
Orlando terus memperhatikan tingkah Joker dan Ten yang menurutnya seperti kekanak-kanakan, tetapi dibalik sifat itu keduanya memilik kemampuan yang sangat hebat itu yang dirasakan oleh Orlando menurut insting nya bahkan mungkin setara dengan dirinya, tetapi hal itu tidak membuat Orlando takut sedikitpun begitu juga yang dirasakan oleh Riki.
" Orlando Alfaro, kedatangan AS bukan untuk mencari masalah tapi hanya kesalahpahaman, diantara kami bertiga dirinyalah yang selalu bermain, kau paham maksudku bukan"
Terang Joker sambil berjalan kearah Ten dan AS. dimana AS sudah tidak sanggup untuk bertarung lagi.
Joker berharap Orlando mau melepaskan mereka, Jika tidak, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan kemampuan untuk menghadapi Orlando dan Riki. walau nantinya akan dihukum oleh My Queen yang saat ini memantau dari jauh. Ketiganya saling menatap.
Orlando dan Riki memandangi ketiga pria yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri, Riki memberi tanda pada semua anak buah Orlando agar menyingkir dari tempat ini dengan menggunakan satu gerakkan tangan kanan nya saja. Om Johan masih memperhatikan keponakan dan sahabat keponakannya itu.
" apa yang akan kau lakukan selanjutnya ponakan ku "
dalam hati Om Johan berkata yang masih melihat Orlando. Ten menarik nafas panjang dirinya sudah mulai bosan dan jenuh dengan apa yang dilakukan nya saat ini, ingin rasanya Ten menghabisi semua orang yang menghalangi dirinya. Joker dan AS mulai merasakan emosi dari Ten yang sangat membara, Joker memegang punduk Ten sebelah kanan untuk menahan Ten agar tidak keluar dari batas perintah My Queen.
" ingat pesan My Queen, bawa AS dalam keadaan baik-baik saja bukan dengan kekerasan, karena meraka bukan bagian dari rencana My Queen "
Bisik Joker kepada Ten agar pria yang tingginya sama dengan dirinya bisa tenang kembali. Joker memang belum memahami sifat asli Ten, sehingga dirinya berusaha semaksimal mungkin mengontrol amarah Ten.
Di taman kediaman Orlando yang luasnya sangat besar masih dengan suasana menegangkan, Orlando dan Riki masih memperhatikan Ten, Joker dan AS yang saat ini masih berdiri dengan tenang di hadapan mereka, Om Johan memantau situasi dari kejauhan. Sementara Ten, Joker dan AS masih mencari cara untuk keluar dari situasi yang menurut ketiganya sangat melelahkan.
Anak buah Orlando yang diperintahkan untuk pergi sudah tidak ada ditempat, sedangkan para penembak jitu yang bersembunyi disetiap sudut masih siaga walaupun di pantau oleh lima Drone yang dikirim oleh My Queen. Diwaktu bersamaan Didalam mobil sport My Queen mendadak kepalanya sakit, sehingga membuat My Queen berteriak sangat kuat,
" Ah ... ahhhhhh .. ahhh "
sambil menarik rambut panjang berwarna silver.
Tubuh kecilnya mendadak gemetar menahan sakit yang dirasakan,
" ahhh .. ahh .. sakit nya "
butiran bening berhasil lolos dari mata coklat indah milik My Queen.
Dua buah laptop yang dipangku olehnya diletakkan ke sisi kirinya, Kali ini gadis manis itu sudah tidak tahan lagi untuk menahan rasa yang sakit di kepalanya, Rambut yang ditariknya tampak berantakkan.
Topeng gold yang digunakan oleh My Queen pun dilepaskan secara paksa dan dibuang kearah depan. My Queen benar-benar sudah tidak tahan lagi, dirinya keluar dari mobil dan berjalan dengan kaki yang gemetar secara perlahan-lahan. sekujur tubuh gadis itu menjadi dingin, wajahnya yang berseri mendadak pucat karena sakit yang dirasa.
__ADS_1
Gaun merah berlengan satu yang digunakan tampak kusut,
" kepala ku sakit, kakak ... kakak .. kepala Rora sakit "
Ucap Aurora dengan pelan, Aurora terus berjalan dengan langkah kaki yang semakin lama semakin melemah. Sepatu high heel berwarna hitam yang tingginya mencapai 15CM di lepaskan oleh Aurora.
