
Aurora menatap sekeliling mansion milik Orlando, pria aneh yang dijuluki oleh Aurora sendiri. Saat mata coklatnya melirik kearah sebuah ruangan yang tertutup yang terletak diantara tangga kediaman mansion tersebut, tiba-tiba kepala Aurora mendadak sakit yang sangat luar biasa sehingga membuat Gracia terkejut dan panik melihatnya.
" aw .. sakit .. aww .. mengapa harus sekarang disaat begini .. Aww ... "
" Aura .. Aura .. kau kenapa? Aura .. jangan menakutiku seperti ini, Aura .. "
Teriak Gracia panik sambil memegang tangan Aurora, Dimana Aurora langsung terduduk di lantai dengan kedua tangan nya yang menarik-narik rambut panjang berwarna silver nya.
" Aura .. Aura ... apa yang harus aku lakukan sekarang , Aura ... "
" sakit .. sakit Gracia .. aww .. "
teriak Aurora dengan kuatnya tanpa disadari darah segar keluar dari hidung gadis manis itu. Melihat darah yang keluar membuat Gracia panik dan berlari kearah dapur untuk mencari kepala pelayan.
Saat Gracia mau lari tangannya dipegang oleh Aurora. Gracia yang panik terkejut dan duduk disamping Aurora.
" aku mohon jangan pergi jangan tinggalkan aku disini sendiri "
" Aura, tahan sebentar, aku akan minta bantuan, percayalah padaku "
kata Gracia sambil mengelap darah yang keluar dari hidung Aurora dengan tangan kanannya.
Darah yang dibersihkan oleh Gracia dari hidung Aurora masih tetap keluar , Gracia membaringkan Aurora di lantai, Tubuh Aurora semakin lama semakin melemah, kepala yang sakit semakin lama semakin terasa sangat sakit. Auror melihat dengan mata sayu saat Gracia pergi meninggalkan dirinya di lantai.
Aurora mulai tidak merasakan sakit hingga tanpa sadar dirinya mulai pingsan sesaat. Sementara Gracia yang berlari kearah dapur akhirnya sampai. Dengan nafas yang masih menggebu-gebu Gracia berteriak, yang membuat seisi dapur terkejut dan melihat kearah Gracia yang tampak seperti panik dan dengan wajah sedih.
" Kepala pelayan ... Bibi Lidya ... Bibi Lidya ... "
Lidya pun keluar dari ruang masak dimana saat ini dirinya sedang mengawasi para koki yang sedang membuat menu makan siang untuk kedua nona muda itu.
" ada apa nona Gracia, mengapa nona kelihatan panik "
" tolong .. tolong .. sesuatu telah terjadi pada Aura, bi "
" nona tenang dulu, nona tarik nafas pelan-pelan setelah itu keluarkan, baru jelaskan apa yang terjadi "
Gracia mendengarkan apa yang dikatakan Lidya, gadis cantik itu mengatur nafas nya secara perlahan-lahan setelah itu menceritakan apa yang terjadi.
Saat bersamaan Aurora terbangun dari pingsan nya, saat dirinya bangun seperti tidak terjadi apa-apa pada diri gadis manis itu. Aurora menggeliat kan badannya seperti saat bangun tidur. sebuah senyuman yang mematikan terukir dari bibir manis miliknya.
Aurora berdiri dan berjalan kearah sebuah kaca yang besar yang berada diruang tamu mansion mewah itu.
" sangat membosankan, sepertinya aku harus berganti penampilan, Aurora .. aku akan mengubah dirimu "
Aurora terus tersenyum dengan bahagianya.
__ADS_1
Aurora mengambil handphone dan mengirim pesan singkat kepada Gracia. Semenjak Aurora tinggal bersama Gracia keduanya sudah bertukar nomor walaupun keduanya sering bersama di mension itu.
{📩 Gracia , aku tunggu di bagasi sekarang }
Aurora berjalan kearah kamar Orlando, Gadis manis itu berjalan dengan santai sambil mencari sesuatu dikamar Orlando dimana kamar itu menjadi kamarnya dan Gracia beberapa hari yang lalu. Tepat disaat bersamaan dimana kamar Orlando ada yang sudah dipasang CCTV oleh Orlando untuk mengecek apa yang dilakukan kedua gadis muda itu saat ditinggal di mension.
Orlando yang sedang rapat dengan para karyawan karyawati yang bersangkutan dengan materi rapat hanya sibuk melihat laptop yang dimana menampilkan video CCTV di mension utamanya. Dimana Orlando sedang melihat pergerakan Auro.
