
Black Joker tersenyum bangga mendengar perkataan dari Gracia, dari awal melihat Gracia, Black Joker sudah bisa menebak bahwa gadis muda itu akan berada setingkat dengan My Queen, walaupun akan ada perbedaan level dari segi kehebatan dan kekejaman kedua gadis manis tersebut.
" waktunya siap-siap untuk melatih gadis muda itu "
Black Joker keluar dari kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi. Black Joker mengenakan pakaian khusus nya dan tidak lupa mengenakan topeng gold berlambang Joker Hitam. Tanpa persetujuan dari My Queen mereka tidak berani melepaskan topeng mereka.
Black Joker pergi ke parkiran apartement miliknya dan berjalan menuju motor sport, lalu mengendarai nya menuju butik beauty, karena tempat itu akan menjadi tempat latihan dirinya dan Gracia. Black Joker sudah dipercayakan untuk mengajari Gracia bela diri.
Sedangkan ditempat Gracia, dia pergi tampa pamit dengan menggunakan mobil sport milik Orlando.
" mau kemana nona muda ? "
tanya pak Heru berlari kearah bagasi mobil milik Orlando.
" pak Heru .. Gracia ada hal penting, jadi pergi dulu "
" nona pergi dikawal saja ya, "
" tidak mau pak Heru, Gracia pergi dulu,"
Gracia dengan cepat menancap gas mobil dan berlalu pergi. Gracia sempat berpikir sejenak, dan mendadak berhenti tepat di gerbang utama kediaman milik Orlando,
" ah .. sial .. mobil kakak sepupu rata-rata ada CCTV nya, aku harus menghubungi Black Joker "
Saat Gracia meraih handphone nya, tiba-tiba kaca mobil di ketok dari luar,
" non .. nona muda .. "
" ada apa pak ? "
jawab Gracia membuka kaca mobilnya,
" mau keluar apa tidak non ? "
" keluar "
" kalau mau keluar nona tinggal pencet remote yang ada di mobil "
" aku tau pak "
Gracia menjawab dengan sedikit kesal karena diganggu sesaat, Tanpa pikir panjang lagi Gracia menekan remote dan secara otomatis pintu gerbang terbuka, Dengan cepat Gracia menjalankan mobil sport nya tanpa berkata apa-apa lagi.
" aku harap kak Daniel dan kakak sepupu tidak tau dan tidak curiga, "
kata Gracia pelan untuk meyakinkan dirinya pergi ketempat yang dituju.
__ADS_1
Gracia mengendarai mobil sport nya dengan kecepatan yang lumayan tinggi agar cepat sampai ke tujuan.
☆☆☆☆☆
" tidak .. tidak .. ini tidak boleh terjadi, aku harus menemui My Queen, aku harus menemuinya, tidak .. tidak .. aku .. aku tidak boleh bertemu dengan nya lagi, ah ... ah .... apa yang harus aku lakukan saat ini, dan siapa wanita muda yang berada dikamar pribadi Johan .. Ah .... sial .. aku kalah kali ini "
kata Isabella dikamar pribadinya,
Isabella kembali dalam keadaan mabuk parah, wanita paruh baya itu tampak sangat berantakan, gayanya tidak nampak seperti wanita terhormat, Isabella meratapi dirinya didepan kaca rias sambil melihat wajah nya yang sangat berantakan.
Tangan halusnya mengacak rambut yang masih tertata rapi, gaun yang dipakai tampak kotor, Isabella tersenyum penuh penderitaan, dirinya tidak menyangka kalau malam ini menjadi malam penderitaan baginya, selama hidupnya Isabella merasa bahagia dan selalu mendapat apapun yang dirinya mau.
Semenjak bertemu dengan My Queen hidup Isabella mulai berada didalam neraka kehidupan,
" My Queen .. apa tujuan mu kembali, biarkan aku tenang, atau izin aku bisa menjadi bawahan mu lagi, ah .. "
teriak Isabella sambil melemparkan handphone nya ke kaca rias dihadapan nya, dengan wajah yang kesal Isabella masuk kedalam kamar mandi dan berendam didalam bath.