Gadis manis berkulit putih yang mengunakan gaun merah sangatlah menjadi perhatian banyak orang yang melihat nya, tetapi hal itu tidak membuat Aurora merasa risih dirinya bahkan tidak perduli dengan tatapan banyak orang, bisa dibilang saat ini Aurora tampak seperti orang gila.
Di teriknya matahari siang tidak membuat Aurora patah semangat untuk terus berjalan, dengan bertelanjang kaki dirinya terus melangkahkan kaki indahnya kearah sebuah kediaman yang sangat besar. Kaki mulusnya sudah tidak berbentuk lagi, banyak luka di telapak kaki Aurora akibat berjalan di jalan bebatuan dan aspal.
Sesekali bibir pucat nya mengeluarkan suara rintihan kesakitan saat berjalan, dan terkadang terjatuh beberapa kali.
" aww ... aduh ... Rora benar-benar sudah tidak kuat lagi kak .... "
kata Aurora pelan tapi dirinya berusaha bangkit dari jatuhnya.
" tinggal sedikit lagi ... Rora harus kuat, harus tahan ... "
Aurora berkata untuk menyemangati dirinya sendiri. keringat dikepala nya terus turun membasahi pipi pucat nya, gaun merah yang dikenakan tampak kotor, rambut panjang yang indah sudah tidak berbentuk lagi, Dengan sisa tenaga yang ada Aurora sampai di kediaman Orlando, para penjaga menghampiri dan terkejut saat melihat Aurora.
" tolong Aura .. tolong bi .. lang .. sama kak Orl .. "
" kita bawa saja nona ini "
kata salah satu penjaga ke penjaga yang lain.
" memegang tubuh nya saja aku sudah gemetaran, apa lagi menggendong dan membawanya, bisa mati langsung aku "
jawab penjaga yang memegang tubuh Aurora.
" tapi nona ini tampak pucat sekali, jika sesuatu terjadi padanya gimana? "
" kita tunggu saja tuan muda "
para penjaga berharap tuan nya cepat datang, jika tidak habislah mereka.
__ADS_1
☆☆☆☆☆
Sudah beberapa lama tidak ada pergerakan dari anggota My Queen dan juga Orlando. Ke lima pria tampan itu masih berdiri di tempat masing-masing, suasana mendadak berubah saat seorang penjaga datang memberitahu sesuatu yang membuat Orlando, Riki, Joker dan AS terkejut.
" tuan ... tuan ... didepan ada seorang nona muda mengenakan gaun merah dan berambut silver pingsan dan wajah nya sangat pucat, tubuh .. tubuhnya penuh luka .. satu lagi kaki nya terluka parah "
Orlando langsung berlari kearah gerbang utama tanpa memperdulikan sekeliling nya lagi, sesaat Riki berpikir.
" berambut silver .. jangan-jangan Aura, apa yang terjadi dengan gadis kecil itu "
Riki pun ikut berlari mengejar sahabatnya ke pintu gerbang, sedangkan Om Johan masih diam ditempat. Sementara Joker dan AS menatap satu sama lainnya seperti memberi isyarat untuk pergi dari tempat inin
" ini kesempatan, ayo Ten, kita pergi dari tempat ini "
kata Joker sambil masuk kedalam mobil, tetapi Ten masih diam di tempat nya. AS mulai kesal melihat Ten yang masih diam, dengan cepat Ten diseret masuk kedalam mobil oleh AS, setelah itu AS masuk kedalam mobil dan mengemudikan mobil sport dengan cepat.
Setelah kepergian Joker, Ten dan AS dari taman kediaman, Johan merasa tidak senang melihat nya, ada raut wajah kesal pada diri Johan.
Saat itu juga Orlando sudah tiba di depan pintu gerbang, dengan cepat tangan nya mengambil dan memeluk gadis yang tidak berdaya itu, Orlando benar-benar terkejut melihat penampilan Aurora saat ini.
" apa yang terjadi pada mu ? siapa yang membuat mu jadi begini ? aku benar-benar akan membunuh siapa saja yang berbuat begini padamu ? Aura .. Aura ... sadarlah .. ini aku.. Aura ..... "
kata Orlando dengan lantang dan kesal pada dirinya atas apa yang terjadi pada gadis yang mengusik dirinya.
.
.
.
Hai ... aku kembali, walaupun sedikit terlambat, tapi aku sudah berusaha update ya.
Jangan lupa di like di bawah ini, dan jadi novel favorit ya kakak-kakak dan adik-adik.
.
__ADS_1
.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