagi? Tunggu anak ku--"
"Kalian tidak bisa mencampuri masalah rumah tangga ku.." Potong Erlan dengan nada suara yang berbeda.
Tatapan pria itu pun berbeda dari sebelum nya, sorot mata nya terlihat begitu pekat seperti saat..
"A-arlan..?" Ujar terbata Moon.
...****************...
.
Sampai jumpa di bab selanjutnya..
Jangan lupa dukungan nya🤗
__ADS_1