MY SECRET QUEEN

MY SECRET QUEEN
Bab 56.


__ADS_3

Ten sebisa mungkin menahan amarah dan kekesalan nya, karena Ten tidak bisa mengeluarkan kemampuan yang sebenarnya.


Apalagi saat Orlando berhasil menjatuhkan dan merampas Aurora dari sisinya. kali ini membuat Ten murka.


Red Joker mempunyai firasat buruk akan Ten. Dengan cepat Red Joker berkata,


" Richi, kembalilah "


" tapi nona muda, "


" Richi .. "


" ahh .. sial .. "


Wajah Richi ( Ten ) mendadak berubah jadi kesal. Dengan cepat dia pergi dari tempat itu.


Saat mau pergi Riki menghadang Richi ( Ten ),


" kau tau, saat ini otak ku dipenuhi dengan meratakan tempat ini, apa kau tidak lihat dengan Drone yang diatas, Riki menyingkirkan dari hadapanku, kau tau saat ini kau belum bisa mengalahkan ku "


Riki menatap pria yang wajah nya sama dengan dirinya.


Ada amarah besar didalam diri Riki, apalagi mendengar ucapan tadi membuat darah Riki mendidih, Tiba-tiba terdengar suara Kevin.


" Riki ingat yang pernah kami katakan saat melawan mereka "


Riki teringat ada beberapa kata tentang lawan dan kawan, Sesaat Riki pun menatap Richi ( Ten ) dengan tajam.


Saat Riki menyingkir, Richi ( Ten ) berjalan dengan angkuh nya tanpa melihat kearah Riki.


" Red Joker, Black Joker, AS dan J , jangan sampai terbawa emosi, pesan My Queen jika misi selesai kita pergi "


teriak Richi ( Ten ).


Tanpa mereka sadari Orlando sudah tidak ada ditempat, tetapi Richi ( Ten ) mengetahuinya.


Sementara ditengah-tengah keempat kakak Aurora saling berhadapan dengan keempat tangan kanan My Queen.


" tuan muda Alexander, misi kami bukan mencari masalah dengan para tuan muda, jadi kita akhiri saja "


terang AS dengan santai nya.


" 5 ... 4 ... 3 .... 2 .... 1 .... , waktunya mulai "


ucap J dengan santai dan memberi isyarat kepada Red Joker, Black Joker dan AS untuk menutup pernapasan dan mulut mereka masing-masing. Dengan cepat ketiganya mengerti atas apa maksud isyarat dari J.


Tidak perlu menunggu waktu lama, tiba-tiba satu persatu dari mereka tumbang dan tertidur. Tampak jelas diwajah J sangat bahagia melihat misinya berhasil.


" waktunya pulang, hari ini sangat melelahkan "


" J .. apa kau sudah merencanakan semuanya "


J hanya tersenyum manis dan pergi meninggalkan hotel tersebut.


☆☆☆☆☆


Awan gelap di pagi hari membuat suasana semakin dingin, ditambah turun nya hujan rintik-rintik, Aurora gadis manis yang perlahan membuka matanya dan memandangi sekitarnya, ruangan yang sangat familiar baginya, ditambah diatas tubuhnya terasa berat.

__ADS_1


Saat Aurora melihat apa yang ada diatas tubuhnya betapa terkejutnya Aurora, yang dilihat ternyata satu tangan yang memeluknya, Aurora dengan pelan melihat kearah samping, saat kepalanya menoleh Aurora terkejut ternyata Orlando tidur disampingnya.


Aurora memandang pria yang lima tahun lebih tua darinya sedang tertidur pulas, tanpa sadar Aurora berbalik dan berhadapan dengan Orlando, jemari manis Aurora bergerak menyentuh wajah dari alis , bulu mata, hidung, bibir dan dagu Orlando.


Tanpa disadari oleh Aurora ternyata Orlando sudah bangun dari tadi, Orlando hanya menutup matanya saja, saat wajah Orlando disentuh oleh Aurora ada rasa senang dihati pria itu. Aurora menatap dengan tatapan yang penuh arti.


" jujur aku takut kalau malam itu kau akan pergi dan tidak peduli padaku, tapi setelah kejadian semalam aku akan jujur padamu, Riki, Daniel dan Gracia tentang siapa aku dan apa tujuan ku "


Tiba-tiba Orlando bergerak dan membuat Aurora terkejut, dengan cepat Aurora kembali tidur. Orlando tersenyum manis melihatnya.


