
Orlando dengan cepat melaju mobil sport miliknya, ada rasa kesal didalam hati Orlando sebenarnya, karena ulah sahabatnya, yang mendadak menghubungi dirinya.
Dalam perjalanan mata Orlando menatap kearah jalan dan sesekali kearah Aurora.
" siapa sebenarnya dirimu, apa benar kau berasal dari keluarga Alexander "
kata Orlando pelan sambil fokus mengendarai mobil pribadinya. Aurora masih saja tertidur pulas.
Tidak butuh waktu lama Orlando sampai ketempat yang dituju, Orlando memberhentikan mobil sport miliknya di depan cafe.
Saat salah satu petugas parkir datang hendak memindahkan mobil pribadi Orlando, dengan cepat Orlando berkata,
" tunggu ... , ada yang ketinggalan didalam mobil "
petugas itu hanya mengangguk pelan, Orlando dengan cepat membuka pintu mobil yang satunya lagi, dan mengangkat seorang gadis muda yang sangat manis.
Petugas itu melihat dengan heran, tetapi Orlando tidak peduli dengan apa yang dilakukannya. Dengan cepat Orlando masuk dan meletakkan Aurora dengan pelan diatas sofa dimana Antoni, Excel, Khira, Kevin dan Riki berada.
Saat Orlando meletakkan Aurora, dengan cepat keempat kakak laki-laki Aurora membuka jas dan jaket yang dikenakan mereka buat alas kepala, tutup badan dan kaki Aurora. Melihat hal itu membuat Orlando dan Riki tambah yakin kalau Aura yang dikenal oleh mereka adalah Aurora Alexander.
Orlando duduk di kursi dekat Riki, sedangkan keempat kakak Aurora masih menatap Aurora dengan pandangan sayang, terlebih lagi Khira dan Kevin, kedua saudara kembar otu sangat merindukan adik kesayangan nya, walau ada rasa penyesalan dihati keduanya.
" ingat dia kecil dulu, sangat lucu "
" kau benar Khira, dulu dia sangat imut dan lucu, apalagi kalau tidur, selalu memegang jari Kak Antoni dan dirimu, terkadang aku iri "
tanpa disadari Excel tersenyum mendengarnya, Orlando dan Riki melihat sahabat mereka merasa senang.
" ada apa kau menyuruhku kesini ? "
tanya Orlando untuk memecahkan suasana, Khira, Kevin, Excel dan Antoni kembali duduk. Wajah keempat bersaudara itu mendadak berubah serius. Orlando sekali lihat sudah dapat menebak bahwa ada hal serius.
" hotel mu tadi malam ada mati "
" mati .. ? "
tanya Orlando sambil melirik Riki, dan sahabatnya itu hanya mengangguk tanda membenarkan. Excel kembali berbicara lagi.
" Lihat foto ini kau akan tau siapa pelakunya "
Excel memberikan handphone nya kepada Orlando, dengan cepat Orlando mengambil handphone milik Excel dan melihat semua foto yang di foto oleh Excel sendiri.
Orlando tampak terkejut saat melihat wajah pria paruh baya yang tidak bernyawa lagi.
" dia .. dia .. Riki .. lihat wajahnya pasti kau mengenalnya kan ? "
Orlando berkata sambil menunjuk wajah pria yang difoto tersebut. Riki melihat dan berpikir sejenak, tidak berapa lama Riki menggeleng.
" Orl .. kau tau sebagian masa lalu ku hilang, begitu juga dengan dirimu, yang kita ingat hanya kebakaran saja "
Terang Riki dengan wajah sedihnya, sejujurnya Riki ingin sekali mengingat apa yang terjadi pada waktu itu, tapi semua sia-sia karena semakin berusaha Riki untuk mengingat semakin sakit sekujur tubuhnya, hal itu berlaku juga buat Orlando.
__ADS_1
" tapi aku yakin kita tau siapa paman ini, aku yakin itu "
jelas Orlando dengan wajah yang susah diartikan. setelah Orlando berkata lagi,
" Bunga Higanbana. .. kematian .. My Queen "
Orlando melihat kearah Excel. Pria yang di tatap oleh Orlando hanya tersenyum miring.
