
Aurora masih saja diam, ketika melihat Khira menyiapkan sarapan pagi buat dirinya, sedangkan Kevin duduk di samping Aurora yang sebelah kanan. Khira yang berada disebelah kiri Aurora hanya diam saja tanpa berkata-kata. Semua makanan telah siap di meja kecil dan diletakkan di atas tempat tidur Aurora.
Aurora hanya diam dan menikmati sarapan nya tampa berkata-kata, Khira mulai melirik Kevin, keduanya seakan-akan mempunyai rencana, rencana apa hanya keduanya yang tau. Khira menatap kearah Aurora yang saat ini sedang menikmati sarapannya.
" Aura .. ada yang mau kakak tanyakan kepada dirimu "
Aurora hanya diam dan masih menikmati sarapannya.
" Aura ... dengar apa yang akan kakak katakan padamu, bagaimana dengan My Queen ? "
saat mendengar nama My Queen disebut, Aurora mendadak berhenti sarapan dan menatap kedua kakak nya secara bergantian, dalam hati Aurora bergumam,
" apa kak Khira dan kak Kevin tau soal My Queen, apa yang harus aku katakan kepada kedua kakak ku ini "
Khira menatap dalam manik berwarna sama dengan dirinya, Aurora masih saja diam, Kevin pun akhirnya bertanya juga,
" Aura .. bagaimana dengan My Queen dan apa tujuan My Queen "
" kalian benar-benar ingin tau apa tujuan My Queen "
kedua kakaknya Aurora mengangguk tanda mengiyakan, Aurora masih menatap Khira dan Kevin.
" apa tujuan kak Khira dan kak Kevin sebenarnya ? "
mendengar pertanyaan dari sang adik membuat Khira dan Kevin saling melirik. Aurora bertanya kembali.
" Kak Khira dan kak Kevin punya rencana apa tentang My Queen? seharusnya kalian berdua takut, My Queen bukan orang yang muda di dekati "
" Aura .. pertemukan kakak dengan My Queen "
" kak Khira .. My Queen tidak akan mau bertemu dengan kakak, karena belum waktunya kakak bertemu "
jelas Aurora dengan santai nya sambil menikmati sarapannya.
diluar pintu seseorang sedang mendengarkan percakapan Aurora dan kedua kakak kembarnya.
" kak Kevin .. kak Khira .. apa kakak tau kalau kak Antoni masih ada di negara ini ? apa kakak tau kalau Raja Iblis memerintahkan mata-mata nya buat menyelidiki kakak ? apa kakak tau juga kalau Raja Iblis sedang mencari Global Grup ? "
pertanyaan Aurora membuat Khira dan Kevin berdiri bersamaan dengan wajah yang terkejut.
" kak Khira .. kak Kevin .. sudah limabelas tahun , itu artinya sudah banyak perubahan yang terjadi, jadi aku sarankan kakak berdua hati-hati, siapa tau saat kalian tertidur My Queen datang ke hadapan kalian berdua "
Aurora berkata dengan menatap kearah Khira dan Kevin.
" berapa banyak yang Aura tau ? "
" berapa banyak yang My Queen tau begitu juga dengan Aura "
__ADS_1
" Aura ... kau tidak takut dengan King ? "
" kak Kevin .. King akan dihabisi oleh King, saat ini kedua King sedang mencari jatidiri nya, yaitu membunuh atau pelindung "
Kevin memandang adik kesayangan nya dengan sedikit rasa takut, hal itu dirasakan juga oleh Khira, keduanya tau siapa Aurora sebenarnya, akan tetapi keduanya sungguh benar-benar belum siap jika berhadapan dengan jatidiri yang lain dari Aurora yaitu My Queen.
Sementara dibalik pintu seseorang yang tak lain adalah Orlando merasa sedikit was-was dengan pembicaraan Khira, Kevin dan Aurora.
" sepertinya My Queen membuat Khira dan Kevin sedikit takut, apa Aurora benar-benar tau siapa My Queen, tujuan, maksud My Queen, aku harus mencari tahu sendiri, lawan atau kawan , Khira apa yang kalian sembunyikan sebenarnya "
kata Orlando pelan tanpa sepengetahuan oleh Aurora dan Kedua kakaknya.
