MY SECRET QUEEN

MY SECRET QUEEN
Bab 7 .


__ADS_3

Riki dan Daniel yang menyadari jika mereka telah ditinggal pergi oleh Orlando bergegas menuju mobil dan pergi menyusul Orlando.


" Riki .. katakan saja kalau kau gagal menemukan gadis itu "


Jelas Daniel yang membuat Riki mendadak berhenti mencari gadis yang dikatakan sahabatnya itu di laptop miliknya.


Daniel yang masih mengemudi mobil langsung memandang kearah depan.


" maksud mu apa? atau kau mengetahui sesuatu "


" aku hanya mengeluarkan apa yang aku pikirkan saja "


" Daniel ... jawab jujur, apa yang kau ketahui "


" tidak ada "


" kau tidak bisa berbohong di hadapan kami "


" bilang saja begitu, selesaikan. lagi pula setelah wanita itu tertangkap kita akan meninggalkan negara J ini "


Mendengar apa yang di ucapkan oleh Daniel membuat Riki makin curiga terhadap sepupu sahabatnya itu.


Riki masih terus memandangi Daniel, merasa di lihat dari tadi membuat Daniel jadi semakin kesal.


" kau bisa jatuh cinta kalau terus memandangi ku "


" aku masih waras dan sadar "


" baguslah "


Daniel melajukan mobil nya dengan kecepatan standar untuk mengejar ketinggalan nya. sedangkan Daniel sibuk mengotak atik laptop nya mencari tau siapa yang menolong Orlando. tiba-tiba raut wajah Riki mendadak berubah dan langsung membuang laptop nya ke kursi belakang.


Daniel terkejut dan langsung mengerem mobil nya mendadak membuat Riki marah dan menatap tajam kearah Daniel.


" kau gila, mau cari mati, kalau mau mati jangan bawa aku mati saja sendiri "


" kau yang gila .. kenapa membuang laptop mu ke belakang "


" Daniel jawab jujur, siapa gadis muda yang menyelamatkan Orlando "


mendadak tatapan Riki kembali seperti semula, yang di mana tatapan yang hangat dan bersahaja.


" aku tidak tau, kenapa? gagal? "


Daniel berkata sambil tersenyum mengejek.


Sementara di kejauhan mobil Orlando berhenti di lampu lalu lintas di sebelah mobil nya berhenti sebuah mobil sport putih yang tak lain mobil Aurora. Keduanya hanya memandang kedepan.


" Aura waktu mu tidak banyak hanya 30 menit, dalam waktu itu kau harus sudah kembali "


Aurora yang menggunakan handset yang terhubung dengan Richi di kejauhan sedang melakukan komunikasi.


" tenang .. Aura hanya butuh waktu 20 atau 25 menit saja "


" jangan matikan handphone mu, agar aku bisa mengawasi mu "

__ADS_1


" ok kak Richi "


Aurora menjalankan mobil sport nya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai ke hotel Antoni.


" lewat jalur alternatif, sudah ku sherlock ke handphone mu, hati-hati My Queen "


tutur Richi dengan penuh khawatir karena ini kedua kalinya dirinya melepaskan Aurora sendiri keluar.


☆☆☆☆


Aurora sudah berada di pintu belakang masuk hotel, dengan cepat Aurora mengubah gaya pakaiannya menjadi pegawai hotel hingga membuat siapa pun yang melihatnya tidak akan tau dan sadar bahwa dirinya menyamar.


" antarkan makanan ini ke ruangan 401"


Salah satu bagian koki berbicara kuat, Aurora menjawab sambil berlari kecil menghampiri salah satu koki itu.


" saya yang akan mengantar "


Aurora dengan cepat berjalan kearah kamar hotel 401 tersebut, kamar yang dimana seorang wanita yang dicarinya.


Aurora berjalan sambil menyanyikan sebuah lagu di mulut kecilnya. lagu yang di nyanyikan nya Aurora sangat menyeramkan, Aurora mulai berjalan pelan saat pintu lift terbuka di lantai 4, dengan pakaian pelayan dirinya melangkahkan kaki nya perlahan sambil melantunkan lagu DING DONG ( HIDE % SEEK ).


