
Didalam mobil sport berwarna merah Aurora hanya duduk diam disamping Orlando. mata coklat nya memandang kearah luar jendela mobil dengan bibir di maju kedepan. Orlando hanya melirik sekilas kearah gadis manis itu.
" Aura , kau lapar ? "
" menurutmu ... "
Orlando mendadak ketawa lepas mendengar jawaban dari Aurora. Tanpa di sadari Orlando sifat yang dingin nya berubah saat bersama Aurora.
" sekali lagi aku tanya, Aura ... apakah kau lapar ? "
" bukan kah di Digital Grup ada kantin buat karyawan katanya makanan disana enak-enak semua, kalau begitu kita ke sana saja "
Orlando terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Aurora, karena dari tadi Orlando belum mengatakan bahwa dirinya akan membawa Aurora ke perusahaan nya. Aurora yang masih memandang keluar jendela tersenyum manis. Tangan kanan Orlando memencet tombol untuk membuka atap mobil.
Saat atap mobil otomatis terbuka, Betapa bahagianya Aurora, dirinya tanpa sadar berdiri dan berteriak kegirangan. Orlando yang melihat tingkah laku Aurora dibuat terkejut, tanpa sadar bibir merah nya tersenyum lebar.
" apa yang terjadi pada mu di negara itu, hingga kau bahagia sekali melihat dunia luar "
ucapan Orlando pelan yang membuat Aurora bertanya karena telinga nya mendengar samar-samar.
" apa yang Orlando bicarakan tadi ? "
" tidak ada, kita akan sampai sebentar lagi "
Aurora hanya mengangguk senang kepada Orlando. Gadis yang masih belum sadar mengenakan piyama itu duduk diam kembali di samping Orlando sambil memegang perut yang mulai berbunyi.
☆☆☆☆
" Khira ... ada angin apa pagi ini disini"
" ada angin topan "
Jawab Khira cetus, mendengar ucapan dari Khira membuat Riki bingung, lalu bertanya lagi,
" angin topan apa pagi ini disini? segala rintangan pasti Orlando bisa atasi, apalagi angin topan yang kau maksud "
Khira menghela nafas panjang mendengar ucapan dari sahabatnya.
" kenapa kau menghela nafas, yang aku bilang tadi benarkan ? "
" benar sekali Riki Marco, tapi masalahnya angin topan yang aku maksud itu angin topan dari presdir mu sendiri "
Khira yang dari tadi hanya berdiri di dekat meja berjalan keluar menuju lantai dasar, untuk mengecek apakah sahabatnya itu membawa gadis manis yang sebenarnya dirindukan oleh Khira.
Dari pertama kali melihat gadis muda itu, membuat hati dan batin Khira seperti merasa ada sesuatu yang aneh, sesuatu itu seperti sangat akrab bagi dirinya. Riki yang melihat Khira berjalan keluar langsung mengejar teman baiknya dari belakang.
__ADS_1
" man .. jelaskan apa yang di maksud angin topan dari Orlando "
kata Riki pelan tetapi diabaikan begitu saja oleh Khira. para karyawati melirik sekilas kearah dua pemuda tampan yang keluar dari ruang Orlando. Seperti biasa kedua nya hanya mengabaikan apa yang di sekitar mereka.
☆☆☆☆
Orlando memberhentikan mobil sport miliknya di depan pintu masuk perusahaan nya. para keamanan datang menghampiri Orlando.
" turunlah ... "
Aurora menatap kearah atas melihat pemuda yang tampan seperti raja romawi, Dengan atap mobil yang masih terbuka Aurora berdiri dan hendak melompat keluar dari mobil.
Tiba-tiba niat untuk melompat di batalkan oleh dirinya sendiri, saat sadar bahwa Aurora masih menggunakan piyama. Dengan ekspresi yang terkejut Aurora berteriak keras yang membuat para keamanan terkejut mendengarnya.
" ahhhh ....... "
Mendengar teriakan Aurora tangan kanan Orlando bergerak cepat menutup mulut gadis muda itu.
" diam, apa yang kau teriakan "
Aurora menunjuk tangan Orlando yang masih menutup mulutnya dan memberi isyarat agar Orlando melepaskan tangan nya. Orlando yang mengerti akan hal itu dengan cepat melepaskan tangan dari mulut Aurora.
" buka jas mu, aku tidak mungkin keluar dengan pakaian seperti ini "
Orlando tertawa lepas yang membuat seluruh petugas keamanan yang berdiri tidak jauh dari dirinya terkejut dan merinding.
