MY SECRET QUEEN

MY SECRET QUEEN
Bab 43.


__ADS_3

" Ibu asuh .. ibu asuh .. ahhh .... bagaimana caranya Gracia dan Aura kabur dari mension, apalagi melewati penjagaan yang sangat ketat bahkan ada penembak jitu di tempat-tempat tertentu "


teriak Orlando dengan keras nya bahkan suara nya sampai terdengar di seluruh penjuru Mension miliknya.


Wanita paruh baya datang dengan nafas yang masih terengah, ditariknya nafas pelan lalu dikeluarkan melalui mulut, setelah itu baru mulai bicara singkat dan langsung ke inti tentang apa yang terjadi.


" Orlando ... tadi yang ibu asuh dengar dari nona Gracia bahwa nona Aura mendadak kejang dan mengeluarkan darah dari hidung lalu langsung tidak sadarkan diri, karena mendengar apa yang diucapkan oleh nona Gracia membuat ibu asuh panik dan bergegas pergi meninggalkan semua pekerja, tapi saat separuh jalan mendadak Nona Gracia berkata bahwa nona Aura baik-baik saja. "


"tapi ibu asuh tidak percaya dan mau melihat apa yang terjadi tetapi nona Gracia berusaha meyakinkan ibu asuh, dan akhirnya ibu asuh memutuskan untuk kembali bekerja dan meninggalkan nona Gracia "


Setelah mendengar penjelasan dari ibu asuh nya, Orlando berjalan langsung ke kamar nya yang dimana di tempati oleh Gracia dan Aurora. Riki dan Daniel mengikuti dari belakang.


Riki duduk di sofa melanjutkan tugas nya mencari keberadaan Gracia dan Aurora. sementera Orlando asik dengan handphone nya, Dan Daniel hanya berdiri di jendela kamar Orlando sambil memikirkan sesuatu.


" Beauty ..... hanya itu "


" aku tau beauty , lihat ini "


Kata Orlando dengan menunjukkan layar Handphone nya, dimana ada pesan dari bank tentang transaksi pengeluaran di Beauty.


" sialan ... kau sudah tau tapi masih saja menyuruhku untuk mencari tau "


" 😏 "


Orlando hanya tersenyum miring mendengar ucapan dari Riki.


Tiba-tiba Daniel berkata.


" Beauty .... itu salah satu tempat sebuah transaksi jual informasi, senjata , dan salah satu tempat untuk menyekap orang-orang penghianat di dunia mafia "


" darimana kau tau tentang itu semua Daniel "


" kau meremehkan aku, aku sudah lama ikut dengan mu tentu saja aku belajar cara mendapatkan informasi "


" tapi tempat itu ada logo ini "


ucap Riki dengan membalikkan layar laptop kearah Orlando dan Daniel.


Riki memperbesar gambar di layar laptop nya. Orlando menatap dengan tajam kearah yang di tunjuk oleh Riki.


Daniel pun hanya diam, dirinya merasa sangat bodoh dengan mengatakan semua tentang Beauty.


" Itu logo Queen "


Tegas Riki kepada Orlando dan Daniel. Dimana ketiganya menatap Gambar Queen dalam kartu Remi yang terletak di Mahkota lambang Beauty. Riki dan Orlando menatap tajam kearah Daniel.


" kenapa kalian berdua menatapku seperti itu, aku tidak ... aku .. tidak ada hubungan nya dengan My Queen "


" aku .. aku .. ah .. pokoknya aku mendapatkan informasi itu dengan tidak murah , mau percaya apa tidak itu urusan kalian berdua"

__ADS_1


jawab Daniel dengan terbata-bata dan hati-hati karena dirinya hampir saja bunuh diri dengan mengatakan informasi tadi. Daniel kembali berjalan kearah jendela kamar Orlando dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Orlando menatap tajam kearah Daniel seperti ada yang aneh dari diri dan tingkah Daniel, tetapi langsung dibuang jauh pikiran itu dari dirinya, Begitu juga dengan Riki yang ikut menatap Daniel.


☆☆☆☆☆


Khira dan Kevin yang sedang bersiap-siap untuk pergi ke mension Orlando tiba-tiba saja ada sebuah Email yang masuk. Dimana Email tersebut akan otomatis di print oleh komputer milik Khira dan Kevin sendiri.


Khira berjalan kearah kertas print yang keluar dan mengambilnya.


( " 📧 WASPADA APA YANG AKAN TERJADI MALAM INI, TERLEBIH LAGI JAGA KETAT TUAN ORLANDO ALFARO . BY: B.J. " )


kata Khira pelan yang membuat Kevin saudara kembarnya berjalan kearah nya.


