
" Joker sialan ... "
Batin Daniel mengeluh. Riki sibuk dengan laptop nya, wajah tampan yang selalu tersenyum mendadak berubah serius untuk mengatasi situasi yang terjadi.
" Ahh .... sial "
Riki melempar Laptop nya dengan kuat, Laptop yang lempar hancur.
Daniel langsung berlari keluar pesawat untuk melihat situasi di luar, para anak buah Antoni Alexander bertaburan. Dengan wajah kesalnya Daniel mengusap wajahnya dengan kasar. Daniel menghubungi Richi menggunakan Apple Watch nya.
" ada apa lagi AS "
" Joker .. kau gila "
" hanya Aurora yang bisa "
Jawab Richi lalu langsung mematikan komunikasinya.
Jam tangan yang digunakan oleh Daniel dan Aurora adalah jam tangan khusus yang dibuat oleh Richi. Jam tangan tersebut hanya ada enam. Tiga diantaranya hanya Aurora yang tau.
Daniel masih memikirkan apa yang di ucapkan oleh Richi.
Sementara di waktu yang sama Antoni, Excel dan Angel berada di bandara, karena mendapat informasi dari salah seorang bawahannya yang melihat Aurora berada di bandara dengan menggunakan kostum vampire. Antoni melihat sebuah pesawat yang asing baginya.
Dengan cepat nya dia berlari kearah pesawat tersebut, saat sampai matanya beradu dengan mata Daniel. Daniel langsung bersikap biasa karena dirinya tau yang di hadapannya saat ini adalah Raja Iblis.
" pesawat Alfaro "
Batin Antoni. Excel dan Angel menyusul dari belakang.
" ketemu kak "
" lihat apa yang ada di depan kita "
" pesawat Alfaro, bukankah beberapa hari ini mereka disini "
Jawab Excel pelan. Antoni menatap Excel dengan tajamnya lalu menatap Angel, Angel yang mendadak di tatap langsung menundukkan kepalanya.
" tuan semua sistem bermasalah "
Terang Angel dengan tegas tapi masih menundukkan kepalanya.
" apa pun yang terjadi cari anak nakal itu hidup apa mati "
Dengan suara bariton nya Antoni berkata keras.
Daniel berjalan pelan masuk agar tidak dicurigai oleh Antoni. setelah masuk Riki tampak kacau, sementara Orlando hanya bersantai sambil membersihkan wajah Aurora yang penuh dengan makeup tebal ala vampire.
" ternyata dia cantik juga, seperti apa rupanya kalau Wig ini dilepas "
__ADS_1
Orlando berbicara dengan sendirinya sambil membuka rambut Wig milik Aurora, Setelah dibuka betapa terkejutnya Orlando melihat penampilan asli gadis yang pernah menolongnya.
Riki mengambil Laptop barunya lagi lalu berusaha melawan virus yang masuk tetapi selalu gagal.
" Ahh ... sial, dari dulu sampai sekarang aku tetap tidak bisa melawannya "
Riki terus berteriak yang membuat Orlando hanya melirik sekilas. Tiba-tiba Daniel memandang Aurora dengan tajam, sambil mengingat ucapan Richi tadi.
" Hanya Aurora yang bisa, maksudnya apa ? kenapa Aurora ? "
berbicara dalam diri sendiri.
" apa yang kau lakukan pada Au.. maksudku gadis itu "
cetus Daniel pada sepupunya sambil terus menatap Aurora.
" membersihkan wajahnya, lihat betapa cantik dan manis dia, apalagi dengan dengan rambut silver nya "
Daniel merasa terkejut dengan sepupunya, yang Daniel tau seorang Orlando paling anti didekati oleh wanita.
Riki kembali mengambil laptop yang baru dari tasnya lalu mencoba melawan virus yang menyerang seluruh sistem.
" ahh .. kenapa sampai sekarang aku tidak bisa melawan nya "
Orlando hanya melirik sekilas kepada Riki lalu langsung menatap gadis manis di hadapannya.
Orlando berpindah posisi kini dirinya duduk di samping Aurora, tangan kanan Orlando menggerakan kepala Aurora agar bersandar ke pundak Orlando. setelah Orlando melakukannya pria yang biasa bersifat dingin ini tersenyum bahagia seperti mendapat penghargaan saja.
