MY SECRET QUEEN

MY SECRET QUEEN
Bab 58.


__ADS_3

Akhirnya pertahanan Isabella pecah, Isabella menangis sejadi-jadinya. Karyawati yang duduk di sofa hanya bisa diam tampa berkata sepatah kata pun. Isabella memegang dadanya yang terasa sesak. Dirinya tidak percaya bahwa karma telah berlaku padanya.


dalam pikiran Isabella terdiam kata-kata My Queen dulu.


" lepaskan dia atau kau menyesal nantinya "


" tidak ... tidak ... "


teriak Isabella dengan isak tangisnya. Isabella membuang alat yang ada di telinganya, dari kejauhan sesorang melihat dengan senyuman yang mengerikan.


" ini baru di mulai tante Isabella, selanjutnya pasti seru "


seseorang yang mengenakan pakaian serba hitam pergi meninggalkan tempat itu. Isabella pergi meninggalkan hotel, karena hatinya merasa lelah, dirinya tidak kuat menahan semuanya.


Sementara dikamar Gracia, gadis manja itu sampai saat ini belum menyadari apa yang terjadi semalam dan hari ini, Gracia bangun dari tidurnya dan melihat seisi kamar kosong tidak ada siapapun didalam nya.


Gracia melakukan rutinitas paginya, setelah selesai Gracia mengenakan celana jins pendek, dan kaos berukuran besar. Gracia keluar kamar dengan santai, saat Gracia keluar kamar bertepatan dengan datangnya Antoni, Excel, Khira, Kevin dan Riki.


" kak Riki, siapa mereka ? "


" mereka yang mana, Gracia? "


" yang di sebelah kak Khira dan Kak Kevin? "


" itu Antoni dan Excel, mereka dari keluarga Alexander "


" Alexander ... itu bukankah "


" iya Gracia, itu salah satu nama keluarga yang dekat sama kita "


Gracia memandang Antoni dan Excel bergantian, ada rasa takut dalam diri Gracia saat menatap Antoni.


" tatap mu mirip My Queen "


spontan Riki terkejut mendengar ucapan Gracia.


" apa yang kau bilang tadi, Grac ? "


" matanya mirip My Queen dan tatapan nya juga, "


Antoni berkata dengan dingin,


" tidak ada gunanya melayani nona manja ini "


Antoni berjalan pergi meninggalkan Gracia, disusul oleh Excel, Khira dan Kevin. Sedangkan Riki masih berdiri dan memikirkan apa yang dikatakan Gracia tadi.


" ada apa kak ? "


" tidak ada. kau pulang lah kerumah, disana ada Orlando dan Aura. "


" kakak ku mana , kak ? "


" Daniel, aku tidak tau dimana dia, semenjak kejadian semalam Daniel menghilang "


terang Riki dengan pelan. Gracia hanya mengangguk dan berjalan pergi.


Setelah melihat Gracia pergi, Riki menyusul keempat saudara tersebut.


Saat Riki tiba, dirinya terkejut dan merasa mual saat berada didepan pintu, Riki seperti mencium aroma yang sangat busuk.


" bau apa ini ? baunya seperti bangkai "


" kau benar, bau bangkai manusia "


" manusia ? "


" iya manusia, tapi bukan hanya seorang melainkan dua orang "

__ADS_1


" maksudmu apa Kevin ? "


" lihat saja "


Kevin menyuruh Riki masuk kedalam kamar, saat Riki sudah berada didalam kamar, Antoni dengan cepat menutup pintu kamar, sedangkan Khira dan Excel membuka jendela kaca agar bau busuk berkurang.


Betapa terkejutnya Riki melihat di sekeliling mayang itu dipenuhi dengan bunga Higanbana,


" mereka .. "


" bisa dibilang mati dalam kenikmatan, yang lebih mengerikan keduanya lengket seperti di lem."


jelas Excel sambil menatap segala arah ruangan, berharap ada petunjuk.


" karya yang bagus, keduanya seharusnya mati tadi malam, tapi jika dilihat seperti sudah berhari-hari "


terang Excel lagi, Antoni dan Khira hanya mengamati sekeliling mayat, tiba-tiba keduanya melihat ada yang aneh dengan mayat pria itu.


" kak .. lihat .. ini apa ? "


ucap Khira yang membuat Excel dan Kevin menatap Khira. yang di tatap hanya bersikap biasa seperti tidak terjadi apa-apa.


Antoni hanya berjalan melihat apa yang ditunjuk oleh Khira.


