
Aurora sedang ditangani oleh kakak keempatnya yang dibantu oleh Natalie, Kevin dengan teliti memeriksa dan melihat hasil dari sang adik, sudah hampir satu jam didalam ruangan perawatan nya,
" gadis yang cantik "
" memang cantik, apalagi saat dia tersenyum "
Natalie melihat tuan nya yang sedang tersenyum bahagia sambil melihat Aurora yang tertidur di ranjang perawatan, Natalie merasa itu adalah senyum kebahagiaan yang sebenarnya dari wajah sang tuan muda.
Hasil dari tes Aurora keluar, Kevin melihat dengan raut wajah serius, sesaat mata Natalie melirik kearah tuannya dan bergumam didalam hatinya,
" apa hasilnya ? kenapa wajah tuan Kevin tampak gelisah ? jangan-jangan ... "
Natalie kembali menatap Kevin dengan tatapan mengintimidasi, Kevin berjalan keluar dengan wajah yang sayup sambil menundukkan kepalanya. Kertas yang berada ditangan nya diremas dengan kuat. Natalie hanya bisa diam dan mengikuti tuannya dari belakang.
Khira menatap saudara kembarnya dengan perasaan yang sangat sedih, Karena Khira dapat merasakan semua yang dirasa bahkan kesedihan saudara kembarnya,
" kau tahukan aku dapat merasakan semua yang kau rasakan, jadi kau tidak bisa menyembunyikan nya apapun dari aku "
Kevin masih terdiam dan terduduk di pintu kamar Aurora, tubuh Kevin gemetar karena menahan kesedihannya, Khira tanpa sadar meneteskan airmata, Natalie melihat akan hal itu terkejut,
" tuan Khira .. tuan menangis "
Khira memegang pipinya yang sudah basah, dengan cepat Khira duduk dihadapan Kevin.
Tangan Khira memegang bahu Kevin dengan kuatnya, dan menggoncangkan tubuh kembaran nya.
" Kevin ... Kevin ... lihat aku "
teriak Khira dengan mata yang sangat merah karena menahan tangis.
Kevin menatap Khira dengan bibir yang gemetar, Kevin menangis yang membuat Orlando dan Natalie terkejut.
Natalie dengan cepat menutup pintu agar tidak mengganggu istirahat Aurora. Kevin menatap Khira dengan penuh derai airmata.
" Khira ... Khira ... apa yang harus aku lakukan, apa yang harus aku perbuat, Khira .. aku rela memberi semuanya pada Aurora, aku rela melepas predikat keluarga Alexander, asal .... asal ... "
tangis Kevin akhirnya pecah.
" asal apa? apa yang terjadi ? Kevin .. hatiku saat ini sakit, benar-benar sakit, jadi aku mohon apa yang terjadi "
Kevin memberi kertas yang sudah kusut yang berada ditangan kanannya, Khira melepaskan pegangan nya dari bahu Kevin, Khira mengambil kertas yang ada ditangan Kevin dan membukanya.
" leukemia ... "
hati Khira mendadak sakit kembali, nafasnya terasa sesak, Khira menahan dirinya agar tidak teriak, Khira menjatuhkan kertas yang dibacanya dan berjalan lunglai kearah taman dalam kediamannya. Orlando mengambil kertas yang jatuh dan membaca dengan teliti.
" leukemia, Aurora ... stadium 2 "
__ADS_1
batin Orlando berbisik dalam dirinya, Orlando berjalan masuk kedalam kamar dimana Aurora sedang tidur. Natalie memegang tangan tuannya dan membawa tuannya kembali kedalam kamar, Kevin hanya menurut dan pasrah.
" tuan istirahatlah dulu, nona muda dijaga oleh tuan muda Orlando "
Kevin hanya diam dan mengikuti semua yang dikatakan Natalie, Kevin duduk diujung ranjang nya sambil menatap lantai, airmata nya masih terus keluar.
Natalie hanya duduk di sofa kamar sambil memandang tuannya.
Sementara Orlando berbaring di ranjang dimana Aurora sedang tertidur, Orlando menatap gadis yang terbaring lemah dan tidak berdaya.
tangan Orlando mengusap lembut rambut dan wajah Aurora.
