
Karena jangkauan tangan Khira lumayan jauh sehingga membuat Kevin tidak dapat menangkapnya sehingga membuat Kevin tergelincir dan tidak sengaja mengenai punggung kembaran nya yang mengakibatkan tangan kiri Khira mengenai punggung adik kesayangannya jatuh ke dalam kolam renang.
Terdengar suara yang lumayan kuat di dalam kolam renang. Aurora yang terjatuh membuat seluruh penjaga dan asisten rumah tangga panik dan berhamburan,
" to ... to .. long ... to ... long .. kak .. kak "
suara kecil Aurora meminta tolong kepada kedua kakak kembar nya, tetapi kedua kakak nya hanya terdiam tanpa merespon sekalipun, Aurora yang tidak bisa berenang terus meminta tolong.
" kak .. to .. long .. kak .. "
Sementara para penjaga ada yang berlari kearah ruang kerja tuan muda pertama dan kedua dengan cepat nya, Para asisten ingin sekali membantu tapi takut karena pasal nya tidak ada yang boleh menyentuh nona muda kecil keluar Alexander. Diruangan kerja Antoni dan Excel mendengar suara keributan yang mengganggu konsentrasi dirinya buat bekerja.
" ada apa ribut sekali di bawah "
mendengarkan Antoni berkata membuat Excel langsung membuka CCTV di laptop nya, disaat bersamaan Kevin sedang berusaha menolong sang adik untuk naik ke kolam renang, Excel pun terkejut melihat kejadian tersebut.
" Rora terjatuh ke dalam kolam renang"
teriak Excel sambil berdiri dan berlari meninggalkan segala pekerjaannya, begitu juga dengan Antoni.
Putra pertama dan kedua keluarga Alexander berlari sekuat tenaga menuju kolam renang, saat itu Kevin masih berusaha menolong Aurora untuk naik, namun karena Aurora banyak meminum air kolam membuat dirinya tidak sadarkan diri, sementara Khira hanya menatap pucat kejadian yang menimpa adik kecil nya.
Niat dari awal ingin menjatuhkan sang adik ke kolam renang malah membuat hatinya tersakiti, Tidak butuh waktu lama Kevin berhasil menolong adik kecil nya di bantu para pengawal atas izin Kevin. Tepat disaat itu Antoni berlari dan mengambil alih tubuh kecil adik nya yang sudah pingsan.
" Rora ... Rora ... ini kakak .. bangun Rora , kakak mohon bangun "
Teriak Antoni sambil memberi pertolongan pertama, Excel pun tiba dan duduk di dekat Antoni, sedangkan Kevin berdiri diam di dalam kolam dengan tubuh yang gemetar karena takut.
" hubungi Dokter Sam segera .. cepat "
perintah Excel kepada siapa saja yang berada di dekatnya, salah satu asisten rumah tangga langsung menghubungi Dokter Samuel. Dokter Samuel sahabat dekat keluarga Alexander, karena dekat sehingga menjadi dokter keluarga Alexander pada waktu itu.
Khira masih berdiri di tepi kolam renang , mata coklat nya menatap nanar kearah Aurora yang saat ini terlihat pucat dan belum sadarkan diri, Antoni masih melakukan pertolongan pertama pada sang adik.
" Rora ... kakak mohon buka mata mu walaupun hanya sebentar, Rora .. "
ucap Excel dengan panik karena sudah hampir sepuluh menit Aurora belum kunjung sadar.
Tak lama kemudian Khira dikejutkan dengan sebuah pukulan di bahu kanan nya.
On Back.
" apa yang kau lamunkan ? sampai-sampai aku memanggil nama mu dari tadi tidak ada respon "
__ADS_1
kata Kevin dengan rasa penasaran, karena selama ini dirinya tidak pernah melihat kembaran nya melamun.
Khira hanya tersenyum tipis lalu berjalan kearah lapangan kediaman nya dan langsung menghidupkan helikopter.
" tunggu aku tuan ... tunggu .. "
Teriak Natalia dengan keras sekeras suara baling helikopter. Kevin tersenyum melihat tingkah Natalia.
" naiklah .. kita tidak akan meninggalkan kamu disini sendiri "
Jawab Kevin dengan suara yang keras. Kevin naik terlebih dahulu setelah itu membantu Natalia naik kedalam helikopter.
Saat menarik tangan Natalia dan mengangkat tubuh nya, Khira yang mengemudikan helikopter langsung menerbangkan helikopter sehingga membuat Natalia tanpa sengaja berteriak dan memeluk leher Kevin.
