
" J .. pernahkah kau berada di suatu tempat dengan My Queen saat menjalankan satu misi "
cetus Red Joker yang membuat J teringat akan kejadian beberapa minggu yang lalu, saat J menunggu My Queen dan saat J berada dalam satu lift dengan My Queen.
Red Joker tersenyum melihat Natalie yang masih terdiam, Red Joker berjalan kembali meninggalkan Natalie, saat berjalan Natalie langsung tersadar dari lamunan nya dan melempar handphone nya kearah Red Joker, Dengan cepat Red Joker berbalik dan menangkap handphone tersebut.
" jangan menghentikan ku , aku benar-benar mau melihat Aura, "
" Red Joker, kau tau tentang penyakit nona muda ? "
tanya Natalie sambil berjalan kearah Red Joker.
" nona cantik, kita baru bertemu, jadi kau harus cari sendiri jika ingin mengetahui semua nya "
" berhenti, kau tidak boleh kesana "
Red Joker memberhentikan langkah nya, lalu kembali menatap Natalie dengan tajam seakan-akan mau membunuh. Red Joker menggerakkan lehernya ke kiri dan ke kanan.
" kau tau, kalau bukan kau salah satu dari tangan kanan My Queen, sudah pasti aku jadikan karya ku "
mendengar ucapan Red Joker membuat Natalie sedikit gemetar.
Red Joker yang dirinya tau adalah sosok dingin dan tidak peduli pada siapa pun kecuali My Queen. Jika bersama My Queen sosok Red Joker seperti seorang kakak yang sangat baik. Natalie akhirnya menjelaskan kenapa dirinya selalu menghentikan Red Joker,
" aku hanya ingin memberitahu bahwa di kamar ada Tuan muda Orlando yang menjaga Nona muda Aurora, di setiap ruangan ada di pasang CCTV, saat ini suasana hati Tuan muda Khira sedang tidak bagus, aku hanya tidak mau membuat masalah saat ini, jadi aku mohon untuk pergilah dari sini, aku akan mengabarkan tentang My Queen pada kamu, aku janji "
Natalie menatap mata Red Joker dengan tatapan penuh harap, Red Joker hanya diam dan pergi meninggalkan Natalie, saat kepergian Red Joker, wanita yang berparas cantik itu merasa lega dan bisa bernafas dengan baik.
" jantung ku hampir berhenti saat bersama dengan nya, My Queen dan Red Joker benar-benar membuat aku mati mendadak "
keluh Natalie pelan.
☆☆☆☆☆
Cuaca pagi yang sangat cerah ditambah dengan awan yang berwarna biru laut, dimana angin masuk melalui ventilasi di ruang perawatan Aurora. Gadis manis yang bertubuh langsing itu membuka matanya secara perlahan-lahan, ada rasa berat diatas perut langsing nya, disamping Aurora terasa deru nafas yang sangat nyenyak.
Perlahan Aurora memutar kepalanya kearah kanan, saat memutar kepala Aurora sangat terkejut melihat wajah tampan pria yang sangat dirinya kenal, wajah tampan itu tampak sangat dekat dengan wajahnya, Saat ini Aurora sangat susah untuk bergerak, tubuhnya benar-benar dikunci oleh Orlando.
Benar pria itu adalah Orlando, pria yang semalam menemani Aurora didalam kamar perawatan yang berada di kediaman Khira dan Kevin. Orlando telah menyerahkan semua pekerjaan nya kepada Daniel dan Riki.
Orlando menyadari kalau Aurora telah terbangun, tapi saat ini Orlando tidak mau melepaskan gadis yang sedang dirinya peluk.
Orlando masih terus pura-pura tidur dan semakin erat dan dekat memeluk Aurora, hingga bibir Orlando dan bibir Aurora hanya berjarak satu CM. Aurora mulai merasa gugup saat wajah mereka semakin dekat. saat Aurora hendak bergeser Orlando menahan dengan sekuat tenaga.