" benaran mau tidur lagi ? "


Aurora membuka matanya dengan pelan, lalu menatap wajah Orlando yang saat ini tepat berada dihadapan Aurora.


Kedua mata itu saling menata, wajah Aurora mendadak berwarna merah karena malu, Orlando hanya tersenyum manis.


" apa .. yang .. terjadi ? "


" apanya "


" kenapa aku bisa disini dan kenapa kamu juga disini ? "


" ini kamarku, tadi malam .. tadi malam kau pingsan "


Aurora masih terus memandangi Orlando, tanpa disadari tangan Aurora memeluk Orlando dan menangis dengan kuat.


" 😭😭😭😭😭😭 "


Orlando langsung terdiam karena terkejut atas apa yang terjadi pada dirinya. Orlando dengan sekuat tenaga mengangkat Aurora dan menduduki di pangkuan nya.


Dalam tangisan Aurora berkata,


" mereka jahat, mereka pembohong, satu mau mengurung ku, satu mau mengendalikan ku, dua lagi mau membunuh ku .. 😭😭😭 "


Orlando menepuk pelan punggung Aurora dan berbisik di telinga Aurora.


" tenang masih ada aku yang akan menghidupi mu, apa pun yang kau mau semua akan ada "


Aurora masih saja menangis, gadis manis itu tidak peduli saat ini berada diatas pangkuan Orlando.


Baju yang dikenakan oleh Orlando basah karena airmata Aurora.


" apa kau masih mau menangis ? "


" 😭😭😭😭😭 "


tangisan Aurora semakin kuat, Orlando menjadi geleng kepala dibuatnya. untungnya kamar Orlando kedap suara sehingga tangisan Aurora hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.


" biarkan aku menangis "


teriak Aurora, mendengar teriakan Aurora membuat Orlando semakin memeluk erat tubuh gadis itu. Orlando hanya bisa menarik nafas panjang melihat sikap Aurora pagi ini.


Aurora yang dipeluk oleh Orlando merasa nyaman dihati nya, tidak tau mengapa Aurora tertidur di pelukan Orlando.


Orlando yang merasa gadis yang di pelukan nya terdiam, dengan pelan melepas pelukan nya, saat pelukan dilepas oleh Orlando, dengan cepat Aurora menarik leher Orlando dan memeluk nya kembali dengan erat.


sambil mengatakan sesuatu yang membuat Orlando kembali memeluknya.

__ADS_1


" jangan pergi, jangan tinggalin Rora "


" aku tidak akan pergi, aku tidak akan tinggalkan kamu, aku akan menemani mu di sini sampai kau bangun "


Dengan posisi masih sama dimana Aurora diatas pangkuan Orlando.


☆☆☆☆☆


Di hotel milik keluarga Alfaro, semua tamu dan tuan rumah perlahan-lahan bangun. Semuanya tampak bingung atas apa yang terjadi. Satu persatu tamu pulang dan yang tersisa tuan rumah, keempat kakak beradik keluarga Alexander, dan Riki Marco.


" tante Isabella, apa tante baik-baik saja, tidak ada yang terluka kan ? "


" tante baik-baik, Riki dimana Gracia, Daniel dan Orlando ? "


" Orlando membawa Aura pulang karena tidak enak badan, Daniel mungkin berada di suatu tempat, Gracia ada dikamar hotel "


Isabella duduk di sofa yang ada diruangan tersebut, Keempat kakak beradik keluarga Alexander ikut duduk juga, sedangkan Riki berada di samping Isabella. Riki menatap kearah Khira dan Kevin secara bergantian, ada banyak pertanyaan didalam otak Riki.


" Khira ... menjauh dari Aurora dan jangan pernah muncul dihadapan nya, ini juga berlaku bagi kau Kevin "


" kalau kami berdua tidak mau, bagaimana ? "


" kau .. "


Antoni mendadak berdiri dan memegang kerah baju Khira. Kevin dan Excel dibuat terkejut melihat reaksi Antoni kepada Khira.


Isabella dan Riki hanya melihat saja, keduanya masih mengamati apa yang terjadi di depan mereka. Wajah Isabella mendadak berubah saat teringat apa yang didengar nya semalam. tetapi sebisa mungkin di tutupi nya, agar tidak membuat Riki khawatir.


.


.


.


.


.


.


Maaf ya Author telat up kemarin. Author akan berusaha buat up.


terimakasih atas semangatnya.


.


.


.


.


jangan lupa like dan vote, terus jadi favorit.


.


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝

__ADS_1


__ADS_2