" ahhhh .... "
Kevin yang saat itu di peluk oleh Natalia langsung terdiam begitu juga Natalia.
Jelang beberapa detik Natalia langsung melepaskan tangan nya di leher Kevin.
" maaf tuan aku tidak sengaja "
" tidak apa-apa "
☆☆☆☆
Di Mansion Orlando dimana pria bermata biru berparas tampan mulai kesal dam emosi karena Kevin tidak kunjung tiba,
" ah .. kemana Kevin sampai saat ini belum datang juga "
teriak Orlando dengan suara berat nya, sementara Aurora yang berada di kamar utama sedang di bersihkan oleh Ibu asuh Orlando.
" ambilkan pakaian yang ada di kamar sebelah, kamu ambilkan air hangat dan handuk kecil. "
perintah kepala rumah tangga mansion utama. kepala rumah tangga mansion utama sudah hampir berkepala lima itu adalah ibu asuh Orlando saat kecil, sebelum Orlando lahir Lidya sudah mengabdi di keluarga Alfaro. Lidya menjadi asisten pribadi Ibu kandung Orlando hingga Orlando lahir ke dunia.
Orlando dari kecil sudah dekat dan akrab dengan Lidya sehingga memanggil Lidya dengan panggilan Ibu Asuh. Bisa dibilang orang kedua yang bisa mengontrol emosi besar Orlando setelah orangtua Orlando. Salah satu pembantu di Mansion itu mencoba menawarkan sesuatu.
" tuan muda membutuhkan sesuatu "
Mendengar ucapan itu membuat Orlando melirik kearah suara tersebut, dengan tatapan tajam seakan ingin melahap sesuatu yang besar membuat pembantu kecil itu terdiam kaku dan ketakutan hingga menundukkan kepala nya. Hawa dingin terasa di sekujur tubuh si pembantu tersebut.
" membutuhkan sesuatu kau bilang, yang aku butuhkan kau pergi dari hadapan ku sekarang juga sebelum aku menyuruh sahabatku untuk melemparkan mu kedalam kandang singa di kebun binatang sana "
__ADS_1
Teriak Orlando dengan kuatnya sehingga suara nya sampai menggelegar ke seluruh penjuru ruangan mansion nya. Riki yang baru saja tiba di Mension Orlando dibuat terkejut mendengarnya.
" pergilah sekarang, kau masih selamat jika saat ini kau meninggalkan ruangan ini "
Kata Riki pelan kearah telinga pembantu kecil itu,lalu membalikkan badan pembantu tersebut dan mendorong pelan agar pembantu kecil itu melangkah pergi dari ruangan dimana Tuan muda galak berada. Orlando menatap kearah kamar utama dengan tatapan tajam.
Riki yang pandai melihat situasi langsung mengetahui alasan dibalik kemarahan sahabatnya itu.
" jadi Kevin belum tiba juga, bersabarlah sebentar lagi pasti datang, lagi pula gadis kecil yang lucu itu sedang dirawat oleh ibu asuh mu kan "
Ucap Riki kepada sahabatnya agar pria yang berdiri dengan tegap itu dapat tenang.
Sementara dikamar utama milik Orlando Ibu asuh Orlando sudah membersihkan tubuh gadis muda yang tidak sadarkan diri itu, dan dengan telaten nya Ibu asuh memakai kan pakaian kepada gadis yang terbaring di atas tempat tidur tuan muda nya.
" kau gadis yang pertama kalinya yang diizinkan berbaring di atas tempat tidur ini, kau juga gadis pertama yang membuat sang tuan muda keras kepala itu kembali ke mansion utama ini, apalagi yang akan kau lakukan selanjutnya untuk merubah sifat aneh anak asuh ku "
kata Lidya dengan pelan tapi masih terdengar dengan dua pembantu kecil yang membantu nya tadi.
" nona muda ini cantik "
kata salah satu pembantu kecil kepada kepala pelayan rumah tangga itu. Lidya hanya tersenyum lebar mendengar nya.
" kalian pergilah dan beritahu kepada pria yang wajahnya mulai seperti bom waktu yang akan meledak suruh masuk "
" baik "
jawab pembantu kecil itu bersama dan berjalan keluar kamar dengan hati-hati.
.
.
.
.
Akhirnya satu bab akan meluncur. Jangan lupa di like ya.
Terima kasih bagi yang sudah menunggu.
.
.
__ADS_1
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