" tidak perlu, biarkan saja, aku ingin melihatnya "
Daniel langsung menggelengkan kepalanya sambil sesekali melihat Aurora dari atas sampai bawah untuk mencari tau maksud dari perkataan Richi.
Mendadak Daniel tersenyum bahagia karena menemukan sesuatu.
" Riki waktunya hanya setengah jam, kau harus bisa buat pesawat ini terbang tanpa ada kesalahan sedikit pun, minta pilot untuk bersiap-siap "
Daniel dengan cepat mengambil jam tangan milik Aurora, sebelum beranjak pergi Daniel mengusap rambut panjang Aurora pelan.
" gunakan kabel data, tangkap jam tangan ini, setelah itu kau alan tau maksud dariku "
Orlando dan Riki merasa heran dengan tingkah Daniel, ingin rasanya Orlando bertanya tapi diurungkan nya karena dirinya tau betul sifat sepupunya itu. Riki yang hanya melihat sekilas langsung tau maksud dari Daniel saat melempar jam tangan milik Aurora.
Tidak menunggu waktu lama Riki bisa menyingkirkan virus komputer yang di kirim oleh Richi tadi. Pilot pun bergegas melepas landasan pesawat milik Orlando. lalu pergi meninggalkan bandara.
☆☆☆☆
Suara burung berkicau dengan merdu nya ditambah aroma bunga-bunga yang bermekaran di pagi hari, terik nya matahari pagi masuk dari celah-celah jendela kamar. Aurora terbangun lalu terduduk diatas tempat tidur yang sangat besar.
" dimana aku ? apakah tertangkap lagi, apakah akan dihukum lagi "
__ADS_1
keluh Aurora dalam hati.
Aurora menurunkan kedua kakinya pelan lalu berjalan mengendap-endap menuju pintu kamar lalu membuka secara perlahan-lahan. Setelah pintu terbuka lebar Aurora berjalan keluar dengan pelan, tiba-tiba Aurora dikejutkan oleh suara yang sangat asing baginya.
" selamat pagi nona muda "
" pa .. pa .. pagi ... "
Aurora menghentikan langkah kakinya lalu membalikkan badan kearah sumber suara. Betapa terkejutnya Aurora melihat pria paruh baya di hadapannya yang sedang tersenyum ramah.
" nona mau sarapan dulu atau mau jalan-jalan ke taman, nanti saya akan bawakan sarapan nya ke taman.
Aurora terus memandangi pria tua di hadapannya, sementara pak tua yang di depannya masih tersenyum dengan ramah.
" siapa bapak ? apakah ... "
Belum sempat Aurora menyelesaikan ucapan nya, pria tua di hadapanya langsung menjawab.
" panggil saja Pak Heru nona "
" Pak Heru ... apa kak ... maksudku Raja Iblis memperkerjakan anda di puri ini "
Mendengar pertanyaan dari nona muda di hadapannya membuat Pak Heru tersenyum. Aurora tampak bingung melihat tingkah Pak Heru.
" nona .. saya sudah lama disini "
" lama, tapi aku tid ... "
" tidak melihat saya disini "
Potong Pak Heru yang membuat Aurora mengangguk pelan.
Pak Heru tertawa lepas melihat wajah bingung gadis muda di hadapannya. Semua asisten pembantu di rumah besar itu terkejut mendengar tawa Pak Heru. bahkan ada yang saling melirik penasaran kearah sumber tawa Pak Heru. karena yang mereka semua tau Pak Heru adalah kepala pelayan yang jarang tersenyum apalagi tertawa seperti yang mereka dengar sekarang.
" jadi sekarang mau sarapan dimana? " bolehkah aku sarapan di taman "
" baiklah, mari saya antar ke taman "
Aurora mengikuti Pak Heru dari belakang, Aurora hanya menundukkan kepalanya karena dirinya takut menunjukkan wajah nya. selama dirinya di kurung Aurora sama sekali tidak pernah keluar kamar sama sekali, Jika dirinya ingin keluar selalu meminta bantuan dari Richi itu pun harus menggunakan pakaian cosplay terlebih dahulu.
banyak pasang mata yang melihat Aurora berjalan keluar menuju taman. Aurora masih saja menundukkan kepala, ada rasa takut di dalam dirinya , hingga membuat dirinya melangkahkan kaki nya pelan.
.
.
.
Like ... please like yah.
__ADS_1
Thor selalu ingatkan jangan pernah bosan membacanya.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