
Malam yang semakin larut dimana angin bertiup sangat kuat hingga menerobos masuk kedalam kamar Khira yang saat ini pintu dan jendela kaca nya terbuka sangat lebar. Pria bertubuh tegap dan berbadan atletik hanya menggunakan kaos lengan pendek dan celana pendek.
Tidak tau kenapa malam ini Khira tidak bisa menutup matanya, pikirannya terus tertuju kepada Aura, gadis yang menurutnya sangat mirip dengan adik kandung nya. Ada penyesalan dihati Khira saat ini jika saja saat itu dirinya bisa jujur kepada adiknya hal ini tidak akan terjadi.
Saat ini adiknya kembali bukan sebagai adik bungsu yang manja dan penurut tetapi sebagai My Queen sosok yang berlainan dari jati diri asli adiknya. Semenjak kejadian waktu itu membuat Aurora tidak mau mengekspos dirinya sehingga membuat Khira selalu gagal untuk menemukan adiknya.
Khira masih gelisah diatas tempat tidurnya, akhirnya pria itu memutuskan keluar dari kamar untuk mencari udara segar, kerena semenjak Kevin tau dirinya mengkomsumsi obat penenang dan membuangnya membuat Khira tidak bisa berbuat apa-apa.
" lama-lama disini aku akan gila, aku harus pergi "
Khira memutuskan pergi dan mengambil kunci mobil lalu handphone nya.
Tiba-tiba langkah kaki Khira terhenti saat berada didepan kamar Aurora, Khira memegang handle pintu dan membuka secara perlahan-lahan, Khira masuk dengan pelan-pelan bahkan sampai tidak bersuara sedikitpun. Khira berdiri disamping tempat tidur Aurora, di pandangi wajah cantik dan manis gadis itu saat tertidur.
Tanpa disadari airmata Khira mengalir membasahi pipi putih nya. tangan kanan Khira mengelus rambut silver Aurora sambil duduk di kursi yang berada disamping tempat tidur Aurora.
" Rora .. tidurlah, kakak akan menemani dan menjaga mu dari mimpi buruk "
Bisik Khira di telinga Aurora dengan pelan.
Khira yang berniat keluar untuk mencari udara segar di malam hari batal karena dirinya merasa nyaman dan tenang berada dikamar gadis muda yang sangat mirip dengan adik kesayangan nya, walaupun sebenarnya gadis itu adalah adik kandungnya.
☆☆☆☆☆
Di negara J sedang musim salju dimana musim itu adalah musim kesukaan Aurora. Antoni Alexander duduk di pinggir balkon kamarnya sambil memandangi langit malam.
Excel Alexander anak kedua dari keluarga Alexander masuk kedalam kamar kakak pertamanya. Dilihat dari jauh Excel mulai khawatir dengan kakak nya itu.
Ingin sekali dirinya merangkul sang kakak tapi takut untuk mendekatinya, menurutnya yang berani mendekati kakak pertama dan adik ketiga nya saat lagi sendiri hanyalah sang adik bungsunya. Excel hanya berjalan sampai ke tempat tidur kakak nya lalu duduk diatasnya.
Antoni yang mengetahui kedatangan Excel memanggil adiknya itu tanpa menatap ataupun menoleh pada Excel.
" kemari lah, lihat salju turun "
Excel beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan kearah Antoni lalu duduk di kursi samping Antoni.
" kau merindukannya "
dua kata lolos dari mulut Excel dengan pelan dan sedikit gemetar. Antoni menarik nafas panjang setelah itu menoleh kearah Excel.
" ucapan mu menjadi karma buat ku, sejujurnya aku ingin menemui nya dari dulu, tapi aku takut untuk menatap wajahnya "
" apa sudah ada hasil tentang keberadaannya "
Antoni hanya menggeleng, tanpak jelas diwajah Antoni penuh penyesalan atas apa yang telah dirinya lakukan.
__ADS_1
Terdengar suara ketukan pintu yang lumayan kuat dari luar.
" Tok .. tok .. tok .. "
Antoni dan Excel yang mendengar ketukan itu menoleh kearah pintu kamar, keduanya saling lirik, Excel memutuskan untuk membuka pintu.
" biar aku saja kak "
Antoni hanya diam dan kembali melihat salju yang turun.
Saat Excel membuka pintu dirinya terkejut yang ada dibalik pintu ternyata Angel.
" ada apa dini hari kau mengetuk pintu"
Angel yang diam-diam menaruh hati kepada Excel dibuat gugup saat berhadapan dengan pria tegap ini.