" Alexander, Alfaro dan Marko adalah nama ayah kita, dimana mereka selalu bersama dalam membangun bisnis dan membaginya, tapi ada satu rahasia yang dimiliki keluarga Alexander yaitu tentang Global Grup , itu perusahan pendanaan terbesar, semua perusahaan yang berdiri dibelakangnya didukung oleh Global Grup "
Jelas Excel kembali.
Orlando dan Riki terkejut mendengar semua itu, keduanya sama sekali tidak ada yang tau tentang Global Grup. karena perusahaan itu tidak pernah ada selama ini.
" perusahaan itu dimana sekarang ? "
" tidak ada yang tau Riki, dimana perusahaan itu "
jawab Excel lagi. Antoni hanya diam sambil memandang Aurora yang tertidur.
Khira pun angkat bicara kali ini,
" Orlando .. Riki ... Global Grup bisa saja Digital Grup atau Alfha Grup "
" kau gila Khira, mana mungkin salah satu dari perusahan keluarga ku atau keluarga kalian "
mendengar Orlando menjawab tampak sangat sedikit emosi.
Riki angkat bicara kali ini, yang membuat semuanya menatap dirinya.
" cari My Queen dan tangan kanan nya, buat dia jadi kawan bukan lawan "
Tegas Antoni yang masih menatap Aurora.
" My Queen lagi .. dia lagi .. sebenarnya siapa My Queen, kenapa harus menangkap dan menjadi kawan, dilihat secara naluri My Queen pasti membalas dendam "
kata Orlando keras, Kevin menatap sahabat nya itu, dan berdiri di samping Orlando sambil memegang pundak sahabatnya itu.
" My Queen kunci semuanya, aku yakin kau bisa menangkapnya dan negoisasi dengan nya "
Orlando menatap Kevin, sebenarnya saat Orlando tau Khira dan Kevin berasal dari keluarga Alexander ada rasa marah didalam dadanya, tetapi sebisa mungkin ditahannya, agar tidak meledak karena kecewa.
" Kevin kau tau saat ini aku masih marah padamu, dan aku masih berusaha menahan semuanya, karena aku butuh penjelasan dari mu "
Kevin hanya tersenyum dan kembali duduk. Antoni pun berkata lagi.
" kau tau Orlando dibelakang My Queen ada lima tangan kanan yang hebat, salah satunya pasti ada diantara kalian, bahkan bisa jadi diantara kita "
kali ini Antoni berkata sambil menatap Orlando dengan pandangan yang sangat mengerikan, seperti rasa mau di terkam. Orlando berkata yang membuat keempat saudara itu saling terkejut.
" dari awal aku mendengar nama My Queen itu dari kalian, apa kalian mengetahui siapa My Queen "
__ADS_1
Riki memperhatikan tatapan keempat bersaudara tersebut. ada rasa curiga terhadap keempat saudara itu.
" selain My Queen apa kalian tau kekuatan apa saja yang dimiliki kelima tangan nya "
Keempatnya hanya menggeleng. tiba-tiba Kevin berkata,
" ada satu yang harus kalian hindari yaitu Red Joker, karena dia bisa mengalihkan semua data dan menghapusnya "
" hacker ... "
kata Riki dengan wajah terkejutnya, seluruh otaknya saat ini terukir satu nama tapi mengingat semalam sepertinya tidak mungkin, Riki menarik rambutnya dengan kasar. Orlando hanya melihat saja.
Riki menggelengkan kepalanya karena hampir frustasi membayangkan nya.
Antoni, Excel, Khira , Kevin dan Orlando menjawab dengan bersama tampa disadari oleh mereka.
" Richi Marco "
Riki terdiam dan menatap kelima pria tampan itu bergantian.
" tidak mungkin "
" itu hanya firasat kita saja. lagi pula kita belum tau siapa saja tangan kanan My Queen "
jelas Kevin agar Riki tidak kepikiran.
" hanya soal itu saja ? "
tanya Orlando kembali, dan kali ini Antoni menatap Orlando dengan tatapan tajam.
" bukan, tetapi pria yang mati itu di bunuh dengan sangat mengerikan, apa lagi di sekujur tubuh pria itu mengandung serbuk emas "
" apa ... "
.
.
.
.
jangan lupa like dan vote ya.
mohon bantuan nya.
.
.
.
__ADS_1
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