MY SECRET QUEEN

MY SECRET QUEEN
bab 62.


__ADS_3

" anak ini kebiasaan , kalau sudah makan pasti tertidur "


celoteh Excel sambil tersenyum manis.


" mau dibiarkan saja disini, ini anak "


tanya Kevin kepada Excel. sedangkan Khira dan Antoni hanya diam saja.


" Excel ... angkat saja dan letakkan dia ke kamar hotel milik kita "


Jawab Antoni sambil menatap Aurora yang tertidur di atas kursi.


" dia akan bangun jika di angkat paksa, jika kebiasaan nya tidak berubah "


Khira berkata sambil menatap saudara kandungan nya. Antoni, Kevin dan Excel langsung terdiam saat mendengar ucapan Khira, ketiganya langsung teringat tentang kebiasaan tidur adik kesayangan nya itu.


Sedangkan Orlando dan Riki hanya memperhatikan keempat pria yang berdiri didepan mereka.


" kalau memang seperti yang dikatakan Khira, kenapa dia tidak terbangun saat aku membawanya dari mension ke cafe ini "


" benar juga, jika Aura punya kebiasaan kalau tidur tidak bisa di angkat paksa, kenapa saat Orlando membawanya dia tidak marah "


kata Riki kembali, ucapan Riki membuat Antoni, Excel, Khira dan Kevin terdiam sejenak. keempatnya mulai maju dan hendak berebut menggendong Aurora.


Tiba-tiba semua terkejut saat Richi datang dan menerobos keempat kakak kandung nya Aurora, Richi langsung menggendong Aurora ala bridal style, melihat Richi menggendong Aurora membuat Antoni, Khira dan Riki bergerak bersamaan dan menghadang Richi dengan tatapan penuh amarah.


" Aurora tenang lah, ini aku Richi "


bisik Richi di telinga Aurora. Gadis manis itu langsung memeluk erat bahu bidang Richi sambil menyandarkan kepalanya di dada. Richi melihat wajah Aurora yang tersenyum saat tertidur.


" tenang lah dan tidurlah "


bisik Orlando kembali, tanpa memperhatikan tiga pria di hadapannya.


" turunkan Aurora sekarang, "


" minggir "


" Richi .. turunkan Aurora sekarang "


" Excel .. aku masih punya kesabaran, kau tahukan kalau dibelakang ku siapa, dan kalian semua pasti tau apa yang akan terjadi jika kalian mengacau "


terang Richi dengan santai nya.


" beritahu aku dimana My Queen "


" Orlando, kau tidak akan bisa menemukan nya "


" baiklah, kita lihat saja nanti "


" sekarang apakah aku bisa pergi "


" tidak semuda itu, jika kau ingin pergi, lepaskan adikku "


kata Antoni sambil memegang tangan Richi dengan sangat kuat.


" Antoni Alexander .. aku ingatkan satu hal, masih ingat apa yang kau dan Excel katakan saat hari ulang tahun Aurora, dimana saat itu seharusnya Aurora tau semuanya "

__ADS_1


mendengar Richi berkata membuat Antoni tanpa sadar melepaskan cengkeraman tangan nya.


Richi berjalan keluar dengan santai nya, wajah Richi tampak mulai khawatir dengan keadaan Aurora saat ini.


" tenang lah, aku akan memberitahu dimana Aurora nanti, saat ini aku harus membawanya. percayalah padaku Antoni, aku akan memulangkan nya "


" jauhkan dia dari My Queen "


teriak Riki dengan kuatnya.


" kau pikir aku bodoh, menyerahkan nona muda pada My Queen, aku hanya meminjam nama nya saja sebagai timbal balik perjanjian kami "


kata Richi dengan menarik senyum nya keatas tanda dirinya menang telah mendapatkan Aurora tampa menggunakan fisik.


Richi pergi dengan cepatnya karena mau melakukan pemeriksaan terhadap Aurora.


Sedangkan Antoni dan Excel kembali ke apartement mereka karena keduanya masih menetap dua minggu.


Khira dan Kevin kembali ke kediaman mereka tanpa berkata sepatah katapun kepada Riki dan Orlando.


Dan Orlando, Riki kembali melakukan tugas mereka masing-masing walapun pikiran mereka masih bingung dengan pertemuan kakak beradik keluarga Alexander.