Tanpa sadar keduanya melihat bersama dan berinteraksi,


" lihat kak, ada yang aneh dengan tubuh pria ini "


" kau benar, ini seperti serbuk, tapi serbuk ini .. "


Antoni menyentuh tubuh pria paruh baya yang sudah tidak bernyawa.


Khira dan Antoni saling menatap, seakan-akan keduanya sedang berbicara. Excel, Kevin dan Riki hanya melihat dari kejauhan.


" emas .. "


Keduanya berdiri dan berjalan mundur karena tidak percaya apa yang dilihat.


" kubur mayat ini sekarang dan bakar semua barang yang ada disini, dan kalian pergi bersihkan diri kalian, semua yang kalian gunakan bakar, semua .. semua .. "


Teriak Khira yang membuat Kevin, Riki dan Excel terkejut.


" suruh anak buah mu Riki, ingat jangan biarkan mereka menyentuh dengan tangan kosong "


" memangnya kenapa? dan ada apa? "


tanya Riki penasaran. Khira hanya menggelengkan kepala, Riki pun semakin bingung dibuatnya.


Semuanya keluar dari kamar dan masuk ke kamar hotel untuk membersihkan diri dan membuang apa yang mereka kenakan.


Riki dengan cepat memerintahkan anak buahnya buat melaksanakan tugas yang diberi, dan juga menyuruh membersihkan diri dan membakar semua yang mereka kenakan dan sentuh termasuk handphone.


☆☆☆☆☆


Antoni, Excel, Khira, Kevin dan Riki duduk di cafe elit, kelima pria berparas tampan dan blasteran ini duduk dengan santai menikmati segelas anggur yang tak ternilai harganya.


Riki masih penasaran atas apa yang baru dialami oleh dirinya.


" sebenarnya apa yang terjadi ? "


" hubungi Orlando sekarang, suruh dia kemari "


" kenapa harus Orlando ? "


" Riki, kau akan tau jika kau menghubungi Orlando, dan menyuruhnya kemari, sesuai apa yang diperintahkan Kak Antoni "


jelas Kevin sambil melirik kearah Antoni dan melirik sekilas kearah Excel.

__ADS_1


Riki tanpa bertanya lagi langsung menghubungi Orlando.


📲📲📲📲


Handphone Orlando berbunyi, dengan susah payah Orlando mengambil handphone nya yang berada diatas meja samping tempat tidurnya. Sampai saat ini Orlando belum meletakan Aurora diatas tempat tidur, karena gadis manis itu masih dengan erat memeluk leher Orlando dan masih duduk di pangkuan Orlando.


📱 " hallo .. ada apa bro ? "


📱" kenapa kau ? "


📱" sialan apa nya yang kenapa? "


📱" cara kau mengangkat telepon, kenapa dengan suaramu "


📱" jangan banyak tanya, ada apa ? "


📱" datanglah ke cafe, akan aku sherlock lokasinya, sekarang "


📱" aku tidak bisa, saat ini aku tidak bisa bergerak "


📱" kenapa ? "


📱" Aura menangis saat bangun tidur, dan sekarang dia tidur di pangkuan ku, bahkan tangan nya memeluk erat leher ku, saat ini tubuhku mati rasa"


Mendengar perkataan Orlando membuat Antoni dan Excel marah. bagaimana bisa Aurora adik kesayangan nya bisa tidur nyenyak di pangkuan orang lain, selain kedua kakaknya. Begitu juga dengan perasaan Khira dan Kevin, keempat kakak laki-laki Aurora mulai memilik sifat posesif terhadap adik kesayangan mereka.


Riki yang merasa atmosfer di dekatnya mendadak berubah suram dan gelap merasa takut duduk diantara mereka.


apalagi saat Riki menatap mata keempat pria tersebut. Seperti mau menerkam dirinya saja.


📱" Orl .. aku tidak mau tau, kau datang sekarang. kalau perlu bawa Aura sekalian juga tidak apa-apa"


tanpa menjawab Orlando langsung mematikan handphone nya, Orlando dengan cepat menggendong Aurora ala bridal style dan turun ke bawah menuju bagasi mobil.


" sss ... diam dan duduk disini, kita pergi dulu sebentar "


Bisik Orlando sambil merapikan rambut Aurora yang berantakan. dengan cepat Orlando naik kedalam mobil dan melihat pesan alamat yang dikirim oleh Riki.


.


.


.


.


.


Hai ... aku up lagi ini.


aku selalu berusaha up tepat waktu, tapi jika terkadang telat maaf ya.


.


.


.


jangan lupa like dan vote.


jadi favorit ya.


.


.


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝

__ADS_1


__ADS_2