MY SECRET QUEEN

MY SECRET QUEEN
Bab 42.


__ADS_3

Sebelum Joker pergi dibawa oleh helikopter miliknya, terlebih dahulu menatap Daniel seperti memberi isyarat agar Daniel jangan bertindak gegaba dan hanya berdiri di tempat nya.


Orlando menatap tajam kearah Joker yang semakin lama semakin menjauh dari pandangannya.


" Richi pasti ada di dalam helikopter itu, aku yakin itu "


kata Riki dengan pandangan menatap kearah perginya helikopter tersebut.


Orlando meletakan senjata nya diatas meja kerja. Daniel seperti merasakan aura kemarahan dari sepupunya itu.


" Joker ... "


nama itu lolos begitu saja dari mulut Orlando. Riki masih menatap kepergian Joker yang sudah lama tidak terlihat lagi.


" sepertinya akan susah menangkap Richi, karena dia bersama My Queen, sampai saat ini kita belum tau apa kehebatan mereka "


" aku ingin tau setelah kalian menangkap Richi apa yang akan kalian lakukan selanjut nya "


Daniel bertanya kepada Riki dan Orlando.


Kedua pria yang ada di hadapan nya masih saja diam. Daniel pun membuka suara lagi.


" malam ini adalah pesta ulang tahun pernikahan orangtua ku, mereka pasti ada disana, dan apa kalian ingat apa yang dikata Khora dan Kevin tentang My Queen, dia bisa jadi lawan atau kawan, dan yang menarik dari ucapan Khira dan Kevin adalah mendapatkan My Queen dan menjadikan dia milik mu Orlando "


Mendengar ucapan dari Daniel membuat Orlando dan Riki saling menatap satu sama lain.


" Joker ... AS .... Ten ... Black Joker dan J kelima nya bisa jadi milik kita jika salah satu diantara kalian berdua mendapatkan My Queen, tapi satu hal yang pasti tentang Qing "


" Daniel sepertinya kau tau banyak, tapi apa kau tau apa tujuan Qing ? "


" maksud mu apa Orl ? "


tanya Daniel penasaran, dari yang dia tau Qing pasti orang yang membantu Queen, atau Qing dan Queen satu orang.


" Qing ada untuk membunuh My Queen, tapi sampai saat ini aku belum tau siapa Qing "


Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Orlando membuat Daniel seperti di sambar petir disiang bolong, hati nya terasa sakit mendengar hal itu.


" bisa dibilang ini sudah diatur pertemuan kita semua dengan My Queen "


" Orlando .. sepertinya ada yang kau rahasiakan dari kami "


kata Rici dengan menatap Orlando dengan tatapan intemidasi.


Orlando membalikkan badan dan berjalan meninggalkan ruang rapat tanpa menjawab pertanyaan dari Riki.


Sementara itu Daniel dan Rici hanya bisa menghela nafas panjang dan ikut berjalan keluar.


☆☆☆☆☆


" kak .. apa kakak akan pergi ke pesta ulang tahun pernikahan om Johan di indonesia ? "

__ADS_1


" Indonesia .. apa sudah waktu nya kita bertemu Aurora "


mendengar ucapan dari dari sang kakak membuat Excel tampak bingung.


Kebingungannya kembali saat Excel teringat pesan terakhir ibunya sebelum menutup mata.


Flash Back.


Di rumah sakit terbesar Negara Indonesia seorang anak laki-laki berusian 13 tahun memegangi tangan ibunya yang berlumuran darah dan terbaring tidak berdaya.


Anak laki-laki itu tanpa sangat tegar bahkan tidak meneteskan airmata sedikit pun.


Ibunya yang menatap putra disamping berusaha tersenyum dengan getirnya karena menahan rasa sakit di sekejur tubuh miliknya.


Dengan sisa-sisa nafas terakhirnya sang ibu memegang erat tangan Putra agar lebih mendekat.


Putra nya dapat merasakan genggaman tangan sang ibu dan berjalan pelan kearah ibunya.


