MY SECRET QUEEN

MY SECRET QUEEN
Bab 70.


__ADS_3

" Aura gelap ... dingin ... J .. itu kau "


...Ucap Daniel dengan dingin, Natalie yang mendengar perkataan dari Daniel langsung berhenti berjalan, Natalie menoleh kearah Daniel, tetapi Daniel hanya tersenyum miring, senyuman nya mirip dengan AS, senyuman sang Iblis....


...Natalie masih berdiri sambil menatap tajam kearah Daniel. sedangkan Daniel masih terus tersenyum miring,...


" tuan ... mungkin tuan salah orang "


" aku tidak mungkin salah orang, itu kau J, tidak disangka My Queen memberi mu tugas mengawasi tuan muda ke 3 dan tuan muda ke 4 keluarga Alexander, apa kau tidak takut saat berhadapan dengan Khira "


..." apa maksudmu tuan muda Daniel "...


" berhentilah bersikap seperti itu, jalani saja perintah My Queen, jangan sampai kau lengah, jika kau melakukan kesalahan sedikit saja, tidak ada yang bisa menolong mu "


" tenang saja "


Natalie berkata sambil berjalan masuk ke mension Khira dan Kevin,


" akhirnya kau mengakui kalau dirimu salah satu dari kami "


Natalie tersenyum miring mendengar perkataan dari Daniel. Keduanya berjalan masuk kedalam mension Khira dan Kevin.


Sementara Gracia sudah masuk dari tadi, Gracia mengelilingi sekitar mension untuk mencari keberadaan Aurora.


" kemana Aura? "


Gracia sudah mulai lelah mencari Aurora yang tidak ketemu.


Khira tidak sengaja melihat Gracia yang berjalan menghampiri Daniel.Khira berjalan kearah Daniel dengan santai.


" ada apa kau kesini ? "


" kau membawa sahabat nya, jadi aku menemaninya kesini "


" aku kira kau mencari perhitungan "


" belum waktunya aku mencari perhitungan dengan mu dan kembaran mu, tidak aku sangka kau berasal dari keluarga Alexander "


" Grac ... Rora ada di rumah kaca, pergilah "


" baik kak .... "


" pergilah .... "


" tapi kau ... kak Kevin atau kak ... "


tepat disaat itu Kevin berteriak memanggil Khira, yang membuat semua yang berada disana berlari mengikuti Kevin.


" Khira ..... sesuatu terjadi pada Aurora "


Khira dan Kevin tampak ketakutan melihat apa yang terjadi.


Disaat bersamaan Orlando panik melihat Aurora mengeluarkan darah di hidung nya. Darah yang keluar tampak sangat segar dan lumayan banyak. Orlando tampak panik melihatnya,


" Aura ... Aura ... "


Aurora yang mulai melemah dan terjatuh di pangkuan Orlando, tambah membuat Orlando semakin panik.


Dengan mata yang sayup dan semakin lama menutup membuat Orlando tanpa sadar mengeluarkan airmata, Pria dingin itu akhirnya menangis juga,


" kepalaku sakit .... Orlando ... kepalaku ... kepalaku ... sakit ... "

__ADS_1


" bertahanlah Aura, bertahanlah .. lihat kakak-kakak mu berlari kearah sini "


mendengar suara dari Orlando membuat Aurora tersenyum, semakin lama Aurora mulai tidak sadarkan diri.


Tepat disaat itu Khira, Kevin, Daniel, Gracia dan Natalie tiba, Kevin dengan cepat berlari mengambil Aurora dan menggendong nya keluar dari rumah kaca, saat mau keluar dari rumah kaca semuanya dikejutkan dengan kedatangan Red joker dan Ten.


Red Joker menatap tajam kearah Kevin.


" berikan gadis itu pada ku "


" keadaannya saat ini sangat parah "


" aku tau, karena itu berikan padaku, hanya aku yang bisa menolongnya "


" Red Joker menyingkir dari jalan ku "


teriak Kevin dengan wajah panik. Red Joker berkata yang membuat tangan nya gemetar.


" dengar ... mau Antoni, Excel, Khira dan Kevin tidak ada satu pun dari kalian yang cocok mendonorkan sumsum tulang belakang kalian "


Red Joker melihat pria yang dihadapan nya terdiam dan gemetar dengan cepat nya mengambil alih tubuh Aurora dan menggendong nya.


Khira yang melihat itu langsung marah dan mengeluarkan senjata api berukuran kecil kearah kepala Red Joker, semuanya tampak terkejut.