" apa yang kau cari di kamar "
kata Orlando pelan yang hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri, sementara Riki dan Daniel sibuk menjelaskan masalah yang ada di perusahaan.
Dikamar Orlando. Aurora tersenyum manis karena apa yang dicari telah ditemukannya , dengan wajah yang bahagia Aurora berputar-putar tanpa disadari ada sepasang mata biru yang melihat dari layar kecil.
" waktunya menghabiskan semua yang ada di kartu ini, Aurora waktunya kau berubah, kali ini aku yang akan mengubahnya "
Aurora berjalan keluar kamar dengan gaya anggun nya, dan menuju ke bagasi milik Orlando.
Di dapur setelah Gracia menjelaskan apa yang terjadi pada Aurora. Kepala pelayan mulai panik karena jika terjadi sesuatu kepada Aurora akan menjadi masalah besar nantinya. Walaupun Lidya bisa mengontrol amarah tuan mudanya tetapi bila menyangkut Aurora hal itu akan berbeda.
Saat keduanya mau berjalan cepat menuju dimana Aurora berada, Handphone Gracia berbunyi dan Gracia dengan cepat membuka lalu membaca pesan yang masuk, saat membaca Gracia terkejut karena pesan itu berasal dari Aurora. Langkah kaki Gracia berhenti dan membuat Lidya bertanya.
" ada apa nona Gracia ? "
" sepertinya Aura baik-baik saja, Bibi Lidya kembali bekerja lagi saja "
" maksud ku, Aura baik-baik saja,tidak ada yang terjadi padanya "
" nona yakin kalau nona muda Aura baik-baik saja. nona tau kan jika sesuatu terjadi pada gadis itu tuan muda bisa mengamuk "
Lidya mencoba meyakinkan Gracia atas apa yang diucapkan gadis itu tadi. karena dari penjelasan Gracia tadi sesuatu yang serius terjadi pada Aurora.
Gracia menatap Lidya dengan tenang dan berkata lagi,
" Bibi ku yang baik percayalah kepada ku Aura baik-baik saja, saat ini dia sedang berada di kamar, aku pergi dulu kedepan, Bibi kembalilah bertugas lagi"
Gracia berlari kearah depan hanya untuk meyakinkan Lidya bahwa Gracia mau menuju ke kamar untuk melihat Aurora, Lidya sang kepala pelayan hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat tingkah nona muda nya itu.
Gracia dengan cepat melihat situasi ke sekeliling mension,
" aman, aku datang Aura "
ucap Gracia dengan senang nya. dan berlari kearah bagasi mobil dimana Gracia melihat Aurora sedang berdiri menatap seluruh mobil mewah yang terparkir di bagasi pribadi milik Orlando.
" apa yang kau lakukan disini Aura "
__ADS_1
kata Gracia sambil menghampiri gadis yang seumur dengan. Aurora menatap kearah Gracia.
Gracia terkejut melihat tatapan Aurora yang sangat berbeda dari biasanya.
" ternyata kakak hobi mengoleksi mobil mewah "
" kakak .. siapa yang kau panggil kakak"
" sudahlah , abaikan apa yang aku katakan, kita naik mobil sport merah itu, bagaimana ? "
" apa kau punya kuncinya "
Aurora tersenyum dengan penuh kemenangan sambil menunjuk kunci mobil yang berbentuk kotak kecil. Aurora menekan tombol kecil pada remote kecil yang dirinya pegang.
" bagaimana ? benarkan warna merah "
" Aura darimana kau dapat remote kunci itu "
Aurora menatap tajam kearah Gracia, ada rasa takut dirasa oleh Gracia. Aurora melihat dari atas sampai bawa penampilan Gracia.
" kau sangat cocok dengan Aurora, kalian berdua memang cocok menjadi sahabat. tapi seperti nya kau belum terlalu hebat dalam bela diri. aku akan mengajarkan bela diri agar kau tidak perlu tergantung pada siapa pun, dan satu hal lagi panggil aku My Queen "
" My Queen ... tapi nama mu Aura kan "
Aurora tersenyum miring, Gracia melihat ada yang aneh dan berubah dengan Aurora.
" sudah melihatnya. panggil aku My Queen, hari kita akan ke party dan sebelum itu waktunya perubahan "
My Queen menarik Gracia masuk kedalam mobil sport merah yang sangat mahal itu, dan dengan muda nya kedua gadis itu keluar dari mension dengan menggunakan Gracia sebagai umpan untuk keluar.
.
.
.
Hallo semua aku up lagi, selamat baca dan tak lupa juga di like ya.
.
.
TERIMA KASIH.
.
__ADS_1
.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