
Tatapan Antoni membuat seluruh tubuh Angel gemetar karena ketakutan dibuat oleh Antoni. Excel mengatakan sesuatu untuk meyakinkan hati Angel agar tetap tenang dan tidak takutan lagi.
" tenang dan percaya kepadaku bahwa kakak ku tidak akan melukai mu , jika kakak ku berani melukai mu sedikit saja aku yang akan menghadapi nya, jadi tenangkan hati mu "
Mendengar perkataan Excel perlahan-lahan membuat hati Angel mulai tenang, tangan yang di genggam oleh Excel tidak terasa dingin dirasa oleh Excel, hal itu membuat Excel tersenyum tipis dan merasa lega karena asistennya tidak ketakutan lagi.
Antoni masih saja terus menatap kedua orang yang ada dihadapan nya.
" kak .. yang aku tanya hanya alasan Aurora keluar dari rumah kita, kenapa kau menjadi marah kepada Angel dan menatap nya, Angel tidak bersalah yang salah aku tapi aku yakin sesuatu pasti terjadi bukan, ayo katakan .. "
" tidak ada yang perlu untuk dikatakan atau pun dijelaskan kepada mu "
jawab Antoni tenang sambil berjalan melewati kedua insan yang menurutnya sangat mengganggu kenyamanannya.
Baru saja Antoni melangkahkan kaki tiba-tiba Excel berteriak kuat kepada Antoni, yang membuat Angel terkejut.
" kak .. mau sampai kapan kau berbohong kepada ku, kak .. jika kau tidak mau mengatakan semuanya atau masih bersikeras untuk merahasiakan semuanya aku akan mencari tau sendiri apa yang terjadi, aku bukan anak-anak lagi, ingat itu "
Antoni hanya tersenyum miring dan menoleh sambil menatap Excel setelah itu berjalan maju meninggalkan tempat yang menurutnya terasa nyaman tadi.
Angel menatap punggung Excel dari belakang, ada rasa iba dihati Angel, Ada keinginan untuk memeluk tubuh pria yang ada dihadapannya saat ini tetapi ada rasa takut dalam hati Angel sendiri, yang membuat Angel hanya bisa menatap sayu dari belakang Excel. Tanpa di sadari butiran bening keluar dari mata indah Angel.
Excel merasakan ada tetesan air jatuh ditangan nya yang saat ini masih menggenggam tangan Angel.
Excel reflek membalikkan badan dan melihat Angel sedang menangis tersedu, semakin lama tangisan Angel semakin kuat, kuatnya tangisan Angel membuat Excel khawatir dan cemas kalau-kalau disangka orang Excel sedang mengusik Angel.
" Angel .. please ku mohon diam lah "
Kata Excel panik melihat Angel semakin keras menangis. Excel menepuk pundak Angel pelan-pelan agar wanita yang super sexy itu berhenti menangis, tetapi tidak berhasil Angel masih saja menangis.
" Angel .. berhentilah menangis, Angel apa kata orang kalau lihat kau menangis, Angel .. diam lah .. "
Excel sudah kehabisan kata-kata buat meyakinkan Angel agar wanita dihadapan nya diam dari tangisnya.
Hingga akhirnya Excel merasa putus asa dan tanpa sadar menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Karena sudah kehabisan cara akhirnya Excel memeluk Angel dan mengusap rambut Angel dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Tiba-tiba tangisan Angel berhenti, Excel tersenyum manis melihat wanita di pelukkan nya terdiam.
" begini baru bagus, diam dan jangan menangis, Angel mengapa kau menangis? "
Tanya Excel pelan kepada Angel sambil melepaskan pelukan nya. Angel menatap Excel dengan mata yang masih berair,
melihat wajah Angel yang sembab membuat Excel tertawa lepas.
" hahahahah .. hahhahaha ..😃😃 "
__ADS_1
Excel tertawa sambil memegang perutnya.
Angel merasa malu dan terduduk di kursi kayu dekat pohon sakura, dengan cepat menutup wajah nya.
" tuan berhentilah tertawa, tuan membuat aku malu "
" hahahah ... hahaha .. habisnya kau lucu, baru kali ini aku melihat kau menangis seperti tadi, hahahahan "
" tuan ... jika tuan tidak berhenti tertawa, aku akan menangis lagi "
" iya .. iya .. baiklah .. aku akan berhenti .. tapi Angel .. kau .. hahahahhaahahahahah "
" tuan ... "
teriak Angel sambil membuang muka dan tersenyum bahagia karena melihat tuan nya tidak marah dan kesal lagi.