☆☆☆☆☆
" Isabella sudah mulai hancur, apa rencana kita lagi "
" J, saat ini kita hanya menunggu dan mengamati, "
" kau benar AS, waktu kita hanya dua minggu, setelah itu kita semua kembali kedalam kehidupan kita masing-masing "
" mension sebesar ini, hanya kita bertiga sangat lah membosankan "
" sabar lah J, kita hanya bisa disini, My Queen belum memberi tugas, jadi kita hanya bisa diam saja "
mendengar AS berkata membuat J menarik nafas panjang.
Sebenarnya J tau akan hal itu, jika My Queen menyuruh membuka topeng saat berkumpul itu akan membuat mereka bebas satu sama lain. tapi itu masih dalam angan J saja.
Suasana kembali sunyi, AS dan J duduk berdampingan, sedangkan Red Joker sibuk bermain biliar yang berada satu ruangan dengan bar.
" Red Joker, sebenarnya apa yang terjadi didalam kamar VIP 2 itu ? "
" hanya dua mayat "
jawab AS singkat sambil menyodok bola biliar, J terus memperhatikan Red Joker yang tidak mengenakan topeng, karena wajah nya sudah terekspos pertama kali.
" jujur saja kau sangat tampan, bahkan terlihat cool "
" berisik .., J apa yang kau kerjakan dikamar VVIP "
__ADS_1
J kembali menatap Red Joker dengan tatapan kesal melihat sikapnya. Red Joker bila tidak ada My Queen akan sangat dingin dan ketus pada siapa saja, akan tetapi saat bersama My Queen dia bisa ramah saat ada yang menyapa atau bertanya padanya.
" perubahan yang sempurna "
" perubahan siapa ? "
tanya AS dengan menatap J.
J hanya menunjuk dengan menggerakan kepalanya ke hadapan Red Joker. AS yang melirik kearah sahabatnya itu hanya tersenyum manis.
" jika mau berbicara panjang dengan nya, kau harus membawa My Queen baru bisa dia menjawab dengan ramah "
terang AS sambil meneguk wine dengan sekali teguk. J mulai merasa sedikit kesal, dan berjalan kearah Red Joker, dan menarik tongkat biliar yang ada ditangan Red Joker.
" Red Joker, apa kau tau, kalau My Queen menyuruh aku menjaga Johan dan melaporkan apa yang dilakukannya, jadi aku lakukan apa yang diperintahkan , My Queen sedikit membuat ku takut saat harus memasang kamera pengintai dikamar Johan, dan satu lagi ada seorang wanita yang siapa melayani Johan "
mendengar perkataan dari J membuat Red Joker menatapnya dan mengambil kembali tongkat biliar yang ada ditangan J dengan tatapan tajam.
" yang aku tau itu tugas Black Joker bukan tugas mu, jawab pertanyaan yang sebenarnya "
J dibuat terdiam oleh Red Joker, kali ini J akui kalau Red Joker adalah pria yang tidak bisa dia bohongi.
" baiklah, Di ruang VVIP aku meletakan aromaterapi di setiap ruangan, Aroma itu akan membuat mereka melakukan hal yang gila seharian penuh, mungkin hari ini keduanya masih melakukan nya, aromaterapi makin dihirup makin membuat yang menghirup menjadi gila akan ... kau tau kan maksudku "
jawab J sambil menarik nafas panjang, dan berjalan kearah AS, lalu duduk ketempat nya semula, J merasa atmosfer Red Joker sama dengan My Queen, sama-sama dingin dan gelap. seperti dibatasi sebuah tembok yang sangat besar dan kokoh.
.
.
.
.
.
jangan lupa like dan vote ya
jangan lupa di jadikan favorit
jangan lupa memberi semangat dan dukungan buat author nya.
.
.
__ADS_1
.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