MY SECRET QUEEN

MY SECRET QUEEN
Bab 18 .


__ADS_3

Daniel turun dari mobil dengan raut wajah marah sambil membuang jas yang dipakainya ke lantai, tangan kanannya melonggarkan dasi dan menarik agar dasinya terlepas, dililitkan dasi yang ditarik oleh Daniel tangan kiri dengan erat.


langkah kaki terdengar kuat di sepanjang rumah, Pak Heru yang menggendong Gracia di punggung belakang terkejut melihat kedatangan Daniel.


" tuan muda "


" Pak Heru, bawa Gracia ke kamarnya, apa pun yang terjadi di ruang atas jangan ada yang mendekat "


Perintah Daniel dengan tegas.


Pak Heru hanya mengangguk kan kepalanya tanda mengerti. Daniel melangkahkan kakinya menuju sebuah kamar yang di yakini oleh dirinya bahwa apa yang dicari ada di sana. Pintu kamar dibuka dengan sangat kasar, tanpa basa basi satu tinju mengudara tepat mengenai wajah pria bertopeng tersebut.


" 🀜 "


pria yang di tinju tersungkur tepat di meja samping tempat tidur.


" kau gila ... "


teriak pria yang kena pukulan oleh Daniel.


" kau yang gila, sudah hampir sebulan lebih, kau kemana saja? apa kau tidak memikirkan kondisi My Queen?, apa kau memang mau melihat My Queen mati ? .. "


mendengar pertanyaan yang bertubi-tubi membuat Richi kesal.


" siapa yang mau melihat My Queen mati, aku .. "


Sambil terduduk dan memegang sudut bibir yang kena tinju oleh Daniel, mata biru laut itu menatap Aurora penuh kesedihan.


Daniel masih berdiri dengan mengepalkan kedua tangannya, sesekali menarik nafas dengan berat. Richi masih berdiam diri di samping Aurora yang belum sadarkan diri.


Sementara diruang rapat Digital Grup Riki dikejutkan dengan munculnya burung phoenix di semua laptop di ruang rapat tersebut.


" Richi marco ... dia lagi .. "


" Riki .. atasi masalah ini, cepat "


" jujur saja Orl , jika dia mengeluarkan Phoenix emas tidak ada harapan sama sekali "


" Richi apa hubungan kau sebenarnya dengan Aura dan My Queen "


sambil mengepalkan tangan kanan nya lalu meninju meja dengan kuat.


Riki hanya terdiam melihat sahabatnya yang mulai marah. Riki mengambil inisiatif buat mencairkan amarah sahabatnya itu.


" kita kembali ke rumah sekarang "


Orlando hanya melirik tajam kearah sahabatnya, Riki memberi isyarat dengan menggunakan kepalanya tanda mengajak sahabatnya untuk bergegas pergi menuju kediamannya.


Orlando berjalan menuju parkiran di ikuti oleh Riki dari belakang dengan membawa laptop pribadinya.


" hubungi Daniel sekarang, suruh dia menyusul pulang "

__ADS_1


" Handphone nya mati "


" sial .. situasi genting begini dia susah di hubungi "


Dengan nafas yang menggebu-gebu Orlando berjalan dengan cepat dan langsung menaiki mobil sport berwarna hitam.


Disaat bersamaan Richi memberi sebuah berkas kepada Daniel,


" apa ini ? "


" lihatlah, setelah itu kau akan tau apa yang ku lakukan selama sebulan lebih ini "


Daniel membuka berkas satu persatu semakin lama dibuka dan dibaca oleh Daniel makin terkejut dan sesak di hati Daniel.


" kau .. kau .. kau .. yakin ini "


Richi hanya terdiam dan tertunduk tanpa menatap Daniel sama sekali.


Dengan rasa kesal dan marah Daniel menarik kerah baju Richi yang saat ini mengenakan kemeja lengan panjang berwarna merah,


" jawab aku .. apa yang ada disini semua nya benar, jawab .. jawab ... Joker ... "


" benar .. semuanya benar .. "


teriak Richi dengan sangat keras. kamar yang digunakan mereka kedap suara sehingga apa yang terjadi saat ini tidak ada yang bisa mendengarkan sama sekali.