Excel pun menggelengkan kepala melihat tingkah Angel. Excel tau betul bagaimana sifat Angel, wanita yang sedang duduk ini adalah wanita yang tegar dan penuh percaya diri.
" apa kau lapar , ini sudah jam makan siang "
Excel berjalan menuju parkiran mobil nya, Angel pun berdiri dan berjalan di samping tuannya, Mata indah milik Angel menatap kearah Excel.
" jangan menatap ku, jika ingin mengatakan sesuatu katakanlah "
" tuan tadi kau bertanya kenapa aku menangis, apa kau mau mendengarkan jawaban dariku "
Angel tersenyum melihat pria tampan yang menjadi tuannya ini.
Angel menarik nafas panjang lalu dikeluarkan secara perlahan-lahan, setelah dirinya yakin, Angel berkata dengan pelan dan tegas,
" tuan sebenarnya yang membuat Aku bersedih karena melihat Tuhan bertengkar dengan Kakak tuan, sejujurnya tuan Anthony juga merasa Terpukul saat Nona muda kecil kabur dari rumah dan negara ini "
mendengar jawaban dari Angel membuat Excel terdiam dan menatap wanita yang berdiri dengan kepala menunduk disamping nya. Excel pun menarik nafas panjang.
" lain kali jangan menangis seperti tadi, itu bukanlah sesuatu yang harus kau tangisi, sejujurnya ada satu hal yang sangat berbahaya bila adik kecil pergi meninggalkan negara itu, lagi pula kau belum tau apa yang bisa dilakukan oleh Aurora saat dirinya berada diluar "
Angel dibuat semakin bingung dengan ucapan tuannya.
" tuan ... jika aku berbohong dan berbuat sesuatu yang sangat bertolak belakang dengan diriku ini apa tuan mau memaafkan dan menerima Angel "
" apa yang berbeda dari dirimu "
" aku berkata jika tuan "
" tergantung Angel, hal apa dulu yang kau lakukan dan kau kerjakan dibelakang ku, tetapi satu hal jangan terlalu dekat dengan adik kecil ku, sebenarnya dia sangatlah berbahaya "
__ADS_1
Mendengar ucapan Excel membuat Angel bingung, kenapa tuan nya berkata seperti itu tentang adik kecilnya, Menurut yang dilihat Angel selama ini nona mudanya itu sangatlah menderita dari usia lima tahun sudah berada dalam sangkar emas yang sangat tinggi, terlebih lagi jika nona mudanya mau keluar rumah selalu mengenakan pakaian cosplay.
Excel menarik tangan Angel untu menaiki mobil dan pergi dari tempat itu menuju restoran mewah milik keluarga Alexander untuk mengisi perutnya yang sudah sangat kosong, bahkan cacing di perutnya sudah meronta-ronta minta diisi. Angel hanya menurut dan patuh saat di tarik oleh tuannya.
☆☆☆☆
Aurora berjalan mengitari setiap sudut mension keluarga Alfaro dimana dirinya tidak sendiri, Gracia selalu bersama dan menemani Aurora setiap waktu. lama kelamaan keduanya menjadi akrab dan sudah seperti saudara, apa yang digunakan Gracia di gunakan oleh Aurora juga.
Aurora masih memegang Black card yang pernah diberi oleh Orlando waktu itu. Gracia melihat apa yang di pegang oleh Aurora.
" apa yang akan kau lakukan dengan kartu itu "
" belum tau Gras , Oh .. iya aku sampai lupa kenapa kau tidak belajar beladiri?"
" aku ingin, tapi kakak ku melarang "
" maksudmu Daniel "
Gracia hanya mengangguk tanda mengiyakan ucapan Aurora.
" bagaimana kalau kita kabur dan melakukan apa yang belum kita lakukan selama ini "
" bagaimana caranya ? "
" percaya padaku, kita bisa melakukan apa saja saat keluar dari sangkar burung ini , apalagi kita punya kartu ini"
kedua Gadis itu tersenyum dengan bahagia keduanya memikirkan sebuah cara untuk kabur dari kediaman yang sangat mewah ini.
.
.
.
.
hai .. hai ... aku kasih 1 bab ini. selalu setia menunggu ya.
.
.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝
JANGAN LUPA DI LIKE DAN JADI FAVORIT AGAR TIDAK TERTINGGAL.
__ADS_1
😊😊😊😊