Orlando membuka jas milik nya dan memasangkan kepada Aurora. Saat Orlando mau membukakan pintu Aurora langsung berkata.
" tidak perlu di buka, putar badan mu lalu menunduk sedikit "
" maksud mu ? "
" Orlando, kau ini tidak peka juga yah "
Aurora bertingkah seperti anak kecil di dalam mobil yang pada saat itu masih berdiri, tepat di saat bersama Khira dan Riki sampai.
Khira dan Riki melihat tingkah Aurora dari kejauhan mendadak tersenyum lebar, yang membuat para staf bagian resepsionis terkejut melihat keduanya.
" kau membawaku kesini melakukan tiga kesalahan, yang pertama aku belum mandi, yang kedua aku pakai piyama, dan yang terakhir aku tidak pakai sepatu atau sandal, lihat ini "
Sambil mengangkat dan menunjukkan kaki nya kepada Orlando.
Orlando memandang gadis manis yang berdiri diatas mobil nya, tidak tau apa yang dipikirkan oleh nya, jika saja wanita murahan bertingkah di hadapannya sudah pasti mati dibuatnya. Tetapi beda dengan Aurora apa pun yang dilakukan oleh Aurora, Orlando hanya bisa tertawa dan menurut saja, bahkan dirinya tidak peduli pada kharisma yang selama ini dirinya jaga.
Tanpa aba-aba lagi Orlando langsung menggendong Aurora dengan gaya bridal style dan membawa ke kantin perusahaannya. Semua pasang mata yang berada disana memandang kagum, adanya kesal dan iri. Rambut panjang keriting gantung berwarna silver yang tadi nya terikat mendadak lepas dan terurai membuat semua yang melihat menjadi semakin iri.
__ADS_1
☆☆☆☆
" ini bukan angin topan tapi bencana, Orlando .. benarkah itu dia "
Khira hanya menaiki kedua bahu nya lalu tersenyum miring. Sementara Riki masih bingung dengan sikap Orlando pagi ini. Keduanya berjalan mengikuti kemana Orlando membawa Aurora pergi.
Tak lama keduanya sampai dan lagi-lagi melihat tingkah konyol Orlando, Dimana Orlando mendudukkan Aurora di kantin perusahaan setelah itu Orlando pergi mengambil sarapan pagi nya.
Aurora hanya tersenyum melihat apa yang dilakukan Orlando. Mata coklat milik Aurora tidak sengaja melihat Khira dan Riki, Saat melihat Khira ada perasaan takut ketauan dan juga ada rasa rindu pada kakak yang selama ini sangat disayang oleh nya.
Tangan putih mulus nya melambai kearah Khira dan Riki sambil berteriak.
" kemari kak, kemari "
Mendengar teriakkan Aurora membuat siapa saja yang berada di perusahaan itu terkejut dan menatap padanya, Hal itu membuat Aurora terkejut dan terdiam lalu tertunduk, kali ini dirinya benar-benar takut, sesaat Aurora terpikir Richi karena dulu jika dirinya keluar rumah dibantu oleh Richi dan kemana pun dirinya pergi Richi tidak akan jauh darinya.
Terkadang hal itu yang membuat dirinya penasaran apa yang dilakukan oleh Orlando sehingga tidak ada pasang mata yang melihatnya dan membicarakannya. Orlando dengan cepat berjalan kearah Aurora dan memeluk Aurora lalu berbisik.
" ikut aku, kita sarapan diruangan ku saja, apa pun yang mau kau makan katakan saja, ayo jalan "
Aurora hanya mengangguk pelan dan mengikuti Orlando.
Baru beberapa langka Khira memberhentikan keduanya, Tanpa berkata apa-apa langsung membuka sepatu dan memakaikan nya ke kaki Aurora.
" mungkin kebesaran tapi pakailah "
Mendadak tubuh Aurora bergetar hebat seperti menahan sesuatu dihati nya, Orlando yang merasakan getaran tubuh Aurora langsung panik dan menggendong nya kembali.
Aurora menyembunyikan wajah nya di dada bidang Orlando, karena merasa khawatir Orlando berjalan dengan cepat menuju lift khusus baginya.
" tenang lah "
mendengar ucapan lembut dari Orlando membuat Aurora sedikit tenang dan lama kelamaan tertidur di gendongan Orlando.
.
.
.
Hallo semua pembaca maaf yang selalu telat update soal nya aku lagi kerja, mudahan para pembaca sabar menanti.
tak lupa aku ingatkan jangan bosan dan jangan lupa di like dan favorit di bawah ini ya. 👇👇👇.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝
__ADS_1