" kau sudah bangun dari tadi bukan? "
tanya Aurora pelan, Orlando hanya tersenyum tanpa membuka kedua matanya,
" aku sulit bernafas, jadi renggangkan pelukan mu "
__ADS_1
" bisakah kau diam sebentar, aku masih sangat mengantuk "
" aku akan diam jika kau melepaskan pelukan mu "
Orlando membuka kedua matanya dan tersenyum kepada Aurora, gadis yang berbaring disampingnya hanya menatap saja. Orlando melepaskan pelukan nya dari tubuh Aurora, dengan cepat Aurora menggeliat kan tubuhnya, saat mau menggerakkan tangannya dengan cepat Orlando menahan.
" awas, jarum infus nya lepas. "
" sudah berapa botol "
" 10 botol "
" ah... 10 botol, kalian gila "
Aurora sangat terkejut mendengar jawaban dari Orlando. tetapi Orlando hanya tersenyum bahagia melihat ekspresi terkejutnya Aurora.
Aurora memasang wajah cemberut nya, hal itu membuat Orlando mendadak terdiam.
Orlando bangun dan duduk diatas tempat tidur setelah itu Orlando membantu Aurora bangun dan duduk diatas tempat tidur juga.
" aku tidak tau pasti berapa botol, yang aku tau Kevin dan Natalie setiap satu jam bergantian keluar masuk ruangan ini "
" itu artinya dia tau tentang penyakitku "
Aurora berkata dengan wajah yang sedih.
" setidaknya itu bisa membuat Khira dan Kevin bahagia, karena mereka tidak perlu lagi menyingkirkan aku dari dunia ini "
Disatu sisi Khira dan Kevin yang saat ini berada dibalik pintu luar merasa sakit hati atas perkataan Aurora.
Khira yang sedang membawa sarapan pagi buat Aurora hanya bisa menahan sakit dihati nya, sebenarnya Khira sangat rindu kepada Aurora, selama ini Khira selalu berada didalam kamar yang dibuat, dihias dan di dekor oleh dirinya sendiri buat Aurora jika suatu saat dirinya bertemu dengan Aurora.
Kamar tersebut selalu dikunci, tidak ada yang boleh masuk kecuali Khira sendiri, yang membersihkan kamar tersebut juga Khira sendiri.
" hatimu sakit "
" sudah tau masih nanya "
" pelan-pelan saja, kau tahukan sifatnya, apalagi jika dia menjadi My Queen "
mendengar perkataan Kevin membuat Khira menatap tajam.
" King, siapa dia diantara kita berempat dan apa saja tugasnya ? "
" yang aku tau ada dua King, bisa jadi kedua ny ada di salah satu dari kita "
Khira menarik nafas panjang, begitu juga dengan Kevin.
Kevin mengetuk pintu dan membuka pintu, Aurora dengan cepat menghapus airmata nya, dan menatap kearah Khira dan Kevin.
__ADS_1
" kakak membawa sarapan buat Aura "
" kalau kakak datang untuk memeriksa kesehatan Aura "
Khira dan Kevin menyadari mata sembab Aurora. sedangkan Orlando turun dari tempat tidur dan berjalan keluar.
" kalau begitu aku mandi dulu, kalian disini menjaga nona muda "
Saat Orlando berjalan, tiba-tiba Aurora berteriak.
" jangan pergi "
" aku harus mandi. tubuh ku bau obat "
" siapa suruh kau tidur sambil meluk aku semalam "
mendengar perkataan Aurora, spontan membuat Khira menatap tajam kearah Orlando.
Orlando hanya tersenyum dan berjalan cepat meninggalkan Aurora.
" Orlando ... Orlando ... "
" dia lebih tua lima tahun dari mu "
cetus Khira dengan wajah datar nya.
Kevin pun ikut berjalan dan mencabut jarum infus yang ada di tangan Aurora dengan pelan dan hati-hati.
Aurora hanya diam menatap kearah Khira dan Kevin bergantian dengan wajah yang murung.
Khira masih memegang meja yang berisi sarapan Aurora. setelah pekerjaan Kevin selesai Khira duduk disamping Aurora dan meletakan sarapan Aurora di meja kecil diatas tempat tidur.
.
.
.
.
.
Maaf kalau telat lagi ya, karena aku lagi banyak kerjaan. tapi masih sempat disiapkan.
jangan lupa like dan vote ya,
jangan lupa beri hadiah dan jadi favorit
.
__ADS_1
.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