
" kawan atau lawan, itu artinya jika kau pilih kawan, kau harus bersamanya, tapi jika kau pilih lawan, kalian akan mati, karena bisa saja separuh ... tidak, 90% yang ada didalam mension kalian adalah anak buahnya, My Queen ... dia ..., Orl ... jangan dengerin kakak-kakak ku "
terang Aurora dengan wajah cemas nya, kata-kata yang keluar dari mulut Aurora membuat Orlando semakin penasaran. Orlando mendorong kursi roda Aurora menuju rumah kaca, dimana rumah kaca ada tanaman buah stroberi, dan ada meja dan dua kursi yang sudah dihias dan di dekorasi seindah mungkin.
Rumah kaca adalah hasil buatan Khira dan Kevin karena merindukan adik kesayangan, apalagi sang adik sangat menyukai buah stroberi,
" wow ... indahnya ... banyak stroberi "
Aurora berkata sambil berdiri dan berjalan kearah buah stroberi yang sudah siap untuk di petik dan di makan.
Orlando melihat dengan perasaan yang bahagia, Khira dan Kevin sangat terkejut melihat perubahan Orlando.
" Kevin .. apa yang akan terjadi jika Orlando tau siapa My Queen "
" mungkin akan mati mendadak, Khira .. apa kau tau tujuan My Queen ? "
" asal kau tau, My Queen penuh dengan rahasia, terlebih lagi keluarga mommy,"
Khira memandang Aurora yang sangat bahagia merasa ada sedikit lega dihati nya.
Rasa lega yang sedikit membuatnya takut akan apa yang terjadi jika rahasia My Queen satu persatu terungkap. Mungkin bukan hanya Khira yang memiliki rasa takut, Kevin, Excel dan Antoni pasti memiliki rasa itu, rasa takut untuk berhadapan dengan orang tersayang rasa takut untuk menghabisi orang tersayang.
" kenapa harus di keluarga kita, kenapa juga harus Aurora, "
mendengar Kevin berkata sendiri membuat Khira melirik kearah kembaran nya.
" bagaimana hasil lab tentang sum sum tulang belakang "
" tunggu 1 minggu, aku juga lagi berusaha mencari tau tentang hasil lab Kak Antoni dan Kak Excel "
" berhati-hatilah Vin, firasat ku tidak enak "
" apa maksud mu "
" entahlah ... tapi semenjak kita tau siapa Aura , perasaan ku mulai takut dan cemas "
Memang tampak sangat jelas di wajah Khira, wajah kecemasan dan ketakutan.
" Khira, jika Orlando belum bisa menjawab, kita harus membujuk Riki, karena hanya itu jalan satu-satunya "
" Riki .. tapi .. jika Riki juga sama seperti Orlando, apa yang harus kita lakukan "
" menangkap kedua King, dan menghabisi keduanya "
Kevin menjawab penuh denga. percaya diri, Khira merasa akan ada banyak bahaya yang harus dihadapi.
Khira benar-benar khawatir kali ini.
☆☆☆☆☆
__ADS_1
" aku kesal .. aku bosan .... ah .. "
teriak Gracia didalam kamarnya. kamar yang biasanya selalu tertata rapi kini sudah seperti kapal pecah, sangat-sangat berantakan. Gracia terduduk di sudut lemari dengan penampilan yang sangat berantakan.
' tok .. tok ... tok .. '
terdengar suara ketukan dari arah luar kamar, karena tidak ada jawaban dari pemilik kamar, yang mengetuk membuka pintu kamar, saat membuka dirinya dikejutkan dengan pemandangan yang sangat di luar dugaan nya.
" Gracia .... kau gila, mana ada kamar anak gadis seperti ini, Gracia ... kau dimana .. Gracia .... "
terdengar suara teriakan yang tidak asing bagi Pak heru, dengan cepat pria paruh baya itu berjalan kearah suara teriakan itu.
" Gracia ... kau sudah pintar mengabaikan teriakan kakak mu, baik .. baik ... jika kau masih dia dan bersembunyi jangan salahkan kakak mu ini jika menemukan mu "
Gracia yang masih duduk di sudut lemari tidak memperdulikan teriakan sang kakak. Pak Heru yang baru tiba di kamar Gracia, dibuat terkejut melihat suasana kamar Gracia, pak Heru hanya bisa menggelengkan kepalanya, dengan cepat menyuruh para pembantu rumah tangga membersihkan kamar Gracia, sementara Daniel kakak Gracia mencari keberadaan sang adik.