" membawanya ... kau mati "


Ten yang berada dibelakang Red Joker masih mengamati dengan santai. Ten tau kalau Khira hanya menggertak.


" aku tau kau tidak mungkin membunuh ku karena tugas mu menjaga atau melindungi , waktu ku tidak banyak, jika kita masih berdebat nona itu akan .. "


" aku yang akan merawatnya "


" sudah aku bilang kalian tidak bisa "


" serahkan nona muda keluarga Alexander , aku percaya Kevin bisa mengatasinya "


" ternyata tuan muda keluarga Alfaro "


" berikanlah, waktunya tidak banyak "


kata Daniel sambil memberi isyarat kepada Kevin buat berjalan ke hadapan Red Joker untuk mengambil Aurora dan membawanya kedalam mension.


Kevin berjalan ke hadapan Red Joker dan mengambil Aurora dari tangan nya, dengan cepat Kevin pergi membawa Aurora, tidak lupa diikuti oleh Natalie.


Natalie menatap kearah Red Joker dan Ten dengan mengatakan sesuatu yang membuat Red Joker dan Ten memutuskan untuk pergi.


" ada aku J "


Natalie hanya menggerakkan mulutnya tanpa mengeluarkan suara.


Red Joker mengirim email kepada Daniel melalui jam tangannya.


📧 My Queen akan muncul , jadi berhati-hatilah.


pesan email telah terkirim, Daniel melihat handphone nya dan membacanya. Red Joker dan Ten pergi dari tempat itu dengan menggunakan helikopter yang baru tiba. Tanpa berkata keduanya naik dan pergi. Khira, Orlando dan Gracia berlari menuju mension untuk melihat Aurora.


Sedangkan Daniel masih berdiri diam sambil memikirkan pesan email yang dikirim oleh Red Joker tadi.


" My Queen .... jika dia muncul lagi ... itu artinya akan ada yang mati lagi "


Daniel dengan cepat berlari menuju tempat dimana Aurora di letakkan.

__ADS_1


☆☆☆☆☆


Kevin dan Natalie memeriksa Aurora dengan cepat dan teliti, sementara Khira, Orlando, Gracia masih menunggu diluar kamar Aurora.


" sebenarnya apa yang terjadi dengan Aura ? "


" Aurora ... dia ... tubuh Aura saat ini sangat lemah , Aura tidak bisa bermain untuk sementara waktu "


" kak Khira apakah Aura akan baik-baik saja "


Khira menatap wajah Gracia yang mendadak murung.


Gracia adalah tipikal gadis yang susah untuk berteman, karena hari-harinya dihabiskan hanya bersama kakak dan kakak sepupunya, terlebih lagi banyak orang yang takut untuk berteman dengannya, semenjak bertemu dengan Aurora tidak tau kenapa keduanya menjadi akrab dan cocok, Khira yang melihat wajah murung Gracia hanya tersenyum melihatnya.


" bodoh ... Aura akan baik-baik saja dan Aura akan bisa bermain kemana saja bersama kamu "


kata Orlando untuk menenangkan adik sepupunya. Jauh didalam hati Orlando ada sedikit rasa cemas saat melihat Aurora pucat dan mengeluarkan banyak darah segar ketika dirumah kaca.


Gracia memeluk Orlando dengan erat, Orlando hanya tersenyum sambil mengelus kepala adik sepupunya. Daniel yang melihat nya hanya tersenyum tipis. Daniel berjalan mendekati Khira.


" bagaimana keadaannya ? "


" belum tau, dari tadi Kevin belum keluar "


" Khira apa kau tau rahasia keluarga mu ? "


mendengar pertanyaan dari Daniel membuat Orlando menatap Khira, tetapi yang di tatap hanya diam seribu bahasa.


" limabelas tahun yang lalu, kita harus cari tau apa yang terjadi, karena hal itu melibatkan tiga keluarga ternama "


Orlando membawa Gracia duduk di sofa panjang, Gracia hanya menurut dan tidak lama tertidur.


Orlando berjalan mendekati Khira dan Daniel.


" ingatan ku hilang tentang tragedi itu, menurut firasat ku, My Queen dan Aurora terlibat didalam semua itu "


" maksudmu apa Orl, ... "


tanya Daniel dengan wajah penasaran.


.


.


.


.


.


.


.


hai hai hai aku up lagi ini, sekali lagi maaf jika up nya lama.


jangan lupa di like dan vote ya.


.


.

__ADS_1


.


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝


__ADS_2