" Good .. bo ..y .., Exc .. cel .. de .. de ..ngarkan .. ap .. apa .. yang ... mo .. momi ... ka .. takan ..., di .. an ..ta .. ra .. ke .. em ..pat .. da .. ri .. kalian ... me .. mi .. liki .. tu .. gas .. ten .. tang .. Au ..rora .., mem .. bunuh .., me .. lin .. dungi .., men .. didik .. dan mem .. besarkan ... "


Excel menatap nanar kepada Mominya yang sudah mulai melemah, Excel yang saat itu berusia 13 tahun sangat mengerti dan paham apa yang di maksud dari ucapan mominya. Excel mematap ke sekeliling ruangan yang serba putih lalu berkata kepada mominya.


" maksud momi siapa diantara kami yang punya tugas membunuh Aurora dan kenapa harus Aurora "


Ibunya menatap dengan sangat sayup bahkan hampir menutup matanya. Disisa nafas terakhir sang ibu berkata kepada Excel.


" Ji .. ka .. ke .. adaan .. men .. desak .. ca .. ri .. Wiliam .. Adik .. mu .. pu .. nya .. si .. si .. yang .. me .. nge .. rikan .... "


Ibu Excel menatap putra nya dengan tatapan bahagia karena di detik-detik terakhir sang ibu, Excel tidak meneteskan airmata nya walaupun sang ibu mengetahui bahwa batin putranya tersiksa dan sakit. Saat pintu ruangan akan ditutup barulah Excel meneteskan airmata sedih nya.


Pandangannya tidak luput dari Aurora yang terus menangis histeris dipojokkan ruang rumah sakit dengan tubuh yang sangat dingin, dimana Antoni, Khira dan Kevin berada dihadapan Aurora dengan berdiri tegap layak nya seorang pria dewasa.


On Back.


" Excel .. Excel .. Excel ... "


teriak Antoni memanggil nama Excel yang saat itu masih diam dan melamun. Excel yang diteriakkan tadi terkejut dan berdiri menatap Antoni dengan wajah kaget.


" apa yang kau lamunkan ? sampai-sampai aku memanggil nama mu dari tadi kau diam saja "


" a .. itu .. tidak ada apa-apa kak"


Excel menatap Antoni dengan pandangan tajam, di dalan pikiran Excel masih terus terlintas apa yang diucapkan oleh Ibunya di hari terakhir hidupnya.


ingin rasanya Excel mencari tahu apa yang terjadi pada orangtua nya dan keluarga Alfaro tetapi apa daya dirinya kehilangan petunjuk.


Satu-satunya petunjuk adalah adik kesayangannya, tapi saat dirinya tau bahwa diantara Antoni, dirinya, Khira dan Kevin mempunyai misi untuk membunuh Aurora.


Excel berjalan meninggalkan ruang kerja Antoni sambil berbicara sendiri yang hanya bisa di dengar oleh diri Excel.


" jika ingin membunuh Aurora seharusnya ibu tidak membiarkan Aurora lahir ke dunia ini , dan apa yang ada didalam diri Aurora yang membuat semua orang takut padanya."

__ADS_1


Excel menarik nafas panjang memikirkan semua itu.


" bersiaplah .. kita akan ke Indonesia "


kata Antoni dengan suara bariton nya. Excel hanya melambaikan tangan tanda mengiyakan.


☆☆☆☆☆


" kita ke bandara "


" mau jemput siapa lagi ? "


" sesorang yang sangat cantik tapi sedikit berbahaya , dia bisa jadi guru beladiri mu, aku yakin dalam waktu sekejap kau bisa menguasainya "


" benarkah ? "


" hmm "


jawab singkat My Queen yang saat ini masih didalam mobil sport pribadinya.


Gracia yang duduk disamping My Queen tersenyum bahagia. begitu juga dengan Ten dan J yang berada di depan. My Queen mulai menatap Ten dan J dari kaca spion membuat Ten dan J terdiam.


" siapa nama guru yang akan kita jemput di bandara "


" Black Joker "


jawab My Queen tersenyum manis kepada Gracia.


Sedangkan J dan Ten terkejut mendengarnya. karena ini pertama kalinya mereka berlima akan bertemu dan berkumpul. Dan berharap dapat melihat wajah asli satu sama lain tidak terkecuali wajah My Queen.


My Queen hanya tersenyum tipis membuat Ten dan J hanya diam dan fokus kedepan.


.


.


.


.


Maaf ya baru bisa Up karena tanggal muda pekerjaan ku menumpuk dan banyak.


Sekali lagi maaf ya, apalagi bagi pembaca yang setia menunggu.


.


.


.


🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝


__ADS_2