" ada apa Khira ? "


" Sebuah pesan "


" pesan apa ? coba aku lihat "


Khira langsung memberikan kertas itu kepada Kevin. Dengan cepat Kevin membaca isi pesan dalam kertas.


" ini peringatan, apa yang akan kita lakukan sekarang ? "


" bukan apa yang akan kita lakukan sekarang tapi B.J, ini sebuah inisial, My Queen, Joker, Ten, J , AS, dan .... "


Khira menatap Kevin yang membuat Kevin langsung menjawab nama yang terakhir,


" yang aku takutkan bukan itu tapi kakak pertama dan kakak kedua, mereka akan ada sana "


" Khira sebenarnya ada yang membuat aku penasaran tentang apa yang nenek katakan padamu saat itu "


Khira menarik nafas panjang dan mengeluarkan dengan kasar.


" Kevin ... aku tidak tau apa yang akan aku katakan kepadamu kau percaya apa tidak yang pasti empat diantara kita punya misi yang berbeda Membunuh, membesarkan, mendidik, dan melindungi. tetapi hal itu menyangkut dengan Aurora dan My Queen "


Khira yang sudah rapi dengan tuxedo warna hitamnya terduduk di sudut tempat tidurnya.


" Membunuh ... membesarkan ... mendidik ... melindungi ... Aurora .. My Queen ... apa maksudnya Khira ? dan siapa saja yang berperan dari empat itu dan .. dan .. siapa yang bertugas membunuh .. tetapi mengapa ? "


Tanya Kevin kepada Khira dengan penuh penasaran tentang apa yang dikatakan Khira.


Khira hanya menundukkan kepalanya sambil menggeleng-geleng pelan.


" sebenarnya apa yang dirahasiakan keluarga kita, sampai-sampai kita punya misi seperti itu, terlebih lagi ... ah ... jangan-jangan ... "


Sambil menatap Khira yang masih tertunduk, Khira pun tersenyum miring karena menyadari bahwa Kevin telah menemukan jawabannya.


" jangan-jangan ini .. ini ... tentang Aurora ... kita ... kita ... itu tidak mungkin .. tidak ... Khira .. Khira ... apa yang ada dalam pikiran ku itu tidak mungkin "

__ADS_1


Khira menatap Kevin dengan tajam lalu mengangguk tanda apa yang dipikirkan oleh saudara kembar nya itu benar.


Karena keduanya kembar identik jadi sangat mudah bagi keduanya memahami satu sama lain dan bisa dengan cepat membaca apa yang ada di pikiran satu dengan yang lain.


" menghabisi Aurora ... diantara kita berempat .. siapa diantara kita berempat yang mempunyai tugas itu .. siapa ? siapa ? .... "


teriak Kevin dengan kuatnya, karena tidak pernah terpikirkan oleh dirinya bahwa mereka mempunyai tugas itu.


" nenek .. mengatakan bahwa aku harus melindunginya, tapi aku malah membuat Rora menjadi benci kepada aku kakak nya "


" terus apa tugas ku ... apa nenek mengatakan nya pada mu ... Khira ... Khira ... "


kata Kevin dengan menarik kerah baju Khira, tetapi Khira hanya diam dan menundukkan kepalanya.


Kevin melepaskan tangan nya dari kerah baju Khira dan membuat Khira terduduk lemas di sudut tempat tidurnya. Sementara Kevin berjalan kearah meja kerja milik Khira dan duduk di kursi sambil menatap atap kamar.


Khira yang masih belum tau siapa diantara saudara-saudara nya yang mempunyai tugas membunuh. Dari dulu sampai sekarang Khira masih tidak dapat menemukan petunjuk itu.


☆☆☆☆☆


" My Queen ... kita sudah sampai "


" Ten ... J ... kalian berdua tunggu disini, Gracia ... turun ikut aku "


" baiklah My Queen "


My Queen dan Gracia hendak turun tapi tiba-tiba pintu mobil Gracia ditutup kembali dari luar, hal itu membuat Gracia, Ten dan J terkejut. Terkecuali My Queen karena dirinya tau kalau Black Joker sudah ada di dekatnya.


" kau datang juga Black Joker "


kata My Queen dengan lantang.


.


.


.


.


maaf atas keterlambatan Up nya di karena Author lagi sibuk.


Maaf beribu kali maaf .


Jangan lupa di like dan jadi favorit ya .. ya ...


.


.

__ADS_1


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝


__ADS_2