" percayalah pada kakak mu, pasti ada cara buat bisa menyembuhkan dirimu, agar kau bisa melakukan apa saja, termasuk memarahi kakak-kakak mu "
bisik Orlando dengan pelan di telinga Aurora.
Aurora tanpa sadar memeluk Orlando, hal itu membuat Orlando terkejut, tapi itu membuat seorang Orlando tersenyum melihatnya,
" tidurlah ada aku disini, kedua kakak mu sedang bersedih saat ini "
Ucap Orlando pelan. tanpa disadari Orlando tertidur sambil memeluk Aurora.
☆☆☆☆☆
Khira masih terdiam di taman, Khira tidak menyangka pertemuannya kembali dengan adik kesayangannya seharusnya bahagia tetapi kesedihan yang terjadi. Khira menyadari dulu saat dirinya kecil pernah ingin menghilangkan Aurora selamanya tapi saat Khira mengetahuinya itu menjadi boomerang didalam hatinya.
batin Khira bergumam, Khira masih duduk di taman sambil menatap langit yang sangat biru dan cerah.
Sedangkan Kevin sudah berbaring dikamar dan tertidur karena merasa lelah dengan apa yang dilaluinya.
Hati Kevin merasa sakit begitu juga dengan hati Khira, Natalie hanya bisa menarik nafas lega saat melihat tuan mudanya tertidur santai.
Saat Natalie keluar kamar Kevin, dirinya dikejutkan dengan seorang pria yang mengenakan topeng Gold berlambang Red Joker. Natalie terkejut dan tidak sengaja menyebutkan namanya,
" Red ... "
Red Joker yang mendengar namanya disebut tersenyum miring.
Natalie dengan cepat menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
" kau tau aku, itu artinya kau salah satu dari kami, benarkan ? "
kata Red Joker dengan suara lantang, Natalie masih terdiam sambil menatap Red Joker.
" ada apa kau kemari ? "
Natalie bertanya kepada pria yang ada dihadapan nya.
__ADS_1
Red Joker hanya diam dan membalikkan badan meninggalkan Natalie. Natalie dengan cepat berlari ke hadapan Red Joker dan berdiri tegap dengan mata yang menatap kearah Red Joker.
" oke .. oke .. aku tau siapa kau ? Red Joker apa tujuan mu kemari ? "
" kau .... "
kata Red Joker sambil memegang pundak Natalie dengan kuat, Natalie mengeluarkan sebuah suntikan kecil di saku jas putihnya.
Dengan cepat Natalie memegang tangan Red Joker dan menancapkan suntikan ke tangan Red Joker tapi gagal karena Red Joker dengan cepat menepis tangan Natalie. Suntikan yang dipegang oleh Natalie terjatuh. Keduanya saling menatap tajam dan tersenyum miring.
" jadi ini jatidiri J, apa kau mau membunuh ku dengan racun mu "
" tidak, jika aku membunuh mu, aku pasti akan dihabisi oleh My Queen "
" tidak ku sangka My Queen meletakan seorang J disamping kakak ke 3 dan kakak ke 4 nya, My Queen memang memiliki rencana besar dibalik ini semua "
Red Joker berkata dengan santai sambil memperhatikan Natalie dari atas sampai bawah, Natalie yang di tatap oleh Red Joker hanya bersikap biasa saja. Tiba-tiba Red Joker berkata yang membuat Natalie terdiam.
" Khira dan Kevin sudah tau kalau Aurora sakit, Antoni dan Excel tidak bisa menyelamatkan Aurora, sekarang tinggal Khira dan Kevin, jika keduanya juga tidak bisa, My Queen akan ... "
Natalie masih menatap Red Joker, saat ini dipikirkannya sangat kacau, apalagi saat tau tentang penyakit Aurora.
" Red .. siapa My Queen sebenarnya ? "
" aku tidak tau, tapi yang pasti My Queen sangat berbahaya, jangan pernah coba-coba berdua dengan nya saat ada masalah, lebih baik berdua dengan nya disaat tidak ada masalah "
" kenapa ? "
" J .. kau pernahkan berada satu tempat dengan nya saat berdua, apa yang kau rasakan saat itu "
.
.
.
.
hai semua Author up lagi, jangan lupa like dan vote ya, dan jangan lupa beri hadiah, terima kasih.
.
.
.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝
__ADS_1