" maaf sepertinya aku salah kamar "
Jawab Angel pelan namun masih terdengar di telinga Excel. Excel yang melihat tingkat Angel hanya tersenyum lebar sambil memajukan wajah nya ke dekat wajah Angel yang membuat pipi gadis itu merah karena malu. Sementara Excel masih tersenyum. Tangan kanan Excel mengusap kepala Angel pelan.
" kau .. mencari kakak ku, itu dia lihatlah "
Sambil membuka lebar pintu kamar Antoni. Angel masih terdiam dan menunduk malu.
mendengar ucapan Excel lagi membuat Angel terkejut dan melangkah mundur kebelakang.
Excel tertawa lepas dengan nyaring nya membuat Antoni menoleh kearah pintu kamar nya dengan menatap tajam kearah luar pintu dan melihat Angel berdiri dengan sangat gugup. Antoni berjalan kearah pintu dengan santai nya.
" apa yang kau lakukan dini hari kemari "
tanpa pikir panjang Angel menerobos masuk kedalam kamar Antoni dan memberi sebuah amplop coklat kepadanya.
Antoni langsung menerima amplop yang diberi oleh Angel. Antoni menatap Angel tajam menunggu jawaban dari gadis itu tentang amplop tersebut. Angel yang takut oleh tatapan Antoni mendadak mundur, sebelum mulai mundur Angel ditarik oleh Excel dan berada di pelukan Excel. Antoni hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Excel yang selalu menggoda Angel bila berada dirumah.
" kak .. kau membuat gadis ini takut, "
" amplop ini tadi sore dikirim oleh seseorang ke kantor, tapi aku tidak tau siapa orang nya, pesan nya harus diberi ke tuan muda "
Angel yang tambah gugup dan gemetar karena berada di pelukan Excel dan ditatap tajam oleh Antoni, membuat Excel membawa Angel ke balkon kamar Antoni tanpa memperdulikan sang kakak.
Antoni hanya tersenyum kecil melihat akan hal itu, Antoni duduk di atas tempat tidur miliknya dan membuka amplop untuk mengetahui isi dari amplop tersebut.
《 📝 My Queen baik-baik saja, jadi jangan khawatir, lagi pula dibelakang My Queen ada lima anggota inti jadi akan aman, Diatas My Queen juga ada King yang selalu memantau kemana dirinya, Selama sebulan lebih ini My Queen aman 》.
Setelah membaca isi amplop tersebut Antoni merasa sedikit tenang, memang benar keluarga Alexander mengetahui tentang My Queen, Antoni membaringkan tubuh nya diatas tempat tidur dengan menutup kedua matanya dengan menggunakan telapak tangannya.
__ADS_1
Sementara Excel yang masih memeluk Angel sesekali matanya menatap kearah Angel untuk memastikan kalau wanita ini tidak gugup lagi, Angel hanya bisa diam membisu di pelukan sang tuan muda dambaan hatinya,
" peluk aku sekarang "
ucap Excel pelan yang membuat wajah Angel mendongak keatas.
keduanya saling tatap,
" peluk aku "
kata Excel lagi yang membuat Angel memeluk Excel dengan pelan. Keduanya duduk dikusi balkon, lama-lama tanpa sadar Angel terlelap di pelukan Excel. Antoni pun berkata dari atas tempat tidurnya.
" mau sampai kapan kau begitu Excel, letakkan dia di tempat tidur ku "
Mendengar ucapan sang kakak membuat Excel mengangkat Angel dan membawa ke kamar Excel, Antoni hanya tertawa kecil melihat tingkah Excel.
" kau akan benar-benar jatuh cinta pada nya "
kata Antoni pelan kepada Excel yang hanya terus berjalan kearah kamarnya.
Excel meletakkan Angel ketempat tidur miliknya sebelum keluar dari kamar diselimuti Angel agar tidak kedinginan tak lupa Excel mencium kening Angel tanpa disadari oleh Angel. Excel terlejut dan hanya menggelengkan kepalanya karena melakukan hal konyol pada Angel.
Angel tidur terlelap dikamar Excel.
Antoni tidur dengan memegang surat dari seseorang yang dirinya sendiri tidak tau.
Excel tertidur disamping pintu kamarnya diluar.
Khira tertidur pulas sambil menggenggam tangan Aurora.
Kevin yang masih terngiang ucapan Khira tentang tes DNA.
Malam yang panjang malam yang tidak terduga bagi mereka, Sementara Orlando dan Daniel seperti orang gila karena tidak menemukan keberadaan Aurora.
Richi panik melacak Aurora tapi tidak dapat karena Aurora mematikan alat pelacak nya, Riki masih sibuk mencari siapa My Queen.
.
.
.
Jangan lupa ya Thor selalu ingat kan di like ya tiap bab yang di baca.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝
__ADS_1