Kali ini Daniel dibuat geleng-geleng kepala saat melihat adiknya duduk di sudut lemari dengan wajah yang kusut, rambut yang berantakan, bahkan pakaian nya ikut kusam,
" hey ... orang gila, mau sampai kapan kau di situ "
Gracia mengangkat kepalanya dan menatap kearah kakaknya.
" aku bosan .... aku mau ketemu Aura "
" kau tau siapa Aura ? "
mendengar ucapan Gracia membuat Daniel dengan cepat berjalan dan duduk di hadapan sang adik dan menutup mulutnya dengan tangan kanan Daniel.
" jangan bahas My Queen disini, paham"
Gracia hanya mengangguk, sebenarnya Daniel tau kalau Gracia ada di tempat My Queen, tetapi sebaliknya Gracia tidak tau siapa sebenarnya jatidiri Daniel.
" baiklah .. kakak tau kau rindu Aurora, bersihkan dirimu, kita ketempat Aurora, cepat .. kakak tunggu dibawah "
" tapi pakaian ku "
" dikamar Orlando ada pakaian Aurora, sepertinya badan mu dan Aurora kurang lebih sama, pakai itu saja "
" baik kakak ku sayang, aku akan mandi dan siap-siap dikamar kakak sepupu "
Gracia berlari dengan senang nya kearah kamar Orlando. Daniel yang melihat ekspresi adiknya hanya bisa tersenyum sambil menggeleng kepala, sementara para asisten rumah tangga bergerak dengan cepat dan teliti dalam membersihkan kamar nona muda Gracia, dimana dibawah pengawasan Pak Heru.
Daniel turun kebawah dan berjalan menuju bagasi pribadi miliknya, menghidupkan mobil sport berwarna putih dan mengemudi sampai di depan pintu mension, dengan santai Daniel menunggu didalam mobil. Tidak butuh waktu lama Gracia keluar dengan mini dress ketat tanpa lengan dengan warna hitam yang bercorak merah di tiap ujung dress tersebut.
" gimana adik mu cantik kan "
" cantik ... cantik sekali, pakai ini .. "
Daniel melempar Jas yang ada di mobilnya kepada Gracia.
__ADS_1
Gracia menangkap dengan cepat, dan menggunakan jas yang diberi kakaknya.
Gracia masuk kedalam mobil dan memasang sabuk pengaman.
" let's go ... "
teriak kesenangan dari mulut Gracia, sang kakak hanya tersenyum melihat tingkah adiknya.
Daniel pun mengemudikan mobil sport dengan kecepatan sedang meninggalkan mension tersebut.
Selama di perjalanan Gracia hanya diam begitu juga dengan Daniel. Susana sangat sunyi didalam mobil. Daniel mulai mengemudikan dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai ke kediaman Khira dan Kevin.
Tepat disaat yang bersamaan Natalie juga memarkirkan mobil sport nya.
Gracia tanpa basa basi langsung turun dan berlari masuk kedalam mension milik Khira dan Kevin. Daniel bisa masuk karena memiliki remote gerbang mension Khira dan Kevin, begitu juga sebaliknya. Itu semua mempermudah mereka masuk tanpa harus merepotkan pemilik mension.
" Gracia hati-hati , nanti jatuh "
" tenang saja kakak, "
teriak Gracia yang berlari masuk kedalam mension milik Khira dan Kevin. Saat Daniel berjalan, dirinya merasa mencium aroma sesuatu yang tidak asing di penciuman nya.
Daniel menatap Natalie yang baru keluar dari mobil, Daniel pernah bertemu dengan Natalie, tapi pertemuan nya kali ini Daniel memiliki perasaan yang tidak asing.
" aura gelap, dingin, .... J ... itu kau "
kata Daniel pelan yang membuat Natalie berhenti berjalan. Daniel tersenyum miring khas dengan gaya AS, senyuman Iblis.
.
.
.
.
Maaf sekali lagi baru up, kerjaan di dunia nyata aku banyak sekali.
maaf ya sekali lagi.
jangan lupa vote, beri poin dan ditunggu komentar nya juga.
.
.
.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝
__ADS_1