Sementara Orlando tiba di depan hotel milik Alexander grup, dengan tegap dan cool nya dia turun dari mobil dan melempar kunci mobilnya kepada bagian pakir mobil. Orlando yang menggunakan tuxedo serba hitam berdiri menunggu Daniel dan Riki.


Di sisi lain di lantai 2 berdiri sang pemilik hotel Antoni Alexander dan adiknya Excel Alexander, kedua pasang mata menatap tajam kearah Orlando berdiri.


☆☆☆☆


Aurora mengetuk pintu kamar 401,


Aurora langsung berbicara dengan nada suara agak tinggi agar pemilik kamar mendengar.


" layanan kamar "


Tidak butuh waktu lama Wanita penghuni kamar membukakan pintu dan menyuruh Aurora masuk dengan menggunakan jari tangannya.


Aurora menundukkan kepalanya sambil menyiapkan makanan di atas meja, setelah selesai Aurora merapikan tempat tidur, wanita penghuni kamar 401 duduk di sofa dengan menggunakan lingerings berwarna hitam.


Dengan gaya santai nya dia menghubungi seseorang, tak menunggu lama sambungan di terima oleh seseorang.


" hallo .. "


....


" aku tidak mau tau perjanjian kita kau memberi ku uang cash bukan transfer ataupun cek "


.....


" baiklah, nanti malam jam 19:00 aku tunggu ditempat kita bertemu, jangan lupa cash "


Aurora yang mendengar percakapan itu tersenyum miring ke kiri, di bukanya jendela kaca kamar hotel itu, setelah itu dirinya pergi dari kamar itu.


" permisi nona "


" ini tips buat kamu "

__ADS_1


Sambil membuang uang yang di berikan buat Aurora.


Aurora menatap tajam kearah wanita yang sudah berdiri dan berjalan kearah jendela kaca di mana tempat itu tidak jauh dari tempat tidur.


Aurora memungut uang yang jatuh dengan kesalnya.


Sementara di tempat waktu yang sama Angel mengetuk kamar Aurora dari tadi tetapi tidak ada jawaban yang membuat Angel semakin curiga, Angel teringat akan kata-kata tuan muda Excel kalau Aurora sering melarikan diri dari puri nya bahkan dia tidak sendiri.


" Aurora ... jika kau tidak membukakan pintu, akan aku dobrak pintu ini "


Teriak Angel dengan penuh amarah.


Saat itu Richi sedang membantu Aurora melarikan dari hotel milik kakak Aurora.


" ah ... sial, wanita itu mengganggu saja. Aura waktu mu 15 menit, helikopter ada di atas "


Richi mengotak atik komputer di kamar Aurora untuk membuat virus yang mengacaukan sistem.


Di hotel milik keluarga Alexander dimana Daniel dan Riki telah berada di tempat Orlando menunggu dengan cepat masuk dan menanyai kamar wanita yang dicarinya.


" bisa beri tau kami di mana wanita dalam foto ini tinggal sekarang "


" maaf tuan kita tidak bisa ini adalah privasi pengunjung hotel ini "


" ini mendesak nona, wanita ini harus kami temui sekarang "


kedua resepsionis saling menatap, salah satu dari resepsionis menghubungi sekretaris Antoni.


saat mau menghubungi tiba-tiba telepon berdering, salah satu resepsionis mengangkat.


" hallo, selamat siang, kami dari hotel ... "


" berikan apa yang di minta oleh mereka "


terdengar suara bariton dari seberang telepon, yang membuat resepsionis 1 terkejut dan terdiam.


belum sempat menjawab panggilan langsung ditutup. dengan cepat resepsionis 1 mencari nomor kamar hotel wanita yang yang dicarinya lalu langsung memberikan kepada Daniel.


" ini tuan, atas nama Diana kamar 401 di lantai 4 "


Tanpa basi basi lagi ketiga pria tampan dan manis itu berjalan menuju lift dengan cepatnya, setelah itu resepsionis 1 memberi tau kepada pemilik hotel apa yang di cari oleh ketiga pria di hadapannya tadi.


Antoni menerima nya dan langsung mengajak Excel sang adik ikut bersamanya, dengan menggunakan lift khusus untuk pemilik hotel.


.


.


.


.


Like ... like ...


Jangan bosan membaca dan jangan lupa di favorit ya.

__ADS_1


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝


__ADS_2