☆☆☆☆☆


Dua minggu setelah kejadian waktu itu. Antoni dan Excel yang saat ini berada di bandara sedang menunggu kedatangan Richi dan Aurora. Dimana saat Antoni dan Excel ke indonesia keduanya tidak mau membawa pengawal sama sekali.


" kak .. apa keputusan mu bila Aurora tidak mau ikut kita kembali "


" setidaknya dia tinggal bersama keluarga Alfaro dan Marco "


" bagaimana dengan Khira dan Kevin, bukan kah itu hal yang selalu kakak rahasia kan dari Aurora "


Excel sedikit lega saat mendengar ucapan sang kakak, karena tidak tau mengapa saat ini Antoni yang dihadapan nya adalah orang yang berbeda, sebenarnya jauh di lubuk hati Excel ada kekhawatiran untuk meninggalkan Aurora di indonesia, gadis kecil yang selalu terkurung mendadak terlepas dari sangkar emasnya.


Tidak beberapa lama Aurora berlari kearah Antoni dan Excel.


Aurora mungkin membenci Antoni dan Excel, tapi kebencian nya sangat kecil dibandingkan rasa sayang nya. Aurora berlari dan memeluk Antoni,


" kau membenci ku "


" bodoh .. mana mungkin aku membenci adik ku, apalagi dia sangat manis "


Aurora memeluk erat kakak pertama nya, tampa disadari airmata Aurora terjatuh mengenai pipi mulusnya, Antoni sangat mengetahui sifat adiknya itu, tetapi hanya bisa tersenyum.


" apa kau menangis ? "


" tidak , siapa yang menangis "


" jika kau ingin pulang, aku akan menjemput mu "


Aurora melepaskan pelukan nya dari sang kakak.


Antoni melihat ada yang aneh dari wajah Aurora, Excel pun ikut bergabung dan berdiri di samping Antoni.


Aurora mengusap kasar airmata yang membasahi pipi nya, Aurora kembali menatap kedua kakak laki-lakinya.


" kak .. beri aku waktu, jika tidak mendapatkan apa yang ku cari, aku akan pulang "

__ADS_1


Aurora tersenyum kepada kedua kakak nya.


Excel merenggangkan kedua tangan nya agar dipeluk juga oleh Aurora.


Aurora yang melihat kakak keduanya langsung berjalan kearah Excel dan memeluknya.


" kak .. bantu aku cari King "


bisik Aurora kepada kakak keduanya, ucapan yang di bisikan oleh Aurora membuat Excel terdiam.


Aurora melepaskan pelukan nya dan menjauh dari kedua kakak nya, dengan senyuman yang manis Antoni dan Excel berjalan pergi.


" Kak Antoni ... Kak Excel .. kalian jangan khawatir aku akan baik-baik saja di kediaman Alfaro "


teriak Aurora yang membuat semua orang memandang dirinya.


Aurora hanya cuek dan tidak peduli dengan tatapan semua orang yang berada di bandara.


" kau benar akan tinggal di kediaman Alfaro "


" iya, memang nya kenapa ? kau keberatan ? "


" tidak , aku tidak keberatan sama sekali , kau bisa tinggal disana sesuka hatimu "


Mendengar perkataan Richi membuat Aurora terdiam dan sedih, Richi dibuat geleng-geleng kepala melihat tingkat menggemaskan Aurora.


Tangan kanan Richi mengusap kepala Aurora dengan penuh kasih sayang.


" aku tidak marah, tinggallah disana, jika terjadi sesuatu hubungi aku , paham "


Aurora kembali tersenyum saat Richi berkata lembut kepadanya. Richi memegang tangan Aurora dan berjalan keluar bandara, dimana Orlando, Daniel, Riki, Khira dan Kevin sedang menunggu.


Aurora terkejut melihat lima mobil sport berbaris lurus dimana pemiliknya sudah menunggu di tiap mobil.


" pilihlah mau naik yang mana ? "


teriak Khira kepada Aurora. Richi hanya tersenyum miring melihat pemandangan tersebut.


.


.


.


.


.


Maaf telat up yang, tanggal muda begini Author di sibuk kan dalam bekerja.


jangan lupa like dan vote ya.


.


.


.

__ADS_1


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝


__ADS_2