Khira dan Kevin meninggalkan Aurora sendiri, saat Khira dan Kevin keluar Orlando dengan cepat bersembunyi, disatu sisi Natalie melihat dari balkon atas. Natalie dengan cepat menyembunyikan diri saat Khira menatap kearah atas.
" hampir saja, jika ketahuan habis aku, "
kata Natalie dengan nafas yang sedikit cepat karena hampir ketauan.
Khira menatap tajam kearah atas dan kearah samping dengan bagasi motor sport milik nya dan Kevin, sedangkan Kevin hanya memperhatikan saudara kembarnya.
" kenapa ? "
" hanya ada dua yang penasaran "
" biarkan saja, "
☆☆☆☆☆
" mau kemana saya, inikan weekend ? "
" Sayang aku ada meeting dengan rekan bisnis, kau tahukan saat ini aku membantu keponakan kita Orlando "
" tapi bukankah ada Daniel dan Riki yang membantu semua pekerjaan Orlando "
Isabella berkata sambil memeluk Johan suaminya dari belakang, saat ini keduanya sedang berada didalam kamar mereka.
Isabella mencoba berbagai cara agar suaminya tidak pergi hari ini, Isabella sangat tau kemana suaminya pergi, saat ini Isabella belum bisa berbuat apa-apa, apalagi saat dirinya bertemu dengan My Queen. yang ada di pikiran Isabella sekarang My Queen masih dibalik semua bencana yang dialami dirinya.
Isabella saat ini mengenakan lingerie yang sangat seksi, Johan berusaha menahan diri dari godaan Isabella istrinya, karena sekarang hasrat nya hanya diberikan buat Monica. Isabella terus memeluk erat tubuh Johan dari belakang. Johan sepertinya memiliki sebuah ide yang tidak pernah dipikirkan oleh Isabella.
Johan membalikkan badannya ke hadapan istrinya, tangan Johan membelai rambut Isabella dan berbisik pelan.
" sayang .. aku punya permainan yang belum kau coba, apa kau mau ? "
Isabella yang merasa rayuan nya berhasil mengangguk dengan cepat tanpa berkata.
" baiklah, dengarkan aku, aku mau kau berbaring di ranjang sekarang, "
__ADS_1
Isabella dengan patuh melaksanakan semua yang Johan katakan tampa membantah.
" aku akan mengikat tangan mu ke ujung ranjang satu-satu, lalu aku akan mengikat kaki mu ke tiang agar posisi ku nanti sangat mudah "
saat ini posisi Isabella berbaring, tangan kanan di ikat di pinggir sebelah kanan, begitu juga tangan kirinya diikat disebelah kiri, sedangkan kedua kaki Isabella diikat menggantung ke kiri dan ke kanan dengan lumayan lebar, ranjang Johan disetiap sisi ada tiang, tiang itulah digunakan Johan untuk mengikat tangan dan kaki istrinya.
Isabella sangat bahagia karena telah berhasil membuat Johan bergairah, Johan tersenyum kemenangan melihat Isabella menurut saja,
" lalu apa lagi sayang "
" apakah sakit ikatan nya ? "
" tenang lah, ini tidak akan saat aku bersama mu hari ini "
" baiklah , aku akan menutup mata mu dengan kain ini, ingat ya jangan dibuka apa pun yang akan ku lakukan hari ini "
Isabella hanya mengangguk.
" sayang, kau harus berteriak kuat dengan permainan ini, karena aku akan memberi mu kepuasan yang sangat hebat "
" baiklah, aku akan teriak sekuat tenaga agar ruangan ini penuh dengan suara ku "
setelah Johan menutup mata Isabella, Johan menggunting pakaian Isabella dan membuangnya kebawah.
Sekarang Isabella murni tidak mengenakan apa-apa saat ini. Johan mengeluarkan obat kuat dan perangsang kedalam segelas anggur dan memberikan kepada Isabella,
" sayang , minuman apa yang kau berikan padaku "
Johan tersenyum bahagia karena berhasil membuat Isabella terjebak.
.
.
.
.
.
hai.... hai .. aku up lagi. jangan lupa vote, like, komentar, beri hadiah, ya kepada pembaca setia.
.
.
.
__ADS_1
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