" selama sebulan terakhir aku mencoba mencari tau tentang apa yang terjadi lima belas tahun yang lalu, berkas-berkas itu dikirim oleh seseorang yang tidak bisa aku lacak keberadaannya , tiga keluarga besar terlibat pada insiden itu dan satu saksi kunci hidup tapi tidak ada yang tau siapa orangnya "


" Ten calling "


Daniel mengambil headset milik Aurora lalu memasangkan di telinga kiri dan satu lagi diberikan kepada Richi dan memasangnya di telinga kanan, Headset yang selalu digunakan oleh mereka adalah headset bluetooth yang sudah tersambung di smartwatch Apple series 6 milik Aurora.


[ My Queen dalam waktu satu bulan aku akan mengeluarkan mu dari sana, jadi bersiaplah ]


Tidak ada jawaban dari Aurora membuat Ten bingung dan heran, yang Ten tau My Queen selalu membalas walaupun hanya singkat.


[ **hallo ... hallo .. My Queen ]


[ hallo .. Ten ]


Ten yang mendengar jawaban dari orang yang berbeda hanya tersenyum miring seperti iblis.


[ Joker .. sepertinya kau tidak sendiri, ada orang lain di samping mu ]


[ hallo Ten, bagaimana kalau kita bertemu ]


Jawab Daniel sambil menatap Richi, Ten pun hanya tersenyum tipis mendengar ucapan dari orang yang berbeda.


[ AS .. tidak ku sangka itu kau, dimana My Queen .. ]


[ My Queen pingsan, sekarang lagi terbaring di dekat kami , Ten apa keahlian mu ]

__ADS_1


Ten langsung mematikan sambungan telepon nya.


Tidak lama setelah itu Richi mendapat sinyal dari laptop pribadinya, dengan cepat Richi melihat, sebuah senyuman iblis memancar di wajah tampan nya.


" aku harus pergi, ambil berkas ini, gunakan segala cara untuk mendapatkan sample sum-sum tulang belakang milik Khira dan Kevin"


Daniel langsung menangkap berkas yang di lempar oleh Richi, Dengan cepat Richi melompat dari jendela kamar milik Daniel.


Daniel langsung menyimpan berkas dibawa bantal Aurora yang saat ini masih belum sadar. disaat waktu bersamaan di saat Daniel membuka pintu kamar di saat itu juga Orlando membuka pintu kamar Daniel. Keduanya saling menatap dengan tajam, Daniel berusaha tenang agar tidak ketahuan oleh sepupunya.


Riki langsung menerobos masuk kedalam kamar Daniel dan melihat seisi ruang kamar yang dilihat hanya Aurora yang terbaring dengan infus di tangan nya.


" apa yang kau cari ? "


" kenapa hanya Aura yang di kamarmu, dimana Gracia ? "


" Gracia di kamar nya, kenapa ? "


" mengapa kau memisahkan mereka? mengapa tidak kau bawa saja Aura ke kamar Gracia? mengapa harus ke kamar mu ? "


Daniel hanya diam saja, dirinya tidak mau menjawab satu pertanyaan pun dari Riki.


Sementara Orlando berjalan dengan tenang ke dalam kamar Daniel lalu duduk di samping Aurora. Tangan kanannya mengelus kening dan rambut Aurora.


" bagaimana dirinya ? "


" Baik-baik saja "


" pergilah .. biar aku yang jaga gadis ini "


" tapi .. "


Ucap Daniel yang penuh khawatir meninggalkan Aurora sendiri.


Riki menghela nafas panjang sambil menarik tangan Daniel dengan paksa agar ikut dengan dirinya menuju ke kamar Gracia, dengan langka yang berat Daniel yang masih di seret oleh Riki akhirnya keluar dari kamar.


Orlando menatap gadis manis yang terbaring lemah di atas tempat tidur.


" siapa kau sebenarnya ? apa kah kau salah satu dari orang yang ingin membunuh diriku atau kau adalah orang yang murni menolong diriku, banyak pertanyaan di benak ku tentang dirimu tapi tidak satu pertanyaan pun yang ku utarakan pada mu "


tanpa disadari Orlando tertidur di samping Aurora sambil memeluk tubuh gadis berkulit putih berdarah asia tersebut.


.


.


.


Bab berikutnya Thor tinggalin dulu Aurora ya. Thor mau mulai dengan Khira dan Kevin kakak kembar dari Aurora sang My Queen.


Thor terus mengingatkan jangan lupa di Like ya. sentuh tombol πŸ‘dan 🀍 ya.

__ADS_1


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


__ADS_2